Connect with us

Bawaslu Manokwari

Kinerja Bawaslu Manokwari Terganggu Dampak Anggaran Tahap II Belum Cair

Published

on

MANOKWARI, JAGATPAPUA.com – Kinerja Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Manokwari, sedikit terganggu sebagai dampak belum cairnya anggaran tahap II pengawasan pelaksanaan Pilkada 2020 senilai Rp6 miliar.

“Dana tahap ke II sesuai penandatanganan NPHD akan dicairkan Rp6 milyar tanggal 10 Januari 2020, namun hingga kini belum ada,” kata Ketua Bawaslu Manokwari Syors Prawar, Selasa, (21/1/2020).

Dia mengaku proses keterlambatan ini kemungkinan bukan faktor di sengaja, namun ada kesibukan lain dari pihak terkait, sehingga waktu pencairannya sedikit molor.

“Anggaran ini akan digunakan untuk menunjang program kerja dari Bawaslu, dalam menyambut kesiapan Pemilu, termasuk didalamnya ada dana operasional,” sebutnya.

Meski keterlambatan ini agak berpengaruh terhadap kinerja Bawaslu. Namun pihaknya tetap semangat dalam melakukan segala aktivitas.

“Anggota Panwas yang kita rekrut belum ada pembiayaan, tapi saya tetap semangatkan mereka kita jalan sesuai tahapan, karena kita bekerja baik, maka pasti berkat itu datang,” ucapnya.

Dia juga berharap dalam menunjang roda pengawasan Pemilu, perlu ada keseriusan dari Pemda dalam menopang kinerja badan pengawasan ini.

“Saya sudah komunikasi dengan bupati kemarin, dan kita sudah buat surat. Jadi mungkin dalam waktu dekat anggarannya sudah bisa cair,” tukasnya.

Dia menambahkan anggaran yang diterima Bawaslu Manokwari, sesuai NPHD sebesar Rp17,5 milyar, dan akan dicairkan dalam tiga tahap, tahap awal Rp1 milyar, tahap kedua Rp 6milyar dan tahap ke tiga Rp10,5 milyar

“Anggaran ini akan dipergunakan secara baik sesuai program Bawaslu dalam mengamankan Pemilu termasuk biaya Panwas dan penunjang partisipasi masyarakat,” tandasnya.(chl)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bawaslu Manokwari

Syors Prawar : Pimpinan Parpol di Manokwari Harus Perbanyak Membaca

Published

on

MANOKWARI, JAGATPAPUA.com – Ketua Bawaslu Manokwari, Syors Prawar, menyarankan partai politik pengusung calon kontestan Pilkada 2020 di Manokwari, agar turut menciptakan suasana damai selama proses dan tahapan Pilkada.

Pasalnya, lanjut dia, Manokwari masuk dalam kategori rawan 1 dalam Pilkada 2020, sesuai hasil prediksi Bawaslu RI.

“Saya harap parpol pengusung bakal calon bupati dan wakil bupati, tidak memberikan statemen di ruang publik yang memicu terganggunya kamtibmas di Manokwari,” katanya, Kamis (19/3/2020).

Selain itu, dia mengatakan tugas menjaga kedamaian dalam tahapan Pilkada, tak hanya menjadi tugas Bawaslu. Partai sebagai pemilik konstituen, harus memberikan informasi sejuk bukan mengkritisi penyelenggara Pemilu, dengan menyudutkan pihak lain yang sedang dalam perkara Pemilu.

“Saran kongkrit saya, pimpinan Parpol di Manokwari, perlu banyak membaca, agar tidak asal bunyi (asbun) di media atau sarana publik lainnya,” ucapnya.

Dia juga menegaskan, Parpol tak punya kewenangan untuk mengintervensi kinerja Pengawas Pemilu, dalam menjalankan tugas pengawasan termasuk penyelesaian perkara Pilkada sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Sementara Ketua KPU Manokwari, Abdul Muin Salewe, mengatakan saat ini KPU Manokwari masih dalam tahapan calon perseorangan, belum masuk dalam tahap pendaftaran bakal calon melalui Parpol.

Muin juga mengatakan jika ada sikap protes dari pihak luar terkait kinerja penyelenggara, hal itu jangan sampai salah alamat. Karena saat ini tahapan Pilkada masih dalam tahapan calon perseorangan, bukan Parpol.

“Pada prinsipnya, kita melakukan tahapan sesuai regulasi yang tertuang dalam PKPU No.16 Tahun 2019 yang diperbaharui sebagai PKPU No.2 Tahun 2020. Jadi untuk Parpol belum saatnya,” ujarnya singkat.

