Connect with us

Adat

Ini Jumlah Peserta Pesparawi Dan Kategori Lomba Yang Diikuti

Published

on

Ketua Panitia Pesparawi Ke-XIII Tingkat Provinsi Papua Barat, Abia Ullu S.Sos.

MANOKWARI,JAGATPAPUA.com– Ketua Panitia Pesparawi Ke-XIII Se-Tanah Papua Tingkat Provinsi Papua Barat, Abia Ullu S.Sos mengatakan, Pesparawi diikuti oleh 13 Kabupaten /kota se-Papua Barat dengan total jumlah peserta 1.753 orang dengan kategori lombanya masing-masing.

Abia merinci, Kabupaten Manokwari mengikutsertakan sebanyak 280 peserta lomba pesparawi dengan kategori lomba Paduan Suara Dewasa Campuran (PSDC), Paduan suara remaha pemuda pemudi (PSRP), Paduan Suara Wanita, Paduan suara Pria, paduan suara anak, Musik POP Gerejawi, da, Solo remaja Putri.

Kabupaten Sorong, mengikutsertakan 57 peserta dengan kategori lomba paduan suara anak, Vokal Group, , Musik Pop Gerejawi, Solo Remaja Putri, Solo remaja Putra, Solo Anak 7-9 tahun, Solo anak 10-13 Tahun.

Kabupaten Fak-Fak mengikutsertakan 134 peserta lomba dengan kategori lomba Paduan suara dewasa campuran, paduan suara remaja pemuda pemudi, paduan suara wanita, paduan suara pria, vocal group, solo remaja putra dan putri, solo anak 7-9 tahun, solo anak 10-13 tahun.

Kabupaten sorong, mengikutsertakan 248 peserta dengan kategori lomba Paduan suara dewasa campuran, paduan suara remaja pemuda pemudi, paduan suara wanita, paduan suara pria, paduan suara anak , paduan suara music etnik, vocal group, solo remaja putra dan putri, solo anak 7-9 tahun, solo anak 10-13 tahun.

Kabupaten Kaimana mengikutsertakan, 230 peserta lomba dengan kategori lomba Paduan suara dewasa campuran, paduan suara remaja pemuda pemudi, paduan suara wanita, paduan suara pria, paduan suara anak, paduan suara musik etnik, solo remaja putra dan putri, solo anak 7-9 tahun, solo anak 10-13 tahun.

Kabupaten Raja Ampat mengikutsertakan 125 peserta lomba dengan kategori lomba paduan suara remaja pemuda pemudi, paduan suara wanita, paduan suara music etnik.

Kabupaten Sorong Selatan, mengikutsertakan 204 peserta lomba dengan kategori lomba, Paduan suara dewasa campuran, paduan suara remaja pemuda pemudi, paduan suara wanita, paduan suara anak, paduan suara musik etnik, vocal group, music pop gerejawi, solo remaja putra dan putri, solo anak 10-13 tahun.

Kabupaten teluk Bintuni mengikut sertakan 147 peserta lomba dengan kategori lomba , Paduan suara dewasa campuran, paduan suara wanita, paduan suara anak, music pop gerejawi, solo remaja putra dan solo anak 10-13 tahun.

Kabupaten teluk wondama, mengikut sertakan 78 peserta lomba dengan kategori lomba, Paduan suara dewasa campuran, , paduan suara wanita, vocal group, solo anak 7-9 tahun dan solo anak 10-13 tahun.
Kabupaten Maybrat mengikut sertakan 250 peserta lomba dengan kategori lomba, paduan suara dewasa campuran, paduan suara remaja pemuda pemudi, paduan suara wanita, paduan suara pria, paduan suara musik etnik, vocal group, solo remaja putra dan putri, solo anak 7-9 tahun dan solo anak 10-13 tahun.

Kabupaten Manokwari Selatan, mengikut sertakan 55 peserta lomba dengan kategori lomba Vokal Group paduan suara remaja pemuda pemudi, Solo Anak 10-13 tahun, dan Kabupaten Pegaf mengikut sertakan 50 peserta lomba dengan kategori lomba paduan suara music etnik dan vocal grup, serta Kabupaten Tambrauw mengikut sertakan 141 peserta lomba dengan kategori paduan suara remaja pemuda pemudi, paduan suara anak, paduan suara musik etnik, vocal group, solo remaja putra dan putri, solo anak 7-9 tahun dan solo anak 10-13 tahun.

“Dan dalam penilaian lomba pesparawi ini ada 13 juri yang menilai yang terdiri dari 10 juri luar papua barat dan 3 juri local. Saya berharap pelaksanaan iven ini dapat menghasilkan anak-anak yang memiliki bakat bernyayi terutama untuk memuliakan Tuhan,”harap Abia

Ia juga berharap dukungan dari semua pihak terutama para pengurus dan peserta Lomba pesparawi sehingga pelaksanaan pesparawi tersebut dapat berjalan dengan aman damai dan sukses.(JP/me)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Adat

Bupati Indou Sebut Pemekaran Kota Madya Masuk Dalam RPJMD Manokwari

Published

on

Bupati Manokwari, Hermus Indou SIP,.MH.

MANOKWARI,JAGATPAPUA.com– Bupati Manokwari, Hermus Indou SIP,.MH mengatakan, pemekaran Kota Madya Manokwari menjadi program strategis dan masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Manokwari.

“Pemekaran Kota Madya Manokwari menjadi program strategis yang masuk dalam RPJMD masa pemerintahan saya dan pak Wakil Bupati Edy Budoyo,”ungkap Bupati kepada awak media di ruang kerjanya, Senin ( 01/02/2021 ).

