Connect with us

Adat

Horota Ajak Masyarakat Dukung Program Vaksinasi Nasional

Published

on

Ketua Dewan Adat Papua (DAP) wilayah III Domberai, Papua Barat, Zakarias Horota, saat mengikuti vaksinasi perdana Covid-19.

MANOKWARI, JAGATPAPUA.com – Ketua Dewan Adat Papua (DAP) wilayah III Domberai, Papua Barat, Zakarias Horota, mengajak seluruh warga pribumi di wilayah Kepala burung pulau Papua, agar tidak terprovokasi dengan berbagai kabar bohong tentang bahaya vaksin Covid-19.

Pasalnya, kata dia program vaksinasi serentak secara nasional oleh Pemerintah tersebut merupakan misi penyelamatan umat, termasuk orang asli papua (OAP) dari ancaman Covid-19 yang masih mewabah di wilayah Papua Barat.

“Ini masalah pilihan sehat untuk hidup di tengah ancaman pandemi, bukan persoalan diajak atau terpaksa. Oleh karena itu semua pihak termasuk DAP ikut mendukung program vaksinasi di Papua Barat,” katanya usai divaksinasi bersama belasan perwakilan pejabat daerah di Papua Barat.

Selain itu, dia mengatakan, pemerintah tak mungkin mencelakakan masyarakat lewat vaksin Covid-19.

“Memang saya sempat berniat untuk menolak program vaksinasi di wilayah Papua Barat, karena terhasut kabar bohong. Namun setelah berpikir, tidak mungkin jutaan nyawa manusia di Papua Barat mau dicelakakan oleh Pemerintah lewat vaksin ini,” ucapnya.

“Dasar pikiran itu, maka saya pun bersedia untuk divaksin perdana, karena kami OAP ras Melanesia, sudah sedikit jangan lagi ada OAP jadi korban ditengah pandemi Corona ini,” tambahnya.

Sementara, vaksinasi Covid-19 di Provinsi Papua Barat resmi dibuka oleh Gubernur Dominggus Mandacan di RS. Provinsi, Kamis (14/1/2021), ditandai dengan penyematan baju rompi kepada sejumlah perwakilan petugas vaksin (vaksinator) dan penyerahan vaksin kepada tim Satgas Covid-19 setempat.

Penerima vaksin perdana di Papua Barat, adalah Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi (wakajati) Papua Barat, Witono, setelah melalui proses skrining oleh petugas dan dinyatakan layak untuk menerima vaksin.

Dikatakan Witono, vaksin merupakan bagian dari upaya Pemerintah untuk mengurangi dampak buruk dari penyebaran Covid-19 di Papua Barat sehingga dirinya sangat siap untuk divaksin pertama di Papua Barat.

“Tidak perlu takut, karena saya sudah melaluinya dan saya baik-baik saja setelah divaksin,” ucap Witono.

Panglima Kodam XVIII Kasuari Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa, juga telah menerima vaksin mewakili unsur TNI di Papua Barat dan pihaknya pun mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersama perangi Covid-19 dengan vaksinasi dan tetap patuhi protokol kesehatan.

“Tidak ada yang perlu ditakuti, Presiden dan Panglima TNI kemarin sudah divaksin, saya pun hari ini. Jadi mari sama-sama kita bantu Pemerintah dan selamatkan diri kita, keluarga dan sesama anak bangsa dari ancaman Covid-19,” tutur Cantiasa.

Juru bicara Satgas Covid-19 Papua Barat, dr.Arnold Tiniap, menambahkan vaksin Covid-19 adalah salah satu solusi pemerintah untuk melemahkan virus Corona, tetapi bukan satu-satunya obat untuk mematikan virus Corona.

“Jadi fungsi kerja vaksin ini hanya untuk melemahkan virus Corona, jadi ketika disuntikkan ke tubuh manusia, maka tubuh penerima vaksin akan lebih mampu melawan virus Corona ketika terpapar,” ujar Tiniap.