Sebelumnya, sejumlah pimpinan Parpol pengusung bakal calon Bupati/wakil bupati Manokwari, mengkritisi kinerja Bawaslu dan KPU Manokwari, pasca putusan sengketa Pilkada antara KPU dengan salah satu pasangan calon jalur Perseorangan/Independen.(akp)

Continue Reading

Bawaslu Manokwari

Panwas Kelurahan di Distrik Manokwari Barat Dilantik

Published

on

MANOKWARI, JAGATPAPUA.com – Ketua Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu), Distrik Manokwari Barat, Samsudin Renuat melantik Panitia Pengawas (Panwas) kelurahan/kampung se distrik Manokwari, pada Pilkada Manokwari tahun 2020, Kamis (19/3/2020).

10 Panwas, yang dilantik yakni Kelurahan Manokwari Barat, Manokwari Timur, Padarni, Amban, Sanggeng, Wosi, Kampung Soribo, Inggramui, Udopi dan Tanah Merah Indah. Selain itu juga dilaksanakan Bimbingan Teknis (Bimtek).

Ketua Panwaslu Manokwari Barat, Sam Renuat, mengatakan Panwas harus dapat menjadi penegak demokrasi dengan menjunjung demokrasi lebih baik dan menjaga integritas.

“Adanya perubahan regulasi juga berdampak pada perubahan kelembagaan. Dulu Bawaslu kabupaten statusnya hanya adhoc. Perubahan itu menjadi bagian dari demokrasi yang baik. Untuk itu sebagai pengawas harus dapat bertindak tepat bekerja cerdas,” ungkapnya.

Dia juga mengatakan dalam Bimtek, para pengawas akan mendapatkan penguatan kapasitas, terutama aturan-aturan dalam Pilkada. Selain itu perlu menjadi perhatian adalah yang berkaitan dengan data. Pasalnya selama ini persoalan data sering menjadi permasalahan yang terjadi dalam Pemilu, terlebih Distrik Manokwari merupakan DPT terbanyak.

Sementara, Kepala Distrik Manokwari Barat, yang diwakili oleh Sekretaris Distrik Isak Erens Waramuri, mengatakan pihaknya siap memfasilitasi apa yang diperlukan oleh Panwas Distrik.

“Yang terpenting disini bagaimana komunikasi bisa berjalan baik agar tugas-tugas Panwas dapat terlaksana,” tukasnya.(tik)

Continue Reading

Bawaslu Manokwari

Tidak Penuhi Syarat Dukungan, KPU Manokwari Tolak Paslon Independen

Published

on

MANOKWARI, JAGATPAPUA.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Manokwari, menolak dokumen dukungan pasangan calon (paslon) jalur perseorangan/independen, Ronald Mambieuw dan Reineke E.Musa (Romansa).

Penolakan tersebut, setelah KPU melakukan pengecekan jumlah dukungan dan persebaran, yang diputuskan dalam rapat terbuka di kantor KPU Manokwari, Rabu (18/3/2020).

Ketua KPU Manokwari, Abdul Muin Salewe mengatakan, rangkaian kegiatan yang dilakukan yaitu, melalui penghitungan jumlah dokumen asli berupa formulir model B.1-KWK Perseorangan.

Dengan berpedoman pada syarat jumlah dukungan bakal paslon Perseorangan untuk kabupaten Manokwari, sebanyak 14.488 orang, serta berpedoman pada indikator keabsahan formulir model B.1.-KWK.

KPU Manokwari juga telah mengecek dan menghitung jumlah dukungan yang tercantum dalam formulir model B.1.1-KWK Perseorangan, serta menghitung persebaran dukungan yang tercantum dalam formulir model B.2-KWK Perseorangan, sebagaimana dimaksud dalam ketentuan perundang-undangan, dengan berpedoman pada jumlah sebaran dukungan bakal paslon Perseorangan untuk kabupaten Manokwari sebanyak 5 (lima) wilayah kecamatan.

Ketua Bawaslu Manokwari Syors Prawar.

Selain itu, KPU juga telah mengecek kesesuaian jumlah dukungan dan persebarannya yang tercantum dalam formulir model B.2 KWK Perseorangan dengan syarat jumlah dukungan dan sebaran.

Hasil pengecekan jumlah minimal dukungan dan sebaran dukungan paslon Romansa yaitu, dari 14.680  jumlah dokumen yang diserahkan ke KPU, hanya 12.893 dokumen yang lengkap, sementara 1.787 dokumen tidak lengkap, sehingga tidak memenuhi jumlah dukungan.

Sementara, ketua Bawaslu Manokwari, Syors Prawar, menyatakan tugas Bawaslu untuk menegakkan demokrasi dan transparansi dalam tahapan Pemilu di Manokwari telah berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.

Antara pihak pemohon (Romansa) dan termohon (KPU Manokwari), kata Prawar, telah menjalankan keputusan Bawaslu. Sehingga dengan hasil yang ditetapkan KPU, juga telah disaksikan oleh Bawaslu dan tim kerja Romansa.

“Tugas Bawaslu selesai untuk sengketa ini. KPU Manokwari sudah tunjukkan kinerjanya secara transparan dan kami harap paslon Romansa bisa legowo,” tukas Prawar.(akp)

Continue Reading

Trending

Hati-hati salin tanpa izin kena UU no.28 Tentang Hak Cipta