Connect with us

Adat

Bupati: Pemda Manokwari Akan Tambah 2 Unit Mobil Damkar

Published

on

Bupati Manokwari Hermus Indou SIP,.MH dan Wakil Bupati Drs Edy Budoyo, didampingi Anggota DPRD Alyosius Siep saat meninjau lokasi peristiwa kebakaran di Pasar Wosi Sabtu (27/2/2021).

MANOKWARI,JAGATPAPUA.com– Tahun ini, Pemerintah Daerah Kabupaten Manokwari akan menambah 2 unit mobil pemadam kebakaran (Damkar). Sebab 2 Mobil Damkar milik Pemda ludes dibakar massa saat rusuh 19 Agustus 2019 lalu.

Hal itu dilakukan karena masyarakat menilai Pemerintah Lambat dalam mengambil langkah cepat untuk mengirim mobil Damkar ke lokasi kebakaran yang terjadi.

Bupati Manokwari Hermus Indou mengatakan saat ini fasilitas pemadam kebakaran di Kabupaten Manokwari belum tersedia. Tetapi sesuai informasi yang diterima Pemda Manokwari mendapat jatah 2 unit mobil Damkar dari pemprov PB yang waktu realisasinya masih menunggu petunjuk pemprov.

“Sehingga memang beberapa kejadian kebakaran di Wilayah ini penanganannya belum maksimal di lakukan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Manokwari,” ungkap Hermus Indou kepada awak media usai meninjau lokasi kebakaran di pasar wosi, Sabtu ( 27/02/2021 ).

“Ketersediaan Damkar sangat penting untuk mengatasi peristiwa kebakaran seperti ini, sehingga direncanakan akan melakukan pengadaan 2 atau bahkan 3 unit mobil pemadam kebakaran melalui APBD kita supaya bisa mengantisipasi kejadian-kejadian serupa yang nanti akan terjadi lagi,”tandas Bupati

Sementara Kepala Satpol-PP Kabupaten Manokwari Yusuf Kayukatui membenarkan bahwa Pemerintah Kabupaten Manokwari memang memiliki 2 unit kendaraan pemadam kebakaran, namun tidak bisa digunakan karena mobil tersebut rusak.

“Ada 2 unit, tapi mobil damkar yang besar pengadaan 2001 sudah tidak bisa dipakai karena mulai rusak, sedangkan mobil hibah dari Pemerintah tahun 2018 sudah terbakar saat terjadi demo pada Agustus 2019. Jadi sampai sekarang kita di Kabupaten Manokwari belum memiliki mobil pemadam kebakaran,”pungkasnya.(JP/alb)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Adat

Bupati Hermus Keluarkan SE Terkait Virus ASF Yang Diduga Penyebab Kematian Ternak Babi

Published

on

Bupati Manokwari, Hermus Indou SIP,.MH.

MANOKWARI,JAGATPAPUA.com– Bupati Manokwari, Hermus Indou, SIP, MH telah mengeluarkan surat edaran meminta semua pihak untuk waspada terhadap virus demam babi Afrika.

Surat edaran bupati Kabupaten Manokwari nomor : 524.3/324. Tentang peningkatan kewaspadaan terhadap penyebaran penyakit pada ternak babi di Kabupaten itu ditandatangani bupati Manokwari per Rkamis 22 April 2021.

Sehubungan dengan peningkatan kasus penyakit dan kematian ternak babi di wilayah kabupaten Manokwari pada khususnya serta hasil investigasi Balai Besar Veteriner Kabupaten Maros terhadap kematian ternak babi di wilayah kabupaten Manokwari , dengan diagnosa sementara bahwa kematian ternak babi yang terjadi disebabkan oleh virus Afrika Africa twin dengan ini disampaikan informasi dan himbauan sebagai berikut,
1: Penyakit virus African swine fever atau demam babi Afrika adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus yang menyebabkan kematian yang tinggi pada ternak babi dan masih belum ditemukan vaksin dan obat untuk penanggulangannya. Penularan penyakit ini adalah melalui kontak langsung, serangga, pakaian, peralatan, peternak, kendaraan, dan pakan yang terkontaminasi.

2: Khususnya peternak dan penjual produk daging babi diimbau untuk lebih meningkatkan kewaspadaan akan penyakit ASF dengan penerapan budaya dan biosecurity yang baik menempuh:
A: Menjaga kebersihan kandang ternak dengan pembersihan minimal dua kali sehari, disinfektasi kandang secara berkala, membatasi keluar masuk orang yang tidak berkepentingan pada lingkungan kandang.
B: Pemberian pakan pada ternak sesuai kuantitas dan kualitas.
C: Tidak membiarkan pakan sisa rumah tangga, restoran pelabuhan hotel pada ternak karena dapat merupakan media penularan penyakit.
D: Jika ada dugaan ASF atau ditemukan babi yang sakit atau mati diharapkan segera melapor kepada petugas Dinas Pertanian dan ketahanan Pangan Kabupaten Manokwari atau Penyuluh Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) setempat 1 X 24 jam. Segera dikubur dan Dilarang membuang ke sungai laut atau hutan untuk mencegah lebih luas penyakit abses. Tidak menjual ternak dan daging babi yang terindikasi sakit.
F: Pengusaha penjual ternak dan daging babi untuk sementara dilarang memasukkan ternak babi dari luar Kabupaten Manokwari karena kasus penyakit ternak babi telah terjadi pada kabupaten lain di wilayah Provinsi Papua Barat.

