Connect with us

Ekonomi & Bisnis

Hutan Mangrove di Distrik Oransbari Akan Dijadikan Kawasan Wisata

Published

on

MANSEL, JAGATPAPUA.com – Pemerintah Kabupaten Manokwari Selatan, menargetkan pembangunan tempat wisata hutan “mangrove” atau bakau di Kampung Oransbari, Distrik Oransbari.

Hal ini diungkapkan Bupati Manokwari Selatan, Markus Waran, saat meninjau hutan mangrove, Jumat (21/2/2020).

Dalam peninjauan hutan mangrove di Kampung Oransbari, yang diperkirakan seluas 400 Hektar ini, Bupati ditemani Ketua DPRD Mansel, Moses Anari.

“Pemanfaatan hutan mangrove ini, selain menjaga kelestarian lingkungan pesisir, juga dapat memberikan kontribusi berupa pendapatan asli daerah atau PAD dari sektor pariwisata,” ungkap Bupati.

Bupati juga mengatakan pada objek wisata mangrove tersebut akan dibangun prasarana dan sarana pendukungnya.

“Kawasan hutan mangrove di Kampung Oransbari, masih alami dan warga setempat juga melarang ada aktivitas berlebihan di hutan itu, selain memancing,” tutur Bupati.

Bupati menambahkan pembangunan kawasan wisata hutan manggrove ini masuk perencanaan tahun 2020, sehingga diharapkan di tahun 2021sudah dapat dibangun.(nae)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ekonomi & Bisnis

PT. Makmur Sejahtera Permai, Jamin Pasokan Bapok Aman Ditengah Wabah Corona

Published

on

KAIMANA, JAGATPAPUA.com – Manajer PT. Makmur Sejahtera Permai, Cabang Kaimana, Taofik Shio, memastikan ketersediaan bahan pokok (Bapok) aman, ditengah mewabahnya Virus Corona (Covid-19).

Bahkan, Taofik mematikan jika sewaktu-waktu pemerintah melakukan Lockdown pada pelabuhan laut dan udara, pihaknya dapat menjamin bapok tetap aman hingga satu bulan kedepan.

“Digudang kami masih ada stok beras dan minyak goreng. Maksimal bisa bertahan hingga satu bulan ke depan, untuk mencukupi kebutuhan warga Kaimana,” ungkapnya, saat ditemui, Sabtu (28/3/2020).

Dia juga mengaku jika kapal barang masih diijinkan masuk untuk melakukan pembongkaran dalam dua minggu, kebutuhan akan sembako dijamin dapat mencukupi hingga tiga bulan kedepan.

“Untuk stok beras dari ukuran 5 Kg hingga 25 Kg, masih tersedia sebanyak 4.600 Sak (karung). Kita juga masih punya stok beras di dua konteiner yang belum dibongkar di pelabuhan,” jelasnya.

Ditanya soal kemungkinan akan ada kenaikan harga kebutuhan pokok, ia mengatakan untuk harga jual masih tetap sama, belum ada kenaikan.

“Harga jual tetap, hanya kita akan batasi pengambilan dari para pengecer. Ini untuk mengantisipasi adanya penimbunan, apa lagi dengan situasi saat ini,” tutupnya.(lc)

Continue Reading

Ekonomi & Bisnis

Bupati Waran Pastikan Pangan Aman Ditengah Status Darurat Corona

Published

on

MANSEL, JAGATPAPUA.com – Bupati Manokwari Selatan (Mansel), Markus Waran, menggelar rapat terbatas ditengah status darurat seiring meningkatnya penyebaran wabah Virus Corona (Covid-19), Sabtu (28/3/2020).

Dalam rapat tersebut, Bupati Waran meminta Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Perindakop), dapat memastikan ketersediaan bahan pokok aman, serta mengawasi agar beras tidak dijual keluar daerah.

“Ini untuk menangani salah satu bentuk darurat, terkait pangan daerah di kabupaten Manokwari Selatan,” ungkap Bupati Waran.

Selain itu, Bupati Waran juga mengeluarkan instruksi terkait pemberlakukan jam operasional pelaku usaha, dimana dibuka mulai pukul 08.00 WIT hingga ditutup pukul 21 WIT.

“Pembelakukan jam operasional ini sebagai upaya pencegahan wabah Covid-19 di Kabupaten Manokwari Selatan,” tandas Bupati Waran.(nae)

Continue Reading

Ekonomi & Bisnis

Dampak Virus Corona, Harga Kebutuhan Pokok Mulai Naik di Mansel

Published

on

MANSEL, JAGATPAPUA.com – Sejak merebaknya kasus virus corona atau Covid-19, berdampak terhadap harga-harga sejumlah kebutuhan pokok yang merangkak naik di Kabupaten Manokwari Selatan (Mansel).

Pantauan dilapangan, Kamis, (26/3/2020), sejumlah kebutuhan pokok, seperti beras 16 kg yang biasa dijual Rp190 ribu kini menjadi Rp 200 ribu hingga Rp230 ribu. Sedangkan gula pasir yang sebelumnya dijual Rp 20 ribu/kg kini menjadi Rp27 ribu/kg.

Kenaikan harga kebutuhan pokok ini tentu disesalkan oleh sejumlah konsumen, ditengah mewabahnya Covid-19. Salah satunya Ibu Maria.

“Kita ini kaget. Disaat situasi sedang panik dengan wabah Virus Corona, tiba-tiba harga kebutuhan pokok naik. Jadi kita harap dinas terkait bisa lakukan sidak untuk menegur para pedagang ini,” ungkap Ibu Maria, saat ditemui di Pasar Kenangan Ransiki.

Sementara warga lainnya Sumiati juga mengeluhkan hal yang sama. Dia mengatakan kenaikan harga ini sudah terjadi disaat pemerintah mengumumkan para pegawai bekerja dirumah, untuk mewaspadai penyebaran Covid-19.

“Kita ini belum tau, apakah kenaikan itu karena anjuran dari pemerintah atau sepihak dari pedagang,” ucapnya.

Untuk itu mereka berharap pemerintah daerah segera melakukan sidak dan bertindak tegas terhadap pedagang nakal yang memanfaatkan situasi wabah covid-19, untuk mencari keuntungan.(nae)

Continue Reading

Trending

Hati-hati salin tanpa izin kena UU no.28 Tentang Hak Cipta