Connect with us

Headline

Masih Ada 549 Pejabat Provinsi Papua Barat Belum Serahkan LHKPN

Published

on

Asisten I Bidang Pemerintahan dan Otsus Setda Papua Barat, Drs Musa Kamudi M.Si.

MANOKWARI, JAGATPAPUA.com – Batas akhir penyampaian Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), tanggal 31 Maret 2020.

Kendati demikian, masih cukup banyak pejabat yang belum menyampaikan LHKPN kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Perwakilan Papua Barat.

Hal itu diungkapkan Asisten I Bidang Pemerintahan dan Otsus Setda Papua Barat, Drs Musa Kamudi M.Si.

Dia mengatakan dari 13 kabupaten/kota, kabupaten Manokwari dan Manokwari Selatan, yang sudah melaporkan 100 persen, sementara total 955, baru 406 yang sudah melaporkan. Sedangkan 549 pejabat lainnya belum.

“Bintuni paling rendah dari 300 wajib lapor, baru 10 yang melaporkan harta kekayaannya. Untuk itu saya imbau agar provinsi harus menjadi contoh, karena kabupaten saja sudah ada 100 persen, namun provinsi belum 50 persen,” ucapnya.

“Saat ini masih 549 Pejabat Eselon I dan II dilingkungan Pemprov Papua Barat belum menyerahkan LHKPN dan jangan jadi alasan Pandemi Covid-19 jadi telat. LHKPN itu wajib diserahkan dan bisa dikerjakan dirumah,” terangnya.

Dia menuturkan tujuan dan manfaat LHKPN adalah mewujudkan penyelenggara Negara yang bersih, sebagai instrumen transparansi dan manajemen SDM pada awal menjabat, selama menjabat dan sebagai instrumen akuntabilitas saat akhir menjabat.

“Konsekuensinya bagi pejabat negara yang belum menyampaikan LHKPN hingga waktu yang ditentukan pasti disanksi. Saran dari KPK untuk pejabat eselon II tidak dibayarkan TPPnya, dan KPK akan mengawasi,” tandasnya.(me)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Adat

Sempat Terputus, Sekarang Sistem Kelistrikan Di Yalimo Kembali Normal

Published

on

Proses pembangunan jalan penghubung diwilayah Wamena-Yalimo.

YALIMO,JAGATPAPUA.com– Akibat perbaikan jalan yang dilakukan beberapa waktu oleh pemerintah Kabupaten Jaya Wijaya (Wamena) ke arah Yalimo sempat membuat akses kelistrikan di wilayah tersebut juga terputus.

Namun saat ini suplai listrik sudah dapat diakses kembali, karena pekerjaan pembangunan jalan diwilayah tersebut juga sudah terhubung.

PLN telah melakukan pengiriman bahan bakar untuk pembangkit listrik di Elelim, Senin, (1/3/2021) kemarin. Hal ini membuat suplai listrik untuk pelanggan di Yalimo kembali normal.

Meski perbaikan jalan masih berlangsung, sebanyak 7200 liter bahan bakar telah berhasil dikirimkan. Dalam melewati akses yang masih sulit di titik putus, pengangkutan ini mendapat bantuan dari alat berat yang berada di lokasi tersebut.

“Puji syukur saat ini kondisi kelistrikan di Yalimo telah kembali normal berkat suplai bahan bakar yang dapat diterima kembali,” ujar General Manager PLN UIW P2B, Abdul Farid.

Pasca terputusnya jalan yang menghubungkan Wamena dan Yalimo, PLN terus berkoordinasi dengan pihak setempat untuk mengetahui progres dan rencana pekerjaan pembersihan dan perbaikan akses tersebut. Cadangan bahan bakar pembangkit yang sempat menipis saat itu mengharuskan PLN melakukan penyesuaian operasional pembangkit selama beberapa hari.

“Terima kasih atas bantuan dan gerak cepat dari seluruh pihak. Meski pekerjaan akses jalan masih belum selesai, namun suplai bahan bakar pembangkit kami sudah dapat melewati titik-titik yang tadinya sempat terputus,” tutup Farid.

PLTD Elelim sendiri memiliki daya mampu sebesar 1100 kW. Daya tersebut menyuplai 1.174 pelanggan yang ada di Yalimo dengan beban puncak saat ini mencapai 400 kW.(JP/rls)

Continue Reading

Adat

Besok Personil Polda Papua Barat Akan Divaksin Covid-19

Published

on

Personil Anggota Polda Papua Barat saat melakukan screening untuk persiapan Pelaksanaan Vaksin Covid-19, Selasa (2/3/2021) di RS Bhayangkara Polda PB, Maripi, Manokwari.