Kesempatan itu, Tiniap juga mengajak warga Papua Barat agar tetap ikuti anjuran Pemerintah dalam penerapan protokol kesehatan, meski program vaksinasi telah dijalankan di Papua Barat.

“Vaksinasi berjalan, tapi protokol kesehatan tetap paling utama. Jangan pernah abai, karena virus ini nyata dan masih ada di antara kita,” tukas Tiniap.

“7.160 dosis vaksin Covid-19 Papua Barat, untuk tahap pertama diprioritaskan bagi tenaga kesehatan di kabupaten Manokwari, Manokwari Selatan dan Kota Sorong,” tandas Tiniap.(me)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Adat

Hermus Imbau Masyarakat Tak Jual Tanah, Tapi Tanam Kelapa Sawit

Published

on

Salah satu lahan peremajaan kelapa Sawit, di SP7 Masni Manokwari. (Dok jagat)

MANOKWARI,JAGATPAPUA.com– Masyarakat pemilik ulayat yang tinggal di wilayah dataran Warmare, Prafi, Masni, Sidey (Warmpramasi) Kabupaten Manokwari diingatkan untuk tidak menjual tanahnya, tetapi dimanfaatkan untuk peremajaan kelapa sawit.

Karena saat ini, pemerintah daerah sedang memperjuangkan kehadiran pabrik Sawit, dan salah satu syarat terwujudnya kehadiran pabrik dimaksud harus ditunjang oleh hasil produksi sawit itu sendiri.

Untuk itu, masyarakat mulai saat ini harus melakukan peremajaan sawit diatas lahan masing-masing. Peremajaan sawit yang sudah dicanangkan di Mimbowi Distrik Masni beberapa waktu lalu akan terus dikawal pemerintah hingga tuntas, sebagai dasar diperjuangkannya pabrik tersebut.

Untuk itu ia mengimbau kepada masyarakat agar tidak menjual tanah, karena uang bisa bisa habis saat ini juga, dan kalian (masyrakat) kembali tinggal di Gunung lagi.

“Tolong sampaikan pesan ini kepada semua orang tua. Saya minta dengan Hormat agar jangan jual tanah, yang punya lahan kelapa sawit pemerintah pasti dukung untuk peremajaan, demi kepentingan masyarakat itu sendiri, dan hasilnya bisa dinikmati dalam waktu yang lama, tidak seperti jual tanah, terima uang, uang habis hari ini juga,”tandas Hermus, Minggu (11/4/2021).

Ia berharap dukungan masyarakat terutama suku arfak pemilik ulayat yang mendiami dataran Warmpramasi untuk bersama mendorong pelaksanaan peremajaan sawit, sebagai dasar dibangunnya Pabrik.

“Karena pabrik tidak akan dibangun sepanjang belum ada produksi Sawit yang siap. Inti dari semuanya ini kita hanya mau rakyat sejahtera , jangan terima uang hari ini langsung habis hari ini juga tapi mari pikir anak cucu kita kedepan, supaya mereka bisa menikmati hasilnya dalam waktu yang lama,”ucap Bupati Hermus.(JP/AR)

Continue Reading

Adat

Agar Tepat Sasaran, Perbub Bantuan Biaya Pendidikan Manokwari Segera Diterbitkan

Published

on

Bupati Manokwari, Hermus Indou SIP,.MH.

MANOKWARI,JAGATPAPUA.com– Pemerintah Daerah Manokwari, akan segera menerbitkan Peraturan Bupati (Perbub) terkait bantuan biaya pendidikan, sehingga tepat sasaran dan lebih merata.

Hal ini diungkapkan Bupati Manokwari, Hermus Indou SIP.,MH saat menjawab aspirasi warga masyrakat Kampung Snaimboy, Sabtu (10/4/2021), dikampung Snaimboy.

