Connect with us

Ekonomi & Bisnis

Launcing Penebaran Benih Ikan Lele di Kelompok Binaan Distrik Aifat

Published

on

KUMURKEK, JAGATPAPUA.com – Dinas Perikanan, Pertanian dan Perkebunan Maybrat, melakukan launching penebaran benih ikan lele pada kolam terpal konstruksi bambu di Distrik Aifat, Selasa (19/11/2019).

Wakil Bupati Maybrat, Drs. Paskalis Kocu, M.Si mengatakan kegiatan inovasi ini harus dikembangkan, apalagi masyarakat di Maybrat, belum mengetahui pola budi daya ikan air tawar.

“Ini proses pembelajaran yang sangat baik, namun membutuhkan sosialisasi yang baik terkait proyek perubahan dan harus dilakukan di 24 distrik, terutama pengembangan ekonomi kerakyatan melalui budidaya ikan air tawar,” jelas Wabup.

Sementara, Kepala Dinas Perikanan, Pertanian dan Perkebunan Maybrat Stevanus Kocu, mengatakan ada 35 kelompok binaan, namun saat ini baru di Distrik Aifat, yang diberikan bantuan 5 kolam ikan dengan terpal, termasuk kelompok usaha bersama koperasi perikanan.

“Tahun 2020 akan dikembangkan inovasi ini di seluruh distrik. Kami berharap pemerintah daerah ikut mendukung agar proyek perubahan di bidang perikanan bisa berjalan baik demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Dia menambahkan untuk tahun 2020, ada 48 kelompok yang dibina dan akan mendapat bantuan yang sama. “Kelompok ini akan dibina agar mendapatkan hasil yang baik,” tutupnya.(sawe)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

DPRD Manokwari

Sejumlah Wilayah Masih “Tidak ada Sinyal”, DPRD Manokwari RDP Dengan Diskominfo

Published

on

MANOKWARI, JAGATPAPUA.com – DPRD Manokwari menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Dinas Informasi dan Komunikasi (Infokom) Manokwari, serta Telkomsel, Senin (29/6/2020).

RDP tersebut menindaklanjuti masih adanya keluhan disejumlah wilayah yang belum mendapatkan jaringan, terutama di Warmare, Prafi, Masni, Sidey (Warpramasi), yang merupakan wilayah terjauh.

Pimpinan rapat Romer Tapilatu mengatakan banyak masyarakat yang mengeluh dengan kondisi jaringan telekomunikasi di Manokwari, terutama dengan kebijakan Work From Home (WFH).

“Masih ada wilayah yang belum terjangkau jaringan. Kita ingin tau apa penyebabnya, bahkan didalam kota saja ada yang belum stabil. Dengan adanya kebijakan kerja dan sekolah dari rumah dengan kondisi jaringan internet yang tidak stabil tentu bisa mengganggu,” ujarnya.

Sementara itu Kepala Dinas Infokom Manokwari Bondan Santoso, mengatakan selama ini pemasangan menara telekomunikasi oleh Telkomsel meminta rekomendasi dari Dinas Infokom.

“Beberapa wilayah akan dipasang menara baru seperti di Soribo dan Inggramui. Untuk wilayah yang jauh memang belum baik jaringannya, kita sudah meminta ke Kementrian Infokom untuk bisa dibantu melalui tower merah putih tetapi belum terealisasi karena banyak daerah yang juga meminta,” ujarnya.

“Memang itu merupakan program pusat untuk membuka akses, tetapi hanya bisa 2G. Kedepan akan diupayakan agar seluruh daerah bisa terakses jaringan. Saat ini menara telekomunikasi di Manokwari berjumlah 54 menara,” sambungnya.

Sementara Fahri sebagai perwakilan dari Telkomsel Manokwari menjelaskan belum meratanya jaringan di wilayah Warpramasi karena ada kendala pemasangan kabel optik. Namun dia menjamin dalam dua bulan kedepan jaringan akan lebih baik.

“Memang diwilayah Warpramasi 4 G agak lambat, tetapi kalau untuk telpon dan 2 G masih bisa digunakan. Semoga pemasangan kabel optik yang dilakukan Telkom tidak ada kendala,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu sempat menjadi sorotan CSR dari Telkomsel, dan Fahri mengatakan, CSR diberikan pada warga yang berdomisili disekitar menara telekomunikasi dalam bentuk uang tunai.(tik)

Continue Reading

Ekonomi & Bisnis

KNB Polda Pabar Sebar 68 Sak Beras, Stiker dan Masker Kepada Warga di Distrik Manokwari Barat

Published

on

MANOKWARI, JAGATPAPUA.com – Sebagai bentuk kepedulian sekaligus dalam rangka menyambut Hari Bayangkara ke-74 Tahun 2020 Polri melalui Komunitas Noken Bhayangkara (KNB) Polda Papua Barat, membagikan sembako kepada masyarakat Asli Papua di Distrik Manokwari Barat, Sabtu (27/6/2020).