MANOKWARI,JAGATPAPUA.com– Polda Papua Barat melakukan screening kepada personil yang telah mendaftar untuk vaksinasi Covid-19.

Kepala Bidang Humas Polda Papua Barat, Kombes Pol Adam Erwindi mengatakan, hal ini merupakan komitmen pemberian vaksin kepada petugas pelayanan Publik yang selalu berada di garda terdepan.

“Pemberian vaksin terhadap personil Polri khususnya polda papua Barat ini terkait tugas pelayanan publik yang selalu berhadapan dengan masyarakat,”Kata Kombes Pol. Adam Erwindi, Selasa (2/3-2021).

Dikatakan, untuk itu sebelum pelaksanaan vaksin besok, hari ini Personil Polda PB discreening dengan maksud untuk memastikan kondisi kesehatan personil sebelum menjalani penyuntikan vaksin Covid-19.

Sebagai informasi, kata Erwindi, Personil Polda Papua Barat menjalani screening di RS Bhayangkara Polda Papua Barat, sejak pukul 09.00 wit.

Sementara, Kabid Dokkes Polda Papua Barat Kombes Pol dr. Sariman menambahkan, screening yang dilakukan mulai dari pengecekan tensi dan suhu tubuh serta mengisi kuesioner yang dipandu oleh tim dokkes.

“Ini pengecekan awal yang harus dilaksanakan sebelum divaksin. Sehingga besok siap untuk divaksin,” ujar Kabid Dokkes

Kabid Dokkes juga menambahkan launching pelaksanaan Vaksinasi dibagi dalam dua tahap, yaitu tahap I Provinsi Papua Barat, dan tahap II Kabupaten Manokwari .

“Nanti dilanjutan dengan vaksinasi masal kepada personil Polda Papua Barat. Yang ditargetkan sebanyak 250 sampai 300 personil yang siap untuk di vaksinasi,”sebut Kabid Dokes.(JP/rls)

Continue Reading

Adat

Masyarakat Tambrauw Terima 10.562 Paket Bapok Dan Rp9 M Lebih Bantuan Tangan Kasih

Published

on

Gubernur Papua Barat, Drs Dominggus Mandacan saat menyerahkan Bantuan Bapok, Bantuan tunai Program tangan Kasih dan Stimulus kepada warga masyarakat Kabupaten Tambrauw, Selasa (2/3/2021) di Kabupaten Tambrauw.

TAMBRAUW,JAGATPAPUA.com– Masyarakat terdampak covid-19 Kabupaten Tambrauw menerima sebanyak 10.562 paket Bantuan Bahan Pokok (Bapok) dan Rp9.381.600 Miliar Bantuan tunai program Tangan Kasih Pemprov PB, kepada 2.106 pekerja informal dan non formal.

Penyerahan Bapok dan Bantuan tunai tangan kasih tahap III tersebut dilakukan oleh Gubernur Papua Barat, Drs Dominggus Mandacan Selasa (2/3/2021) dalam kunjungan Kerjanya di Kabupaten Tambrauw. Turut mendampingi dalam Kunker tersebut, Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnaker) Frederik Saidui, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi PB Stepanus Selang serta OPD terkait.

Selain itu, dalam Kunker tersebut, Gubernur juga secara simbolis menyerahkan bantuan stimulus kepada 300 pelaku usaha mikro dan kecil dengan total dana sebesar Rp600 juta melalui Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi PB. Setiap pelaku usaha mendapat Rp2 juta per orang.

Dalam sambutannya, Gubernur merincikan, khusus untuk Bapok Kabupaten Tambrauw tahap I sebanyak 3.463 paket, Tahap II sebanyak 3.463 paket, tahap III sebanyak 3.636 paket dan tambahan pada tahap III sebanyak 172 paket. Dengan demikian total paket Bapok untuk tahap I hingga tahap III sebanyak 10.562 paket.

Gubernur Mandacan berharap semoga bantuan yang diserahkan tersebut dapat mengurangi beban masyarakat yang terdampak bencana non alam covid-19 di wilayah Kabupaten Tambrauw.

Sementara secara umum untuk bantuan program tangan kasih Pemprov PB mengalokasikan dana sebesar Rp 224.341.200.000,- ( dua ratus dua puluh empat miliar tiga ratus empat puluh satu juta dua ratus ribu rupiah), untuk 52.317 orang pekerja informal dan non formal seperti kelompok pekerja mandiri baik tukang ojek, supir, pedagang sayur, petani, nelayan serta profesi mandiri lainnya.

Sedangkan Bantuan stimulus bagi pelaku usaha secara umum di PB sebesar 10.339.000.000 miliar untuk 4.668 penerima.(JP/sos)

Continue Reading

Trending

Hati-hati salin tanpa izin kena UU no.28 Tentang Hak Cipta