“Terkait bantuan Biaya pendidikan untuk mahasiswa yang menempuh pendidikan di luar manokwari maupun di manokwari, sudah saya instruksikan ke OPD (Organisasi Perangkat Daerah) terkait, untuk segera diterbitkan Perbub,”Kata Hermus

Setelah perbub diterbitkan baru dilanjutkan dengan pendataan mahasiswa yang berada di setiap kota study. Hal ini dimaksudkan agar kedepan penyaluran bantuan pendidikan lebih tepat sasaran dan merata. Tentu hal ini juga disesuaikan dengan jenis pendidikannya karena tentu postur pembiayaannya juga berbeda.

“Bantuan pendidikan hanya diberikan kepada mahasiswa yang memenuhi persyaratan dan ber KTP Manokwari. Jangan KTP Kabupaten Pegunungan arfak datang terima di Manokwari, atau kabupaten lain datang ajukan di manokwari. Saya akan lebih tegas, kita harus disiplin ya,”tegas Hermus

Sebab kata ia, pemerintah Manokwari tidak hanya memperhatikan mahasiswa asal suku Arfak saja, tetapi juga suku papua lainnya yang sudah menetap di Manokwari dan menempuh pendidikan di luar Papua.

“Kita harus mengaturnya secara baik, supaya semua orang bisa mendapatkan kesempatan ketika yang bersangkutan memenuhi syarat dan aturan, yang ada”tutup Hermus.(JP/AR)

Continue Reading

Adat

Lulus Dikmata TNI AD, 340 Prajurit Diingatkan Tetap Jaga Kesehatan Untuk Pendidikan Selanjutnya

Published

on

Panglima Kodam XVIII/Kasuari, Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa, Bupati Mansel Markus Waran ST.,MT, saat menutup Dikmata TNI AD Gelombang II TA 2020 (OV) di Rindam XVIII Kasuari, Distrik Momiwaren, Sabtu (10/4/2021).

MANSEL,JAGATPAPUA.com– Pangdam XVIII Kasuari Papua Barat, kembali mencetak 340 Prajurit lulusan Pendidikan Pratama Tamtama (Dikmata) TNI AD Gelombang II T.A 2020 (VO), di Rindam XVIII, Distrik Momiwaren.

“Kepada 340 prajurit yang baru lulus saya ingatkan agar tetap menjaga kesehatan tubuh untuk mengikuti pendidikan selanjutnya”kata Panglima Kodam XVIII/Kasuari, Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa, saat menutup Dikmata TNI AD Gelombang II TA 2020 (OV) di Rindam XVIII Kasuari, Distrik Momiwaren, Sabtu (10/4/2021).

“Makanlah makanan yang bergizi. Jangan begadang. Irit pakai uang, tapi jangn juga tidak makan makanan yang bergizi. Tetap jaga stamina tubuh,” tegas Pangdam.

Jendral Nyoman menjelaskan, pada Dikmata tersebut, 220 prajurit menyelesaikan pendidikan di Rindam XVIII/Kasuari, sementara 120 orang dititip di Rindam XVI/Patimura.

Menurut ia, 220 siswa yang telah menyelesaikan Dikmata tersebut nantinya akan melanjutkan pendidikan baik kecabangan infantri maupun pendidikan kejuruan lainnya. Untuk pendidikan kecabangan dilalsanakan di Rindam, sedangkan kejuruan lainnya di pusat pendidikan kecabangan di Jawa Barat.

Lanjut Pangdam, setelah resmi menjadi anggota TNI, 340 siswa Diktama tersebut akan menerima gaji penuh. Olehnya, Pangdam meminta agar upah yang diterima bisa digunakan sebaik-baiknya.

“Sekarang sudah terima gaji, sudah bukan uang saku lagi. Pakai uang untuk keperluan yang baik,” kata Pangdam.

Turut hadir pada penutupan Dikmata tersebut, Bupati Mansel Markus Waran ST.,MT, beserta para pejabat utama Kodam XVIII/Kasuari.(JP/NAE)

Continue Reading

Trending

Hati-hati salin tanpa izin kena UU no.28 Tentang Hak Cipta