Connect with us

Adat

Dominggus Hadiri Penyerahan 584.407 Sertifikat Tanah Rakyat Oleh Presiden RI

Published

on

Gubernur Papua Barat Drs Dominggus Mandacan saat menghadiri penyerahan Sertifikat Hak Atas tanah Oleh Presiden RI Jokowi Kepada Masyarakat di 26 Provinsi se-Indonesia Selasa (5/1/2021) Di Aston Hotel Manokwari.

MANOKWARI,JAGATPAPUA.com– Presiden RI Joko Widodo secara simbolis menyerahkan 584.407 lembar sertifikat hak atas tanah kepada para penerima di 26 Provinsi se-Indonesia dan 273 kabuoaten/Kota diseluruh Indonesia.

Penyerahan sertifikat hak atas tanah tersebut dilakukan secara virtual dan diikuti oleh Gubernur se-Indonesia termasuk Gubernur PB Drs Dominggus Mandacan Selasa (5/1/2021) di Aston Niu Hotel.

Dalam sambutannya, Jokowi mengatakan, Tak ada yang berubah dari komitmen pemerintah untuk mempercepat sertifikasi tanah di seluruh Indonesia. Bahkan di saat kita disibukkan dengan penanganan pandemi hampir sepanjang tahun 2020, pemerintah tetap menyelesaikan 6,8 juta lembar sertifikat tanah untuk masyarakat di seluruh Indonesia.

Penyerahan sertifikat tersebut akan memberikan kepastian hukum hak atas tanah kepada masyarakat melalui program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) dan redistribusi tanah yang selama beberapa tahun terakhir dijalankan pemerintah.

Tahun 2017 lalu, saat program percepatan ini mulai berjalan, BPN menerbitkan sebanyak 5,4 juta sertifikat, lebih sepuluh kali lipat dari tahun-tahun sebelumnya yang hanya kurang lebih 500 ribu sertifikat per tahunnya. Tahun 2018 pemerintah menyelesaikan 9,3 juta sertifikat dan sebanyak 11,2 juta sertifikat di tahun 2019.

“Untuk itu, saya ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh jajaran kementerian ATR/BPN, kantor wilayah, dan kantor pertanahan provinsi serta kabupaten/kota atas kerja kerasnya menyelesaikan target-target yang telah saya berikan,”ucap Jokowi.(me)

Continue Reading
Advertisement


 

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Adat

Horota Ajak Masyarakat Dukung Program Vaksinasi Nasional

Published

on

Ketua Dewan Adat Papua (DAP) wilayah III Domberai, Papua Barat, Zakarias Horota, saat mengikuti vaksinasi perdana Covid-19.

MANOKWARI, JAGATPAPUA.com – Ketua Dewan Adat Papua (DAP) wilayah III Domberai, Papua Barat, Zakarias Horota, mengajak seluruh warga pribumi di wilayah Kepala burung pulau Papua, agar tidak terprovokasi dengan berbagai kabar bohong tentang bahaya vaksin Covid-19.

Pasalnya, kata dia program vaksinasi serentak secara nasional oleh Pemerintah tersebut merupakan misi penyelamatan umat, termasuk orang asli papua (OAP) dari ancaman Covid-19 yang masih mewabah di wilayah Papua Barat.

“Ini masalah pilihan sehat untuk hidup di tengah ancaman pandemi, bukan persoalan diajak atau terpaksa. Oleh karena itu semua pihak termasuk DAP ikut mendukung program vaksinasi di Papua Barat,” katanya usai divaksinasi bersama belasan perwakilan pejabat daerah di Papua Barat.

Selain itu, dia mengatakan, pemerintah tak mungkin mencelakakan masyarakat lewat vaksin Covid-19.

“Memang saya sempat berniat untuk menolak program vaksinasi di wilayah Papua Barat, karena terhasut kabar bohong. Namun setelah berpikir, tidak mungkin jutaan nyawa manusia di Papua Barat mau dicelakakan oleh Pemerintah lewat vaksin ini,” ucapnya.

“Dasar pikiran itu, maka saya pun bersedia untuk divaksin perdana, karena kami OAP ras Melanesia, sudah sedikit jangan lagi ada OAP jadi korban ditengah pandemi Corona ini,” tambahnya.

Sementara, vaksinasi Covid-19 di Provinsi Papua Barat resmi dibuka oleh Gubernur Dominggus Mandacan di RS. Provinsi, Kamis (14/1/2021), ditandai dengan penyematan baju rompi kepada sejumlah perwakilan petugas vaksin (vaksinator) dan penyerahan vaksin kepada tim Satgas Covid-19 setempat.

Penerima vaksin perdana di Papua Barat, adalah Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi (wakajati) Papua Barat, Witono, setelah melalui proses skrining oleh petugas dan dinyatakan layak untuk menerima vaksin.

Dikatakan Witono, vaksin merupakan bagian dari upaya Pemerintah untuk mengurangi dampak buruk dari penyebaran Covid-19 di Papua Barat sehingga dirinya sangat siap untuk divaksin pertama di Papua Barat.

“Tidak perlu takut, karena saya sudah melaluinya dan saya baik-baik saja setelah divaksin,” ucap Witono.

Panglima Kodam XVIII Kasuari Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa, juga telah menerima vaksin mewakili unsur TNI di Papua Barat dan pihaknya pun mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersama perangi Covid-19 dengan vaksinasi dan tetap patuhi protokol kesehatan.

“Tidak ada yang perlu ditakuti, Presiden dan Panglima TNI kemarin sudah divaksin, saya pun hari ini. Jadi mari sama-sama kita bantu Pemerintah dan selamatkan diri kita, keluarga dan sesama anak bangsa dari ancaman Covid-19,” tutur Cantiasa.

Juru bicara Satgas Covid-19 Papua Barat, dr.Arnold Tiniap, menambahkan vaksin Covid-19 adalah salah satu solusi pemerintah untuk melemahkan virus Corona, tetapi bukan satu-satunya obat untuk mematikan virus Corona.

“Jadi fungsi kerja vaksin ini hanya untuk melemahkan virus Corona, jadi ketika disuntikkan ke tubuh manusia, maka tubuh penerima vaksin akan lebih mampu melawan virus Corona ketika terpapar,” ujar Tiniap.

Kesempatan itu, Tiniap juga mengajak warga Papua Barat agar tetap ikuti anjuran Pemerintah dalam penerapan protokol kesehatan, meski program vaksinasi telah dijalankan di Papua Barat.

“Vaksinasi berjalan, tapi protokol kesehatan tetap paling utama. Jangan pernah abai, karena virus ini nyata dan masih ada di antara kita,” tukas Tiniap.

“7.160 dosis vaksin Covid-19 Papua Barat, untuk tahap pertama diprioritaskan bagi tenaga kesehatan di kabupaten Manokwari, Manokwari Selatan dan Kota Sorong,” tandas Tiniap.(me)

Continue Reading

Adat

Awal Februari 2021 PB Terima Vaksin Corona Tahap Dua Sebanyak 10.720 Paket

Published

on

Gubernur Papua Barat, Drs Dominggus Mandacan saat membacakan sambutannya pada pencanangan vaksinasi covid-19 Papua Barat, Kamis (14/1/2021).

MANOKWARI,JAGATPAPUA.com– Pemerintah Provinsi Papua Barat, memastikan akan kembali menerima Vaksin Covid-19 tahap II pada tanggal 2 Februari 2021 sebanyak 10.720 Paket.

“Secara berjenjang akan disalurkan oleh pemerintah pusat ke daerah masing-masing kemudian disalurkan kepada tenaga kesehatan, pekerja publik, masyarakat rentan yang berpotensi tertular dan masyarakat umum,”ungkap Ketua Satgas Covid-19 Papua Barat, Derek Ampnier, Kamis (14/1/2020).

Ia merinci masing-masing kabupaten akan menerima sesuai kebutuhan. Untuk Kabupaten Fakfak sebanyak 1.760 vaksin yang diperuntukan bagi 862 nakes dan 10 tokoh, Kaimana mendapat 1.840 vaksin bagi 902 nakes dan 10 tokoh, Maybrat mendapat 440 vaksin bagi 197 nakes dan 10 tokoh.

Selain itu juga, Kabupaten Pegunungan Arfak sebanyak 120 bagi 42 nakes dan 10 tokoh, Raja Ampat sebanyak 840 vaksin bagi 400 nakes dan 10 tokoh, Sorong mendapat 1.960 untuk 969 nakes dan 10 tokoh, Sorong Selatan sebanyak 1.320 vaksin bagi 641 nakes dan 10 tokoh.

Kabupaten sisanya seperti Tambrauw menerima sebanyak 320 vaksin bagi 146 nakes dan 10 tokoh, Teluk Bintuni mendapat 1.240 vaksin bagi 599 nakes dan 10 tokoh, serta Teluk Wondama sebanyak 880 vaksin bagi 413 nakes dan 10 tokoh masyarakat dan pemerintah serta unsur TNI/Polri.

“Sehingga total penyaluran vaksin tahap kedua sebanyak 10.720 paket vaksin. Kita harapkan termin kedua bisa menjangkau seluruh masyarakat rentan di Papua Barat,” beber Derek.

