Connect with us

Headline

Cegah Covid-19, Anggota Polres Kaimana Lakukan Screaning Suhu dan Penguapan

Published

on

KAIMANA, JAGATPAPUA.com – Kepolisian Resort (Polres) Kaimana, melakukan pemeriksaan suhu tubuh menggunakan alat screaning kepada seluruh anggota, sebelum memasuki Mako Polres, Kamis (26/3/2020).

Kapolres Kaimana AKBP Iwan P Manurung.SIK, saat di konfirmasi wartawan, mengatakan pemeriksaan kepada seluruh anggota ini dengan tujuan mengantisipasi penyebaran Virus Corona (Covid-19) dijajaran Polres Kaimana.

“Jadi pemeriksaan screaning suhu tubuh ini dalam mengantisipasi penyebaran Covid-19 bagi anggota,” ucap Kapolres.

Selain pemeriksaan screaning, juga dilakukan penguapan disinfektan untuk semua anggota didalam ruangan khusus.

“Ruangan khusus penguapan ini juga akan digunakan kepada masyarakat yang akan memasuki halaman Mako Polres. Tujuannya tentu memutuskan mata rantai Covid-19,” tandas Kapolres.(lc)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Headline

Dana Desa Tahap 1 Belum Cair, Puluhan Warga Mansel Datangi Kantor Bupati

Published

on

MANSEL, JAGATPAPUA.com – Puluhan masyarakat, yang berasal dari Distrik Dataran Isim dan Distrik Ransiki, Selasa (26/5/2020), melakukan aksi protes ke kantor Bupati Manokwari Selatan.

Aksi puluhan warga yang didamping sejumlah Kepala Kampung tersebut untuk mempertanyakan pencairan dana desa (DD) tahap I, yang tak kunjung dicairkan, hingga memasuk akhir Mei 2020.

Meski sempat terjadi insiden kecil, puluhan masyarakat ini akhirnya dapat ditenangkan oleh aparat Polres Mansel, yang dipimpin Kapolres AKBP Slamet Haryadi.

Sementara dihadapan para pendemo, Bupati Markus Waran mengatakan keterlambatan penyaluran dana desa, diakibatkan dana tranferan dari pusat terlambat disalurkan ke daerah.

“Penyaluran dari pusat kedaerah terlambat karena pertanggung jawaban yang masuk terlambat, serta seluruh akses tranportasi juga dibatasi. Ini yang membuat proses pencarian dana desa terhambat,” ucap Bupati.

Selain itu, Bupati mengatakan mulai hari ini, Selasa (26/5/2020), pihak bank Papua telah mengkonfirmasi kepada pemerintah daerah, dana telah ditransfer ke rekening daerah dan dapat segera dicairkan.

“Kami harap masyarakat dapat mengerti akan kondisi Covid-19,” tutup Bupati.

Usai mendengar arahan dari Bupati, masyarakat akhirnya dapat membubarkan diri dengan tertib.(nae)

Continue Reading

Headline

Pelantikan 6 Anggota MRPB Dinilai Tidak Sesuai Prosedur

Published

on

MANOKWARI, JAGATPAPUA.com – Pelantikan 6 Anggota Majelis Rakyat Papua Provinsi Papua Barat (MRPB), dinilai tidak sesuai prosedur diinternal lembaga kultur orang asli (OAP) tersebut.

Ini diungkapkan Ketua MRP Provinsi Papua Barat, Maxi N Ahoren, Rabu (20/5/2020), saat ditemui jagatpapua.com.

Menurut dia, pelantikan anggota MRPB seharusnya merupakan hajatnya MRPB, bukan Pemprov Papua Barat, dan proses pelantikan itu dilakukan setelah MRPB melakukan sidang paripurna.

“Hasil sidang paripurna itu kemudian dituangkan dalam surat dan dilanjutlan kepada Gubernur melalui Kesbangpol. Setelah itu diusulkan kepada pemerintah terkait, selanjutnya dikembalikan lagi ke MRPB untuk melakukan pleno penetapan jadwal pelantikan, dan sekertariat menyiapkan undangan yang ditantangani oleh Wakil Ketua III MRPB,” jelasnya.

Dia mengatakan proses pelantikan terhadap 6 anggota MRPB oleh pemprov Papua Barat ini cukup membingungkan, dan dasar hukum apa yang dipakai untuk pelantikan itu dilaksanakan.

“Secara pribadi, saya sebagai Ketua MRPB tidak tahu akan ada pelantikan, karena undangan baru saya terima tadi malam untuk paginya pelantikan,” ujarnya.

“Jika melaksanakan proses pelantikan dengan benar maka bisa dikatakan pelantikannya juga benar, tetapi jika tidak dilakukan kami juga bingung,” tandasnya.(me)

Continue Reading

Headline

Sayang Mandabayan Divonis Sembilan Bulan Penjara Kasus Makar

Published

on

MANOKWARI, JAGATPAPUA.com – Sayang Mandabayan, terdakwa kasus Makar, menerima vonis hukuman 9 (sembilan) bulan penjara oleh Hakim pada sidang putusan di Pengadilan Negeri Manokwari, Selasa (19/5/2020).

Sidang yang dilakukan secara online tersebut, terdakwa Sayang Mandabayan, menyatakan menerima, melalui sambungan teleconference dari Lapas Manokwari, disaksikan Hakim, Jaksa dan peserta sidang di ruang sidang PN Manokwari.

Ketua Majelis Hakim, Faisal M.Kossah, menyatakan putusan hukuman terhadap Sayang Mandabayan, lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Manokwari.

“JPU tuntut 10 bulan, kami putus/vonis 9 bulan,” ujar Faisal.

Sementara, Metuzalak Awom, Ketua Tim kuasa hukum Sayang Mandabayan, menyatakan kliennya telah menjalani masa hukuman sembilan bulan berjalan.

“Klien saya ditahan sejak 3 Oktober 2019 sesuai Surat Perintah Penahanan. Jadi maksimal dua minggu lagi, Sayang Mandabayan bisa bebas demi hukum,” ujarnY.

Atas nama Sayang Mandabayan, Awom juga menyampaikan terima kasih kepada Hakim, Jaksa serta semua pihak yang telah terlibat dalam perkara ini, hingga menerima putusan keadilan oleh Negara melalui Pengadilan Negeri Manokwari.

“Terima kasih, kepada semua yang sudah terlibat dalam proses hukum klien kami sampai mendapat putusan keadilan oleh Negara,” ujar Awom.

Diketahui, Sayang Mandabayan ditangkap di Bandara Rendani Manokwari, pada 2 September 2019, karena membawa ribuan aksesori bintang kejora berbahan kertas bertangkai lidi, kaos bertuliskan kata lawan dan teks lagu kebangsaan Papua.

Sayang Mandabayan selanjutnya diproses hukum dari Kepolisian, hingga didakwa pasal Makar oleh Kejaksaan Negeri Manokwari, dan hari ini menerima vonis hukuman 9 bulan.(akp)

Continue Reading

Trending

Hati-hati salin tanpa izin kena UU no.28 Tentang Hak Cipta