Wilayah yang disasar, yakni Kampung Susweni di Kelurahan Amban, Kelurahan Padarni dan di Jalan Rendani kelurahan Wosi. Sementara sembako yang dibagikan berupa beras 68 sak beserta stiker dan masker 200 biji warna merah putih berlogo HUT Bhayangkara Ke 74.

Kegiatan bakti sosial ini pimpinan Kompol Bernadus Okoka (Kabag RBP Biro Rena Polda Papua Barat) didampingi anggota komunitas yang merupakan gabungan dari keseluruhan anggota polisi keturunan Papua.

“Pemberian sembako ini diharapkan dapat membantu meringankan beban sesama ditengah situasi Pandemi Covid-19 dan pengurus KNB mengucapkan terimakasi, kiranya niat baik kita dapat bermanfaat bagi kita semua,” ungkap Kompol Okoka.(rls)

Continue Reading

Ekonomi & Bisnis

Gubernur Canangkan Aimasi Sebagai Kampung ‘Munu Yaba Nonti’ di Papua Barat

Published

on

MANOKWARI, JAGATPAPUA.com – Gubernur Papua Barat, Drs Dominggus Mandacan Bersama Kapolda Papua Barat Kapolda Papua Barat Irjen Pol Tornagogo Sihombing, mencanangkan, Kampung Aimas sebagai Kampung Tangguh Berdikari di Kabupaten Manokwari.

Pencanangan ini dilakukan dalam rangka menuju tatanan era ‘New Normal’ Covid -19 di provinsi Papua Barat, dan akan menyusul 12 kampung lainnya diwilayah hukum Polres di Kabupaten/Kota.

Sementara Gubernur Papua Barat, Drs. Dominggus Mandacan, mengapresiasi program kerja Polda Papua barat, menuju masa transisi ‘New Normal’.

“Yang saya amati penerapan protokol kesehatan di Kampung Aimas sangat baik dan siap. Kita lihat tadi semua gang dijaga petugas, disediakan sabun cuci tangan, air bersih disetiap depan rumah masyarakat,” ungkap Gubernur.

Gubernur juga meminta agar penerapan protokol Kesehatan Covid -19, terus dipertahankan dan dimaksimalkan, sehingga Kampung Aimas dapat menjadi kampung percontohan bagi Kampung lainnya di wilayah Papua Barat.

“Saya harapkan melalui program polda Papua Barat untuk mencanangkan kampung tangguh berdikari disemua kab kota menjadi motivasi bagi kampung lain di PB”

Gubernur juga meminta semua pemerintah kampung agar memaksimalkan dana bantuan desa, karena dana itu tidak hanya untuk ketahanan pangan, penguatan ekonomi dan keamanan tetapi juga untuk penanganan Covid-19.

Sementara Kapolda Papua Barat menjelaskan, Aimasi dicanangkan sebagai Kampung Tangguh Berdikari karena telah memenuhi tiga kriteria, yaitu kesiapan ketahanan pangan, kesehatan terkait Covid-19, dan juga Keamanan.

Menurut Kapolda Pandemi Covid-19 telah mempengaruhi aspek kehidupan diantaranya sektor ekonomi, sosial budaya, ataupun kebiasaan yang sebelumnya dilakukan tentu ada perubahan, sehingga perubahan tersebut dikenal dengan sebutan ‘New Normal atau kehidupan baru.

Pengertian kehidupan baru masyarakat tetap menjalankan protokol kesehatan secara ketat, tidak hanya mencuci tangan memakai masker menjaga jarak, tetapi juga mematuhi aturan protokol kesehatan selama berada di area publik.

“Dalam pelaksanaannya, kita semua dituntut komitmen dalam mempertahankan penerapan protokol kesehatan, dan ini butuh kesadaran dan peran serta seluruh masyarakat,” sebut Kapolda.

Selain itu kata Kapolda launcing Kampung Berdikari Aimasi ini sesuai kearifan lokal dengan menggunakan bahasa hatam ‘Munu Yaba Nonti’ Aimasi. Yang merupakan awal kedisiplinan dan kepatuhan masyarakat terkait protokol kesehatan, karena kebiasaan karakteristik sangat penting untuk mewujudkan.

“Kampung Aimasi di Distrik Prafi merupakan file project atau percontohan kampung yang dapat menerapkan persyaratan dalam ‘New Normal dengan disiplin dan mandiri guna memutus mata rantai Covid-19,” tandas Kapolda.(alb)

Continue Reading

Trending

Hati-hati salin tanpa izin kena UU no.28 Tentang Hak Cipta