16.8 C
Munich
Selasa, Juli 27, 2021

Gubernur Mengajak Masyarakat Meninggalkan Perbuatan Yang Dibenci Tuhan

Must read

MANOKWARI, JAGATPAPUA.com – Pada Moment Peringati Hari Kebangkitan Nasional ke -111, yang bertepatan dengan Bulan Suci Ramadhan, Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan mengajak seluruh Umat Muslim agar mengejar pahala dengan meninggalkan perbuatan yang dibenci oleh Allah, seperti permusuhan, kebencian maupun kebohongan dan fitnah.

“Di Bulan Ramadhan ini kita harus dapat menjadi Mahapatih Gajah Mada, dan mengakhiri puasa dengan hati dan lingkungan yang bersih berkat hubungan yang kembali Fitri dengan para saudara maupun kerabat dilingkungan kita masing – masing,” ungkap Dominggus, di lapangan apel kantor Gubernur, Senin (20/05/2019).

Dominggus menyatakan amukti palapa berarti sesuatu yang berkaitan dengan prihatin sang Mahapatih Gajah Mada. Artinya, ia tak akan menghentikan mati raga, atau puasanya sebelum mempersatukan Nusantara.

“Sumpah Palapa tersebut merupakan embrio paling kuat bagi janin persatuan Indonesia. Peringatan Hari Kebangkitan Nasional yang ke-111, patut jika dimaknai dengan teks Sumpah Palapa,” ujar Dominggus.

Dominggus menjelaskan sudah lebih dari satu abad kita menoreh catatan kehormatan, dan penghargaan atas kemajemukan Bangsa Indonesia, yang ditandai dengan berdirinya Organisasi Bodie Oetomo.

Dimana dalam kondisi kemajemukan suku, agama maupun budaya yang terlihat sangat ekstrim, namun sampai detik ini kita mampu menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan terlebih kita berada dalam situasi pasca-pesta demokrasi, yang menguras energi dan emosi sebagian besar masyarakat kita.

“Kuncinya terletak pada hasrat kita untuk tetap menjaga momentum, dan iklim yang tenang untuk bekerja. Kita harus jaga agar suasana selalu kondusif penuh harmoni dan persatuan,” terang Dominggus.

Semua harapan tersebut, kiranya sangat relevan apabila peringatan Hari Kebangkitan Nasional, disematkan tema “Bangkit Untuk Bersatu”. Kita bangkit untuk kembali menjalin persatuan dan kesatuan dalam bingkai negara kesatuan Republik Indonesia.

“Kita patut mengapresiasi pilihan yang berbeda – beda dalam pelaksanaan Pemilu, namun semua pilihan pasti akan bermuara pada kebaikan bangsa,” tandas Dominggus.(el)

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest article