Connect with us

Pemerintahan

Bupati Wondama Minta ASN Bekerja Jujur

Published

on

WASIOR, JAGATPAPUA.com – Bupati Teluk Wondama, Bernadus A Imburi, meminta seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wondama, untuk bekerja dengan jujur.

Hal tersebut diungkapkannya saat memberikan arahan pada apel pertama masuk kantor usai libur Natal dan Tahun Baru, Senin (6/1/2020) di lapangan perkantoran Rasiei.

Selain itu, Bupati juga mengajak seluruh jajaran ASN Pemkab Wondama, lebih mengoptimalkan pelayanan kepada masyarakat.

“Harga diri dan wibawa itu jauh lebih berharga dari emas dan permata. Jadi sebagai ASN berikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, dan jangan ucapkan kata candaan yang malah akan disalah artikan oleh orang lainnya, dan menyudutkan kita orang Wondama,” sebut Bupati.

“Orang Wondama harus jaga wibawa jangan mau dieluk-elukan lagi. Kita orang Wondama yang duluan sekolah, kita lebih dulu masuk STPDN baru orang Papua lain. Sudah tahun baru jadi stop jalan tipu-tipu,” sambung Bupati.

Bupati berharap agar di tahun yang baru ini, tidak ada lagi ungkapan orang lain yang menyudutkan orang Wondama.

“Jadi mulai sekarang, jangan ada anggapan Ompai (sebutan laki-laki Wondama) itu tukang kabualan atau omong kosong. Sebab saya mau katakan kami sedikit tapi kami hebat,” tandas Bupati.(sr)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ekonomi & Bisnis

Bupati Waran Pastikan Pangan Aman Ditengah Status Darurat Corona

Published

on

MANSEL, JAGATPAPUA.com – Bupati Manokwari Selatan (Mansel), Markus Waran, menggelar rapat terbatas ditengah status darurat seiring meningkatnya penyebaran wabah Virus Corona (Covid-19), Sabtu (28/3/2020).

Dalam rapat tersebut, Bupati Waran meminta Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Perindakop), dapat memastikan ketersediaan bahan pokok aman, serta mengawasi agar beras tidak dijual keluar daerah.

“Ini untuk menangani salah satu bentuk darurat, terkait pangan daerah di kabupaten Manokwari Selatan,” ungkap Bupati Waran.

Selain itu, Bupati Waran juga mengeluarkan instruksi terkait pemberlakukan jam operasional pelaku usaha, dimana dibuka mulai pukul 08.00 WIT hingga ditutup pukul 21 WIT.

“Pembelakukan jam operasional ini sebagai upaya pencegahan wabah Covid-19 di Kabupaten Manokwari Selatan,” tandas Bupati Waran.(nae)

Continue Reading

Manokwari

Cegah Penyebaran Covid-19, Mulai Besok Ibadah Minggu Pagi Ditiadakan

Published

on

MANOKWARI, JAGATPAPUA.com – Bupati kabupaten Manokwari, Demas Paulus Mandacan, mengatakan mulai hari Minggu (besok) seluruh aktivitas ibadah umat kristen di Gereja ditiadakan sebagai langkah pencegahan penyebaran wabah Virus Corona (Covid-19).

Keputusan meniadakan ibadah hari Minggu, kata Demas, disepakati dalam rapat koordinasi pemerintah kabupaten Manokwari bersama tokoh agama perwakilan berbagai denominasi Gereja di Manokwari, Papua Barat.

“Berlaku mulau besok, ibadah hari Minggu ditiadakan untuk cegah penyebaran virus Corona dan semua denominasi Gereja bersepakat,” kata Demas di Manokwari, Sabtu (28/3/2020).

Pembatasan aktivitas ibadah hari Minggu umat Kristen di Manokwari, akan berlaku sampai dengan batas waktu yang belum ditentukan dan disesuaikan dengan kondisi tanggap darurat Corona di Papua Barat.

“Pembatasan hanya untuk aktivitas ibadah umum di Gereja. Setiap umat diberi kebebasan untuk melakukan ibadah di rumah masing-masing dan atau ibadah bisa dilakukan menggunakan sarana telkomunikasi oleh hamba Tuhan/Pendeta dengan umat,” ucap Demas.

Sementara, Pdt.Vecky Tumbelaka, gembala jemaat Gereja Pekabaran Injil (GPI) Jalan Suci lokal Manokwari mengamini keputusan dalam pertemuan bersama pemerintah daerah, untuk menunda sementara pelaksanaan ibadah umum pada hari Minggu pagi.

“Bersama pemerintah dan semua denominasi Gereja kami sepakat untuk menunda ibadah hari Minggu. Tujuannya agar semua umat kristen ikut mencegah penyebaran Virus Corona,” tutup Vecky.(akp)

Continue Reading

Headline

Cegah Corona, Ini Perintah Bupati Markus Waran

Published

on

MANSEL, JAGATPAPUA.com – Setelah Papua Barat, terkonfirmasi ada dua pasien positif Virus Corona (Covid-19), Pemerintah Kabupaten Manokwari Selatan (Mansel), melakukan upaya pencegahan.

Salah satunya dengan meminta warga Mansel, agar tetap mengikuti instruksi pemerintah dengan menerapkan physical distancing. Apalagi Gubernur telah menaikan status Papua Barat sebagai wilayah tanggap darurat.

“Bagi yang berstatus Orang Dalam Pemantauan (OPD), harus tetap berada didalam rumah agar mendapat pendampingan dari tim medis. Yang melawan aparat segera amankan oknum tersebut,” ungkap Bupati Mansel, Markus Waran, Sabtu (28/3/2020).

“Kita harus antisipasi, jangan sampai ada kemungkinan penyebarannya. Kita butuh orang yang taat untuk menyelamatkan masyarakat yang lain,” ucap Bupati.

Sementara, Kapolres Mansel AKBP Slamet Haryono, mengingatkan agar masyarakat untuk sementara tidak melakukan kegiatan yang melibatkan banyak orang, karena rentan terjadi penularan Covid-19.

“Jika ada warga yang ditemukan atau melawan serta menghalang halangi petugas, maka ia bisa dikenakan pasal Pidana, karena situasi saat ini tanggap darurat,” tutupnya.(nae)

Continue Reading

Trending

Hati-hati salin tanpa izin kena UU no.28 Tentang Hak Cipta