Connect with us

Ekonomi & Bisnis

Gedung Dekranasda Papua Barat Diresmikan

Published

on

MANOKWARI, JAGATPAPUA. com – Gedung Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Papua Barat, diresmikan oleh Gubernur Papua Barat, Drs. Dominggus Mandacan, Kamis (28/11/2019).

Ketua Dekranas Pusat Grace Claudia P. Batubara, yang hadir pada peresmian itu, berharap ini dapat menjadi awal keberhasilan dan kesuksesan dalam meningkatkan daya saing produk kerajinan dan kesejahterakan perajin di Papua Barat.

“Hadirnya galeri ini diharapkan bisa membina dan mengembangkan seni kerajinan berbasis teknologi dan harapan semua perajin di daerah tentu ada komitmen pemerintah setempat,” ujarnya.

Selain itu dia mengatakan diera globalisasi, pengrajin di Papua Barat harus tetap kokoh semangat dalam mengembangkan berbagai macam hasil karya seni budaya lokal, sehingga dapat bermanfaat.

“Masa sekarang ini kita diperhadapkan dengan digitalisasi. Jadi harapannya hasil kerajinan lokal masyarakat Papua bisa dikenal seluruh penjuru dunia baik di Nasional maupun internasiaonal. Seperti, tas noken Papua yang sudah diakui Unesco,”ucapnya

“Kedepan juga harus ada langkah edukasikan, kepada masyarakat Papua untuk menjual meniatur seni budaya melalui online. Ini guna meningkatkan, pendapatan bagi masyarakat di Papua Barat,” tandasnya.

Istri Mentri Sosial RI ini, juga mengakui
kreatifitas masyarakat dalam menciptakan produk kerajinan tidak diragukan lagi. Sehingga industri kerajinan menjadi salah satu unggulan yang memberikan sumbangan cukup signifikan dalam perekonomian Indonesia.

Mengingat peranannya yang penting serta potensinya yang sangat besar untuk meningkatkan kreatifitas secara dinamis, Grace lalu menekankan bahwa seni kerajinan ini perlu digali, dilestarikan, dibina dan didorong pertumbuhan serta perkembangannya.

Sementara, Ketua Dekranasda Papua Barat, Yuliana Adolina Mandacan, mengharapkan kehadiran galeri ini dapat menekan angka penganguran di Papua Barat.

Selain itu, banyaknya home indsutri yang butuh pengembangan seperti batik, noken, makanan olahan dan kerajinan tangan lainnya. Sehingga butuh kerjasama dan kekompakan dari masyarakat Papua Barat dan juga pemerintah agar bisa dikembangkan dan dapat bersaing baik Nasional maupun internasional.

“Kedepan kita akan melestarikan budaya, dengan memberikan pemberdayaan, pelatihan dan pembinaan kepada masyarakat, agar produk-produk ini dikenal di seluruh dunia,” tandasnya.

Gubernur Papua Barat, Drs. Dominggus Mandacan yang meresmikan gedung tersebut mengaku, dukungan pemerintah dalam pertumbuhan Dekranasda merupakan wujud dan tekat pemerintah untuk terus berbenah diri untuk melangkah maju membangun berbagai sektor kerajinan.

“Kehaditan Galeri ini bagus, karena semua produk bisa jual disini, sehingga turis yang datang bisa tidak cari lagi tapi langsung ke sini bisa melihat hasil yang di buat kemudian melalui ini juga dapat meningkatkan pendapatan bagi masyarakat,” tukas gubernur.

Selain peresmian gedung, juga dilakukan penandatanganan MoU antara pemerintah dengan Dekranas dan antara Dekranasda dengan BNI. Juga penyerahan kredit tanpa bunga program BNI kepada 3 pengrajin Papua dan penyerahan bantuan kepada 2 pengusaha kecil secara simbolis.(chl)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

DPRD Manokwari

Sejumlah Wilayah Masih “Tidak ada Sinyal”, DPRD Manokwari RDP Dengan Diskominfo

Published

on

MANOKWARI, JAGATPAPUA.com – DPRD Manokwari menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Dinas Informasi dan Komunikasi (Infokom) Manokwari, serta Telkomsel, Senin (29/6/2020).