Pemekaran kota madya tersebut dilakukan setelah adanya kebijakan Presiden untuk mencabut moratorium pemekaran Daerah Otonomi Baru (DOB).

“Kita menunggu sampai moratorium dicabut oleh pemerintah dan pembukaan kembali ruang pemekaram di seluruh Indonesia. Jika moratorium dicabut maka tidak ada alasan lagi untuk pemekaran daerah otonomi baru,”tukasnya.

Sudah jelas pihaknya akan mendorong pemekaran Kota Madya dimaksud bahkan terkait hal ini tetap masuk dalam RPJMD Manokwari. Tentu diharapkan, hal ini didukung oleh semua pihak terkait, termasuk masyarakat yang ada diwilayah Manokwari.(JP/alb)

Continue Reading

Adat

Bupati: Percepatan Realisasi Program Daerah, Butuh ASN Yang Paham Pemerintahan

Published

on

Bupati Manokwari, Hermus Indou SIP,.MH.

MANOKWARI,JAGATPAPUA.com– Pemerintah Daerah Manokwari membutuhkan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang paham terkait birokrasi pemerintahan, untuk mempercepat realisasi program pembangunan daerah disetiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

“Masa jabatan Saya dan Pak Edy hanya tiga setengah tahun, karena itu tentu kita butuh percepatan realisasi dalam semua program Pembangunan Daerah. Saat ini kita butuh ASN yang mengerti tentang pemerintahan, pembangunan dan juga pembinaan kemasyarakatan pada setiap tugas pokok dan fungsi di setiap OPD,” kata Bupati

Sehingga dapat membantu Kepala Daerah dalam mengakselerasi setiap program kerjanya dengan baik sesuai dengan visi dan misi Pemerintah Kabupaten Manokwari, yaitu Kabupaten Manokwari menjadi pusat peradaban di tanah Papua dan ibukota provinsi Papua Barat yang religius berdaya saing Mandiri dan sejahtera.

Dalam masa 100 hari kerja, pihaknya akan melakukan konsolidasi Pemerintahan dan program kerja di Lingkup pemda Kabupaten Manokwari. Dimana dalam konsulidasi nanti tidak adanya istilah “cuci gudang” atau perombakan kabinet tetapi terkait penilaian atas kelayakan ASN yang akan diberikan kepercayaan dan juga wewenang untuk membantunya dalam penyelenggarakan tugas pemerintahan.

“Tetapi juga pembangunan dan pembinaan kemasyarakatan termasuk pemberdayaan ekonomi kerakyatan di Manokwari. Jadi dalam evaluasi nanti kita hanya melihat kelayakan dan kecocokan ASN dengan jabatannya juga kompetensinya seperti apa itu yang dinilai,”tandas Hermus saat ditemui wartawan, Senin ( 01/03/2021 ).

Selanjutnya sesudah penilaian tersebut dilakukan, maka diharapkan proses rekrutmen itu segera kita lakukan sehingga pengisian dan juga penyegaran di dalam sistem pemerintahan kita harus segera kita lakukan.

Untuk evaluasi akan dilakukan secara menyeluruh sehingga kekosongan jabatan termasuk kepala OPD akan terisi sedangkan yang sudah terisi perlu dievaluasi.

“Rolling akan dilakukan sesuai dengan kompetensi yang dimiliki oleh masing-masin ASN. Selain itu saya berharap agar dipercepat musrembang RPJMD sehingga grand desain pembangunan Kabupaten Manokwari sebagai Ibu Kota Provinsi baik infrastrukturnya, ekonominya, maupun sosial dan aspek-aspek dari grand desain tersebut bisa diselesaikan dalam 100 hari kerja saya dan pak Wakil,”harap Hermus.(JP/alb).

Continue Reading

Adat

Sebagai Wujud Janji Politik, Hermus-Budoyo Akan Jumpa Masyarakat Di 9 Distrik

Published

on

Bupati Kabupaten Manokwari, Hermus Indou SIP,.MH. dan Wakil Bupati Drs Edy Budoyo.

MANOKWARI,JAGATPAPUA.com– Sesuai Komitmen dan janji Politik pada kontestasi Pemilukada Desember 2020, Bupati Manokwari Hermus Indou dan Wakil Bupati Edy Budoyo akan bertemu masyarakat di 9 Distrik se-Kabupaten Manokwari.

“Sebagai kepala Daerah kita berupaya untuk mewujudkan terlebih dahulu program 100 hari kerja di masa pemerintahan HEBO saat ini, yakni secara seremonial akan di lakukan syukuran dibeberapa distrik, karena perjuangan ini adalah perjuangan seluruh rakyat di kabupaten manokwari,”kata Bupati Hermus Indou, Senin (1/3/2021) dikantor Bupati.

Mendatangi masyarakat dan menyampaikan terima kasih adalah suatu keharusan sebab rakyat telah berpartisipasi dalam memberikan dukungan saat Pemilukada.

“Dalam pertemuan nantinya kita ingin menyampaikan pesan pemerintah kepada rakyat untuk mendukung pemerintah saat ini tanpa ada batas-batas atau kelompok. Juga tidak ada konflik yang membuat disintegrasi sosial dan juga disintegrasi politik di tengah-tengah masyarakat,”tandas Bupati.(JP/alb)

Continue Reading

Trending

Hati-hati salin tanpa izin kena UU no.28 Tentang Hak Cipta