Connect with us

Headline

Karyawan Perusahaan Ikan/Udang Avona Ditemukan Meninggal Dekat Messnya

Published

on

KAIMANA, JAGATPAPUA.com – Sesosok jasad pria ditemukan tergeletak di Jalan Perindustrian, atau dekat SMAN 01 Kaimana, Papua Barat, Rabu (18/2/2020) pagi.

Jasad pria yang diketahui bernama Muhammad Tahalua (59 tahun) ini, diduga meninggal akibat sakit epilepsi.

Kabid Humas Polda Papua Barat, AKBP Mathias Krey mengatakan, jasad pria tersebut ditemukan tak jauh atau sekitar 100-150 meter dari mess perusahaan ikan/udang Avona.

“Sebelum ditemukan meninggal, pada Sabtu (8/2/2020) sekitar pkl 22.00 WIT, Almarhum, bersama istri dan anak datang ke mess, dengan keluhan sakit gigi, bisul dimulut dan keram di kaki (susah jalan),” ucap Mathias, melalui pesan Whatsapp, Rabu pagi.

Selanjutnya pada Minggu (10/2/2020) siang sekitar pukul 10.00 WIT, Muhammad bertemu rekan kerjanya Bambang. Setelah mengetahui kondisi kesehatannya, Bambang menyarankannya untuk berobat ke Puskesmas.

“Pada Selasa (18/2/2020) pagi, istri Almarhum pamitan untuk berangkat ke Kendari dengan menumpang Kapal Tidar. Rekannya Bambang, sempat melihat keadaan Muhammad, dan istrinya sampaikan pada Minggu malam sudah berobat ke orang pintar, dan Selasa malam dipijat oleh tukang pijat di mess,” jelas Mathias.

Lanjut Mathias, pada Rabu pagi Almarhum ditemukan tergeletak dijalan dekat messnya (perusahaan ikan/udang Avona) dalam kondisi sudah kaku.

“Setelah dibawa ke RSUD Kaimana, informasi dari medis dr. Revolita, dugaan sementara Muhammad meninggal karena sakit epilepsi dan diperkirakan meninggal sekitar 5-6 jam lalu pasca ditemukan,” ucap Mathias.

“Hasil visum sementara dokter, tidak ditemukan ada tanda kekerasan di tubuh Almarhum, dan polisi juga sudah periksa dua saksi, satu rekan kerjannya Bambang dan Patrik furima,” tukas Mathias.

“Untuk tindakan kepolisian, Kabag Ops Polres Kaimana, Kasat Reskrim, Pawas dan Piket fungsi sudah turun ke lokasi penemuan dan melakukan olah tkp,” tandas Mathias.(red)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Headline

Cegah Corona, Ini Perintah Bupati Markus Waran

Published

on

MANSEL, JAGATPAPUA.com – Setelah Papua Barat, terkonfirmasi ada dua pasien positif Virus Corona (Covid-19), Pemerintah Kabupaten Manokwari Selatan (Mansel), melakukan upaya pencegahan.

Salah satunya dengan meminta warga Mansel, agar tetap mengikuti instruksi pemerintah dengan menerapkan physical distancing. Apalagi Gubernur telah menaikan status Papua Barat sebagai wilayah tanggap darurat.

“Bagi yang berstatus Orang Dalam Pemantauan (OPD), harus tetap berada didalam rumah agar mendapat pendampingan dari tim medis. Yang melawan aparat segera amankan oknum tersebut,” ungkap Bupati Mansel, Markus Waran, Sabtu (28/3/2020).

“Kita harus antisipasi, jangan sampai ada kemungkinan penyebarannya. Kita butuh orang yang taat untuk menyelamatkan masyarakat yang lain,” ucap Bupati.

Sementara, Kapolres Mansel AKBP Slamet Haryono, mengingatkan agar masyarakat untuk sementara tidak melakukan kegiatan yang melibatkan banyak orang, karena rentan terjadi penularan Covid-19.

“Jika ada warga yang ditemukan atau melawan serta menghalang halangi petugas, maka ia bisa dikenakan pasal Pidana, karena situasi saat ini tanggap darurat,” tutupnya.(nae)

Continue Reading

Headline

Gubernur Mandacan : Papua Barat Dalam Situasi Tanggap Darurat Corona

Published

on

MANOKWARI, JAGATPAPUA.com – Gubernur Papua Barat, Drs. Dominggus Mandacan, resmi menyatakan wilayahnya dalam status tanggap darurat bencana non alam Pandemi Covid-19.