RDP tersebut menindaklanjuti masih adanya keluhan disejumlah wilayah yang belum mendapatkan jaringan, terutama di Warmare, Prafi, Masni, Sidey (Warpramasi), yang merupakan wilayah terjauh.

Pimpinan rapat Romer Tapilatu mengatakan banyak masyarakat yang mengeluh dengan kondisi jaringan telekomunikasi di Manokwari, terutama dengan kebijakan Work From Home (WFH).

“Masih ada wilayah yang belum terjangkau jaringan. Kita ingin tau apa penyebabnya, bahkan didalam kota saja ada yang belum stabil. Dengan adanya kebijakan kerja dan sekolah dari rumah dengan kondisi jaringan internet yang tidak stabil tentu bisa mengganggu,” ujarnya.

Sementara itu Kepala Dinas Infokom Manokwari Bondan Santoso, mengatakan selama ini pemasangan menara telekomunikasi oleh Telkomsel meminta rekomendasi dari Dinas Infokom.

“Beberapa wilayah akan dipasang menara baru seperti di Soribo dan Inggramui. Untuk wilayah yang jauh memang belum baik jaringannya, kita sudah meminta ke Kementrian Infokom untuk bisa dibantu melalui tower merah putih tetapi belum terealisasi karena banyak daerah yang juga meminta,” ujarnya.

“Memang itu merupakan program pusat untuk membuka akses, tetapi hanya bisa 2G. Kedepan akan diupayakan agar seluruh daerah bisa terakses jaringan. Saat ini menara telekomunikasi di Manokwari berjumlah 54 menara,” sambungnya.

Sementara Fahri sebagai perwakilan dari Telkomsel Manokwari menjelaskan belum meratanya jaringan di wilayah Warpramasi karena ada kendala pemasangan kabel optik. Namun dia menjamin dalam dua bulan kedepan jaringan akan lebih baik.

“Memang diwilayah Warpramasi 4 G agak lambat, tetapi kalau untuk telpon dan 2 G masih bisa digunakan. Semoga pemasangan kabel optik yang dilakukan Telkom tidak ada kendala,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu sempat menjadi sorotan CSR dari Telkomsel, dan Fahri mengatakan, CSR diberikan pada warga yang berdomisili disekitar menara telekomunikasi dalam bentuk uang tunai.(tik)

Continue Reading

Ekonomi & Bisnis

KNB Polda Pabar Sebar 68 Sak Beras, Stiker dan Masker Kepada Warga di Distrik Manokwari Barat

Published

on

MANOKWARI, JAGATPAPUA.com – Sebagai bentuk kepedulian sekaligus dalam rangka menyambut Hari Bayangkara ke-74 Tahun 2020 Polri melalui Komunitas Noken Bhayangkara (KNB) Polda Papua Barat, membagikan sembako kepada masyarakat Asli Papua di Distrik Manokwari Barat, Sabtu (27/6/2020).

Wilayah yang disasar, yakni Kampung Susweni di Kelurahan Amban, Kelurahan Padarni dan di Jalan Rendani kelurahan Wosi. Sementara sembako yang dibagikan berupa beras 68 sak beserta stiker dan masker 200 biji warna merah putih berlogo HUT Bhayangkara Ke 74.

Kegiatan bakti sosial ini pimpinan Kompol Bernadus Okoka (Kabag RBP Biro Rena Polda Papua Barat) didampingi anggota komunitas yang merupakan gabungan dari keseluruhan anggota polisi keturunan Papua.

