Connect with us

Ekonomi & Bisnis

Jefry : Ketersediaan Bapok Jadi Program Prioritas di APBD-P Tahun 2020

Published

on

Kepala Biro Perekonomian Papua Barat, Jefry Auparay.

MANOKWARI, JAGATPAPUA.com – Pemprov Papua Barat, masih fokus pada upaya penanganan dampak Pandemi Covid-19, khususnya terkait ketersediaan bahan pokok (Bapok), bagi kebutuhan masyarakat.

Hal ini membuat ketersediaan bahan pokok, menjadi salah satu usulan prioritas dari Biro Perekonomian dalam APBD Perubahan Tahun Anggaran 2020.

“Kita fokus pada ketersediaan bapok untuk memenuhi kebutuhan warga di Papua Barat, apalagi kita akan memasuki hari raya Natal dan Tahun Baru 2021,” kata Kepala Biro Perekonomian Papua Barat, Jefry Auparay, saat ditemui, Kamis (22/10/2020).

Selain itu, dia menyebutkan anggaran di Biro Perekonomian tahun 2020 mencapai Rp10 Miliar. Namun dampak Pandemi, sehingga dilakukan pergeseran anggaran sebesar 50% dan tersisa Rp 5 Miliar.

“Kondisi ini menyebabkan pelaksanaan sejumlah program kerja di biro terhambat. Namun di APBD-P, kita tidak mengajukan usulan anggaran yang besar karena berkaitan dengan rendahnya serapan anggaran di akhir tahun,” tutupnya.(sos)

Continue Reading
Advertisement


 

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Adat

Pemprov Papua Barat Terima DIPA 2021 Sebesar Rp24,4 Triliun

Published

on

MANOKWARI,JAGATPAPUA.com– Pemerintah Provinsi Papua Barat menerima Daftar Isian Pengelolaan Anggaran (DIPA) tahun 2021 dari Pemerintah pusat sebesar Rp26,4 Triliun.

Hal ini tidak terlepas dari perintah presiden RI Joko Widodo dengan maksud agar belanja APBN dapat memicu pemulihan ekonomi dari situasi pandemi Covid-19.

DIPA tersebut diserahkan oleh Presiden Joko Widodo secara virtual kepada Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan, pada Rabu (25/11/2020) dan DIPA tersebut dilanjutkan Gubernur kepada Pemerintah Kabupaten Kota Se-Papua Barat pada Kamis (26/11/2020) di swisbel Hotel Manokwari.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Papua Barat, Hari Utomo menyampaikan bahwa total dana APBN tahun 2021 yang terdiri dari dana DIPA Kementerian Negara/Lembaga ( K/L ), Dana Transfer dan Dana Desa yang dialokasikan untuk Provinsi Papua Barat sebesar Rp 26,4 triliun.

“Peran penting APBN sebagai instrumen fiskal dan sekaligus instrumen untuk melakukan counter cyclical perlu dimaksimalkan bersama. APBN dapat berfungsi sebagai stimulus untuk terus mendorong belanja Negara yang efektif, inklusif terukur dan memiliki dampak langsung kepada masyarakat dan ekonomi baik oleh pemerintah pusat maupun pemerintah daerah,”Ungkap Hari

Ia merinci, DIPA yang diserahkan kepada satuan kerja (Satker) kementerian/lembaga serta pemerintah daerah baik provinsi maupun Kabupaten/Walikota berjumlah 382 DIPA dengan total alokasi dana sebesar Rp 9,62 triliun, atau meningkat 37,68 persen dari tahun sebelumnya yang sempat mengalami penyesuaian akibat pandemi. Sedangkan alokasi dana transfer dan Dana desa se Provinsi Papua Barat tahun 2021 sebesar Rp16,82 triliun atau menurun 14,58 persen dari tahun sebelumnya sebagai konsekuensi dari pandemi yang masih terjadi.

“Dana transfer Pusat ke Papua Barat meliputi dana alokasi umum sebesar Rp7,73 triliun, dana bagi hasil Rp 905,06 miliar, dana otonomi khusus Rp4,09 triliun, dana alokasi khusus fisik Rp1,43 triliun, dana alokasi khusus non-fisik Rp 919, 45, miliar, dana insentif daerah Rp191,52 miliar; dan dana desa Papua Barat pada tahun 2021 mendapat alokasi sebesar Rp 1,55 triliun,”bebernya.(me)

Continue Reading

Adat

Bertemu Relawan Warmpramasi, Alyosius: Perjitu Strategi Dan Komitmen Relawan Wujudkan Kemenangan HEBO

Published

on

Ketua Tim Pemenangan HEBO, Alyosius Siep.

MANOKWARI,JAGATPAPUA.com– Ketua Tim Pemenangan HEBO Alyosius Siep mengatakan, menjelang Pilkada Manokwari, Tim relawan Calon Bupati dan Wakil Bupati Manokwari tahun 2020, Hermus Indou dan Edy Budoyo (HEBO) terus memperjitu strategi dan komitmen untuk mewujudkan kemenangan HEBO.

“Kemenangan HEBO sudah ada tinggal kerja untuk mendapat kemenangan itu. Jadi mari tim relawan kita perjitu dan jaga strategi kita untuk mewujudkan kemenangan itu, Karena Hermus-Budoyo adalah calon pemimpin yang layak pimpin manokwari,”ungkap Alyosius, saat berjumpa tim relawan di dataran Warmpramasi dengan Paslon Hermus-Budoyo, Kamis (26/11/2020).