3. Dinas Pertanian dan ketahanan pangan kabupaten Manokwari agar segera melaksanakan langkah-langkah antisipatif dalam pencegahan dan penanggulangan penyakit menular pada ternak babi menerima dan merekap laporan kejadian penyakit dan kematian ternak babi yang terjadi di wilayah kabupaten Manokwari.

4. Dinas lingkungan hidup dan pertahanan Pertanahan Kabupaten Manokwari agar tetap memperhatikan mengantisipasi dampak lingkungan terhadap wabah Penyakit ini.
5. kepala distrik dan kepala Kelurahan Kampung agar terus berpartisipasi dalam melaksanakan sosialisasi pencegahan dan penanggulangan penyakit ternak babi dan wajib memberi penekanan kepada masyarakat agar tidak membuang bangkai ternak di sembarang tempat melainkan harus menguburkan ke dalam tanah demikian untuk dilaksanakan.(JP/AR)

Continue Reading

Adat

Ratusan Ternak Babi Di Manokwari, Mansel dan Pegaf Mati Diduga Terserang Virus ASF

Published

on

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Papua Barat, drh Hendrikus Fatem.

MANOKWARI,JAGATPAPUA.com – Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Papua Barat drh Hendrikus Fatem mengatakan, kematian ratusan ternak babi di tiga kabupaten di Provinsi Papua Barat dalam satu bulan berjalan masih diselidiki tim terpadu Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan setempat.

Dugaan sementara ratusan ternak babi di kabupaten Manokwari, Manokwari Selatan dan Pegunungan Arfak itu mati terserang virus demam babi Afrika (African swine fever/ASF).

“Tim terpadu telah melakukan pengambilan sampel untuk dilakukan pemeriksaan atau diagnosis di Balai Besar Veteliner (BBVet) Maros Sulawesi Selatan,” kata Fatem.

Fatem mengatakan laporan masyarakat atas kematian ternak babi tertinggi di kabupaten Manokwari dalam dua pekan terakhir. Kasus yang sama juga terjadi di kabupaten Manokwari Selatan dan Pegunungan Arfak.

Dia mengatakan tim terpadu yang terdiri dari dinas peternakan dan kesehatan hewan Papua Barat bersama petugas BBVet Maros sedang melakukan investigasi untuk memastikan jenis virus tersebut.

“Pemerintah masih menunggu hasil uji lab BBVet Maros untuk memastikan penyebab kemarian ratusan ternak babi itu. Meski dugaan sementara adalah virus demam babi Afrika (African swine fever/ASF),” katanya.

Sementara, laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kabupaten Manokwari kasus kematian ternak babi di daerah itu mencapai 171 ekor dalam dua pekan terakhir.

“Data terakhir, sebayak 171 ternak babi milik warga kabupaten Manokwari mati. Itu tersebar di wilayah Borobudur kelurahan Padarni Distrik Manokwari Barat, Distrik Manokwari Utara dan Distrik Warmare,” kata Wanto, kepala pelaksana BPBD kabupaten Manokwari.

Wanto menuturkan, kasus kematian ternak babi di daerah itu masih terus dipantau sambil menunggu hasil pemeriksaan laboratorium BBVet Maros oleh tim terpadu provinsi Papua Barat.

“Belum diketahui penyebab kematian ratusan ternak babi ini, kami masih berkoordinasi dengan dinas peternakan dan kesehatan hewan provinsi Papua Barat,” katanya.(JP/SOS)

Continue Reading

Adat

Seleksi Jabatan Eselon II Masuk Tahap Akhir, Gubernur: Secepatnya Digelar Pelantikan

Published

on

Gubernur Papua Barat Drs Dominggus Mandacan.

MANOKWARI,JAGATPAPUA.com– Proses seleksi Jabatan Eselon II dilingkungan Pemprov Papua Barat sudah masuk tahap akhir, diharapkan dalam waktu dekat pelantikan dilakukan.

Hal itu dikatakan Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan kepada awak media di kantor Gubernur Provinsi Papua Barat, Kamis ( 22/04/2021 ). Menurut ia, Seleksi lelang jabatan sudah dilakukan dan saat ini masuk tahap akhir, selanjutnya hasil tersebut diserahkan kepada Komisi Aparatur Sipil Negara ( KASN ) untuk segera disetujui.

“Kalau itu sudah kita lakukan maka selanjutnya kita percepat proses pelantikan, mengingat ada beberapa Jabatan Kepala OPD yang masih dijabat oleh plt,”kata Gubernur

Sebab hingga saat ini, OPD terkait yang masih dijabat oleh Plt belum menerima DPA, karena terbentur aturan. Sehingga proses pelantikan dimaksud harus dipercepat setelah KASN menyetujui hasil seleksi Jabatan Eselon II.

“Jadi OPD yang kepala dinasnya masih dijabat plt mereka akan menerima DPA setelah kepala dinas definitivnya  dilantik,”ungkap Gubernur.(JP/SOS)

Continue Reading

Trending

Hati-hati salin tanpa izin kena UU no.28 Tentang Hak Cipta