“Pemberian sembako ini diharapkan dapat membantu meringankan beban sesama ditengah situasi Pandemi Covid-19 dan pengurus KNB mengucapkan terimakasi, kiranya niat baik kita dapat bermanfaat bagi kita semua,” ungkap Kompol Okoka.(rls)

Continue Reading

Ekonomi & Bisnis

Gubernur Canangkan Aimasi Sebagai Kampung ‘Munu Yaba Nonti’ di Papua Barat

Published

on

MANOKWARI, JAGATPAPUA.com – Gubernur Papua Barat, Drs Dominggus Mandacan Bersama Kapolda Papua Barat Kapolda Papua Barat Irjen Pol Tornagogo Sihombing, mencanangkan, Kampung Aimas sebagai Kampung Tangguh Berdikari di Kabupaten Manokwari.

Pencanangan ini dilakukan dalam rangka menuju tatanan era ‘New Normal’ Covid -19 di provinsi Papua Barat, dan akan menyusul 12 kampung lainnya diwilayah hukum Polres di Kabupaten/Kota.

Sementara Gubernur Papua Barat, Drs. Dominggus Mandacan, mengapresiasi program kerja Polda Papua barat, menuju masa transisi ‘New Normal’.

“Yang saya amati penerapan protokol kesehatan di Kampung Aimas sangat baik dan siap. Kita lihat tadi semua gang dijaga petugas, disediakan sabun cuci tangan, air bersih disetiap depan rumah masyarakat,” ungkap Gubernur.

Gubernur juga meminta agar penerapan protokol Kesehatan Covid -19, terus dipertahankan dan dimaksimalkan, sehingga Kampung Aimas dapat menjadi kampung percontohan bagi Kampung lainnya di wilayah Papua Barat.

“Saya harapkan melalui program polda Papua Barat untuk mencanangkan kampung tangguh berdikari disemua kab kota menjadi motivasi bagi kampung lain di PB”

Gubernur juga meminta semua pemerintah kampung agar memaksimalkan dana bantuan desa, karena dana itu tidak hanya untuk ketahanan pangan, penguatan ekonomi dan keamanan tetapi juga untuk penanganan Covid-19.

Sementara Kapolda Papua Barat menjelaskan, Aimasi dicanangkan sebagai Kampung Tangguh Berdikari karena telah memenuhi tiga kriteria, yaitu kesiapan ketahanan pangan, kesehatan terkait Covid-19, dan juga Keamanan.

Menurut Kapolda Pandemi Covid-19 telah mempengaruhi aspek kehidupan diantaranya sektor ekonomi, sosial budaya, ataupun kebiasaan yang sebelumnya dilakukan tentu ada perubahan, sehingga perubahan tersebut dikenal dengan sebutan ‘New Normal atau kehidupan baru.

Pengertian kehidupan baru masyarakat tetap menjalankan protokol kesehatan secara ketat, tidak hanya mencuci tangan memakai masker menjaga jarak, tetapi juga mematuhi aturan protokol kesehatan selama berada di area publik.

“Dalam pelaksanaannya, kita semua dituntut komitmen dalam mempertahankan penerapan protokol kesehatan, dan ini butuh kesadaran dan peran serta seluruh masyarakat,” sebut Kapolda.

Selain itu kata Kapolda launcing Kampung Berdikari Aimasi ini sesuai kearifan lokal dengan menggunakan bahasa hatam ‘Munu Yaba Nonti’ Aimasi. Yang merupakan awal kedisiplinan dan kepatuhan masyarakat terkait protokol kesehatan, karena kebiasaan karakteristik sangat penting untuk mewujudkan.

“Kampung Aimasi di Distrik Prafi merupakan file project atau percontohan kampung yang dapat menerapkan persyaratan dalam ‘New Normal dengan disiplin dan mandiri guna memutus mata rantai Covid-19,” tandas Kapolda.(alb)

Continue Reading

Trending

Hati-hati salin tanpa izin kena UU no.28 Tentang Hak Cipta