Pada kesempatan itu, Alyo juga mengingatkan relawan maupun warga masyarakat Warmpramasi agar waspada dengan isu kartu gratis. Kartu yang menggratiskan penyediaan perumahan, pendidikan, kesehatan yang sesungguhnya hal tersebut merupakan program wajib Pemerintah Daerah.

“Jika paslon HEBO bilang program itu tidak benar itu wajar, kita bisa buktikan itu berdasarkan data, persoalan kesehatan itu ada Jamkesmas juga KIS, Dan agar dipahami masyarakat bahwa pendidikan gratis itu sudah diberlakukan sejak masa pemerintahan almarhum Demas. Jika sekarang ada yang bilang masih bayar mungkin itu uang komite yang sudah disepakati antara orang tua dan pihak Sekolah.

Pemda hanya menangani soal pendidikan jenjang SD dan SMP, sedangkan SMA dan perguruan tinggi itu kewenangan Pemprov dan Pusat.

Ketua Perindo Kabupaten Manokwari ini juga mengatakan, Dukungan 8 parpol dengan 19 kursi di DPRD Manokwari itu tidak sembarang, ini benar-benar menunjukan sangat besar potensi kemenagan HEBO.

Sementara Hermus dalam arahannya mengatakan, jika mau menang maka tugas kita adalah menjaga tempat pemungutan suara (TPS) guna memperoleh hasil pemungutan yang sesuai. Sehingga tidak terkesan menang hanya di baliho, tweter, facebook, sebab kemenangan yang pasti itu ada dihati rakyat dan TPS.

“Bukan facebook, memangnya facebook yang kasih menang kita kah?. Tugas tim adalah mengajak masyarakat ke TPS untuk memilih, sehingga tidak ada yang golput. Tim harus memberikan pemahaman baik kepada warga, termasuk program kerja HEBO,”ujarnya

Tim harus kerja sama, saling merangkul karena jika kebersamaan itu dipupuk maka kemenangan HEBO akan terwujud. Dukungan untuk HEBO sudah jelas sehingga diharapkan tim relawan bekerja sesuai tugas masing-masing.(advetorial)

Continue Reading

Ekonomi & Bisnis

Pemprov Papua Barat Naikkan Anggaran Prospek di 2021

Published

on

Acara peluncuran program strategis peningkatan pembangunan Kampung, Kelurahan dan Distrik di Manokwari, Rabu (25/11/2020).

MANOKWARI, JAGATPAPUA.com – Pemerintah Provinsi Papua Barat, tahun 2021, menaikan anggaran Program Strategis Ekonomi dan Kelembagaan Kampung (Prospek) pada 12 kabupaten dan 1 kota di wilayah itu.

Rinciannya, setiap kampung akan memperoleh dana Prospek sebesar Rp.265 juta, Rp 175 juta untuk Kelurahan dan Rp. 125 juta untuk Distrik.

“Program Prospek berupa bantuan keuangan kepada Distrik, Kelurahan dan Kampung, untuk meningkatkan tata kelola pemerintahan dan pembangunan sektor ekonomi dan kebutuhan dasar masyarakat asli Papua,” ungkap Gubernur Papua Barat, Drs. Dominggus Mandacan, Rabu (25/11/2020).

Gubernur berharap peningkatan anggaran prospek dapat menjadi pengungkit efektifitas pelaksanaan dana desa yang lebih efektif bagi pembangunan masyarakat asli Papua.

“Manfaat langsung program prospek menyasar pada peningkatan kapasitas dan indeks pembangunan manusia khusus di daerah terpencil,” ujar Gubernur.

Gubernur menyebutkan, selain memberikan bantuan bagi Kampung, Kelurahan dan Distrik. Di 2021, pemerintah juga memberikan bantuan perlindungan sosial yang bersumber dari dana Otsus. Bantuan ini dikhususkan bagi balita dan lanjut usia (lansia) orang asli Papua.

“Kedua program yang bersumber dari dana Otsus ini sengaja diberikan agar mampu mencapai visi mewujudkan masyarakat yang sejahtera,” ucapnya.

Sementara Kepala Bappeda Papua Barat, Dance Sangkek menyatakan, suntikan kenaikan anggaran prospek sesuai amanat pasal 8 ayat 1 huruf b Peraturan Daerah Khusus Provinsi Papua Barat Nomor 2 Tahun 2019, dan telah selaras dengan prioritas RPJMN Tahun 2020-2024.

“Program prospek ini sangat tepat selain selaras dengan RPJMN, dana ini juga menyasar kondisi pandemi dan pemulihan sektor ekonomi,” terangnya.

Ditambahkan, saat ini 1.742 Kampung, 92 Kelurahan dan 218 Distrik di seluruh Papua Barat, telah menerima pencairan anggaran prospek tahap I dan II dan sisa tahap III.

“Program prospek sempat terhenti di tahun 2018 dan 2019. Pada Tahun 2020 kembali digulirkan untuk memperkuat integrasi dan sinergi pelaksanaan Otsus melalui pendekatan kerjasama dan keberpihakan pada orang asli Papua,” sebutnya.

“Harapan kita program bantuan ini dapat membawa perubahan dan pemulihan sektor ekonomi masyarakat asli Papua di tengah pandemi Covid-19” tandasnya.(sos)

Continue Reading

Trending

Hati-hati salin tanpa izin kena UU no.28 Tentang Hak Cipta