Saat ini, ia menyebutkan distribusi Vaksin  tahap pertama difokuskan mulai 15 Januari 2021 di Kota Sorong bagi tenaga kesehatan sebanyak 1.283 orang, tokoh  10 orang dengan jumlah vaksin sebanyak 2.600.  Sementara Kabupaten Manokwari bagi 1.941 nakes dengan 10 tokoh dengan jumlah vaksin sebanyak 4.200 dan Manokwari Selatan sebanyak 163 nakes, 10 tokoh dengan jumlah vaksin mencapai 360. Sehingga total vaksin di tahap pertama sebesar  7.160 vaksin.

Ditambahkannya, bahan baku dari vaksin Sinovac berasal dari China namun  diproduksi di Bandung. Dikonfirmasi terkait kesiapan tenaga vaksinator di Papua Barat telah tersedia 100 tenaga vaksinator. Pada akhir bula Januari akan digelar pelatihan vaksinator bagi 43 petugas medis sehingga di Papua Barat seluruhnya menjadi 143 tenaga vaksinator.

Sementara, Gubernur Papua Barat, Drs Dominggus Mandacan berharap dengan turunnya vaksin Covid-19 pada tahap kedua maka semakin banyak masyarakat dapat merasakan manfaat vaksin Covid-19. Penyuntikan vaksin juga menjadi bagian dari upaya memutus mata rantai penularan Covid-19 di Papua Barat.

“Upaya ini harus kita dukung dan lakukan sehingga pandemi Covid-19 segera  berakhir di Papua Barat dan seluruh Indonesia,” pungkasnya.

Dalam pantauan media ini, Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan bersama Ketua Penggerak PKK Provinsi Papua Barat, Ny Yuliana Mandacan Kiriweno ikut menyaksikan penyuntikan vaksin perdana tahap pertama.(SOS)

Continue Reading

Adat

Witono SH, M.Hum Perwakilan Kejaksaan Tinggi Papua Barat Penerima Vaksin Pertama Di Papua Barat

Published

on

Witono SH, M.Hum Perwakilan Kejaksaan Tinggi Papua Barat Penerima Vaksin Pertama di Papua Barat// (Foto: SOS)

MANOKWARI,JAGATPAPUA.com-PerwakilanKaksaan Tinggi Papua Barat, Witono SH M. Hum menjadi penerima vaksin pertama di Papua Barat dalam pencanangan penyuntikan vaksin yang dilaksanakan oleh Pemerintah Provinsi Papua Barat.

Penyuntikan vaksin dilakukan bagi 15 orang tokoh dan penambahan 1 orang perwakilan PGGP Papua Barat sehingga total seluruhnya sebanyak 16 orang.

15 orang pertama tersebut di antaranya, Panglima Kodam XVIII Kasuari I Nyoman Cantiasa, Kejaksaan Tinggi Papua Barat Witono, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Papua Barat, Derek Ampnir, Kepala Dinas Kesehatan Papua Barat Otto Parorongan, Kepala Kesbangpol Papua Barat Baesara Wael, Kakesdam XVIII KASUARI Kol. Ckm.

Selain itu, Dr Agus Ridho Utama, Direktur Binmas Polda Papua Barat Bagiyo Hadi Kurniyanto, serta Direktur Rumah Sakit Umum Provinsi Papua Barat, Dr Arnold Tiniap, dan Sekretaris PRB Napoleon Fakdawer. Selain itu juga, Ketua Dewan Adat Papua Wilayah Domberay Zakarias Horota, Ketua Lembaga Masyarakat Adat Papua Barat Richard Fritz Dacosta, Perwakilan Kantor Pos Dedy Metroy, Perwakilan FKUB Agama Katolik James Rahakbauw, FKUB Agama Hindu Pande Nyoman Puraka dan Perwakilan FKUB Agama Budha yakni Nurdep.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Papua Barat, Derek Ampnir mengatakan, penyuntikan vaksin bertujuan untuk menolong masyarakat di Papua Barat terbebas dari Covid-19.

“Vaksin perdana di Papua Barat disuntikkan pada 15 orang pertama dari berbagai unsur,” kata Derek dalam sambutannya Kamis (14/1/2021) di RS Provinsi PB.

Senada dengan itu, Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan menyambut baik pelaksanaan penyuntikan vaksin bagi tenaga kesehatan dan tokoh di Papua Barat. Menurutnya penyuntikan vaksin bagi tenaga kesehatan yang ditandai dengan penyuntikan bagi 15 tokoh merupakan langkah awal yang baik.

“Saya mengapresiasi langkah penyuntikan vaksin bagi 15 tokoh di Papua Barat yang dimulai oleh Pangdam VIII Kasuari,” tuturnya.

Pelaksanaan penyuntikan vaksin Corona tersebut dilaksanakan di RS Provinsi Papua Barat.(SOS)

 

Continue Reading

Trending

Hati-hati salin tanpa izin kena UU no.28 Tentang Hak Cipta