Naiknya status Papua Barat dari siaga ke tanggap darurat, setelah dua warga Papua Barat di kota Sorong, dinyatakan positif Corona berdasarkan hasil uji spesimen di laboratorium Kementerian Kesehatan RI.

Dalam status tanggap darurat, Gubernur memerintahkan gugus tugas percepatan pencegahan dan pengendalian resiko penularan infeksi Covid-19 di seluruh kabupaten/kota untuk melakukan pencegahan semaksimal mungkin.

Adapun upaya pencegahan yang harus dilakukan antara lain, membatasi aktivitas keluar-masuk penduduk dari dan ke Provinsi Papua Barat, yang disesuaikan dengan domisili pada Kartu Tanda Penduduk (KTP).

“Penduduk yang bukan ber-KTP Papua Barat dilarang masuk dan sebaliknya, penduduk yang ber-KTP Papua Barat dilarang ke wilayah provinsi lain, kecuali kondisi penting (urgen),” ujar Gubernur di Manokwari, Jumat (27/3/2020) malam.

Selain itu, Gubernur juga menyatakan penduduk kabupaten/kota di wilayah Provinsi Papua Barat, dilarang melakukan kunjungan antar kabupaten/kota dan mengikuti prosedur yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

Pernyataan pembatasan aktivitas keluar-masuk penduduk di Papua Barat, ini berlaku selama 14 hari (27 Maret – 09 April), dan akan ditinjau kembali sesuai perkembangan.

“Batasi aktivitas masyarakat di luar rumah, menjaga jarak aman, serta melaksanakan physical distancing saat berinteraksi dengan orang lain,” ungkap Gubernur.

Sementara, tidak diberlakukan pembatasan penerbangan untuk setiap maskapai pesawat yang melayani rute penerbangan ke seluruh bandar udara di Provinsi Papua Barat.

“Aktivitas bandara untuk penerbangan komersil dan cargo tetap berjalan normal di Papua Barat,” tandas Gubernur.(akp)

Continue Reading

Headline

2 Warga di Sorong Positif Corona, Punya Riwayat Perjalanan Dari Makassar

Published

on

MANOKWARI, JAGATPAPUA.com – Juru Bicara Satgas Covid-19 Papua Barat, dr. Arnold Tiniap, menyatakan sesuai hasil pemeriksaan spesimen asal Papua Barat, dua sampel dinyatakan positif tertular Virus Corona (Covid-19).

“Dari tiga sampel hasil pemeriksaan, dua diantaranya positif Corona,” ujar Tiniap di Manokwari, Jumat (27/3/2020) malam.

Dia mengatakan, satu spesimen positif milik pasien berjenis kelamin perempuan dengan usia 47 tahun yang meninggal dunia pada tanggal 26 Maret 2020.

Sedangkan satu spesimen positif lagi, milik pasien yang sementara menjalani perawatan di ruang isolasi RS Sele Be Solu kota Sorong.

“Dua pasien positif ini punya hubungan kekeluargaan yaitu ibu dan anak. Anak telah meninggal dunia sementara ibunya masih jalani perawatan,” jelasnya.

Pasien meninggal dunia dari Sorong memiliki riwayat perjalanan ke Makassar untuk menjemput ibunya sepulang melaksanakan ibadah Umroh. Kemudian keduanya kembali ke Sorong, dan sempat mengeluh sakit dan dirawat di salah satu RS Swasta, kemudian dirujuk ke RS Sele Be Solu kota Sorong.

“Keduanya dirujuk ke RS Sele Be Solu kota Sorong bersamaan pada tanggal 21 Maret 2020, setelah sebelumnya menjalani perawatan di salah satu RS swasta,” terangnya.

Satgas Provinsi, kata Tiniap, akan berkoordinasi dengan tim Satgas kota Sorong, untuk melakukan tracking riwayat kontak kedua pasien positif.

“Tentunya akan dilakukan tracking/riwayat kontak untuk memastikan jumlah orang yang melakukan kontak fisik dengan dua pasien positif tersebut,” tutupnya.(akp)

Continue Reading

Trending

Hati-hati salin tanpa izin kena UU no.28 Tentang Hak Cipta