Connect with us

Adat

Bupati Pegaf Buka Sosialisasi PBJ Dan Penginputan SIRUP

Published

on

Bupati Pegaf, Yosias Saroy SH.,MH membuka Acara Sosialisasi PBJ dan Penginputan SIRUP, Selasa (16/3/2021), Diswisbel Hotel, Manokwari.

MANOKWARI,JAGATPAPUA.com– Bupati Kabupaten Pegunungan Arfak (Pegaf), Yosias Saroy SH.,MH membuka secara resmi kegiatan Sosialisasi pengadaan barang/ jasa (PBJ) dan penginputan aplikasi sistem informasi rencana umum pengadaan (SIRUP) Versi 2.3 dilingkungan Pemerintah Kabupaten Pegaf.

Kegiatan sosialisasi dipusatkan di Swissbel Hotel, Selasa (16/3/2021) dengan menghadirkan peserta dari OPD dilingkungan Pegaf serta Narasumber dari fasilitator PBJ Suryamiharja, dengan menyampaikan 4 materi terkait perencanaan, persiapan, pelaksanaan, dan pengelola PBJ.

Saroy mengatakan, aplikasi ini dikembangkan oleh lembaga kebijakan pengadaan barang/jasa Pemerintah untuk memudahkan bagi kementrian/lembaga pemerintah daerah institusi dalam pelaksanaan mengumumkan RUP. Berkaitan hal tersebut, saat ini beberapa fitur SIRUP dapat digunakan untuk memfasilitasi pemerintah dalam mengumumkan RUP pada website baik yang bersifat manual maupun realtime yang merupakan fitur yang terdapat pada SIRUP.

Untuk itu diharapkan kerja sama semua pihak terkait termasuk para OPD dilingkup Pegaf, menggunakan apliaksi SIRUP untuk mengumumkan RUP dari OPD masing-masing melalui www.sirup.lkpp.go.id karena sejak tahun 2015 melalui instruksi presiden Nomor 1 tahun 2015 tentang percepatan pengadaan barang/jasa pemerintah, Presiden memerintahkan pemerintah daerah baik Provinsi maupun Kabupaten untuk menyelesaikan RUP PBJ tahun anggaran berikutnya sebelum tahun anggaran berjalan secara transparan dan akuntabel.

Disamping itu untuk pengadaan pekerjaan konstruksi yang penyelesaiannya dapat dilakukan dalam waktu 1 tahun agar menyelesaikan proses pengadaannya paling lambat akhir bulan Maret bulan berjalan.

“Setelah mengikuti sosialisasi ini saya berharap peserta bisa memberikan informasi kepada pihak yang membutuhkan terkait tugas-tugas proses PBJ dengan baik dan benar mengingat Begitu pentingnya sosialisasi ini saya mengimbau agar peserta bisa mengikuti pembekalan dengan baik dan sungguh-sungguh sebagai bentuk tanggung jawab atas pekerjaan,”ucap Orang Nomor 1 Di Pegaf ini.

Ucapan terima kasih juga kepada narasumber yang telah berkenan berbagi pengetahuan informasi dan wawasan terkait materi yang akan disampaikan pada hari ini dengan harapan materi yang disampaikan dapat memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada para peserta untuk bertanya.

“Khusus bagi peserta sosialisasi agar turut berpartisipasi aktif dalam kegiatan. Mari ikut sosialisasi ini dengan serius dan sungguh-sungguh sehingga pengetahuan informasi yang diperoleh dapat diaplikasikan pada masing-masing OPD dalam rangka pelaksanaan program kegiatan agar terhindar dari permasalahan hukum,”Tandas Saroy

Sementara Kabag PBJ Pegaf, Esaf Iwow,S.Pak berharap Sosialisasi PBJ dapat bermanfaat bagi OPD yang hadir, untuk dilaksanakan. Sehingga Kabupaten Pegaf juga maju seperti daerah lainnya di Papua Barat.

KABAG PBJ Pegaf, Esaf Iwow, S.Pak, Kasubag PBJ Sisilia L Orun (tengah) dan Ketua Panitia Meliaki Dowansiba S.Pdk.

“Sosialisai untuk memberikan pemahaman terkait aplikasi SIRUP ini dengan maksud agar kemudian terhindar dari persoalan Hukum,”kata Iwow

Kasubag PBJ Pegaf Sisilia L Orun menambahkan, Kegiatan sosialisasi tersebut dilaksanakan selama 4 hari sekaligus praktek Aplikasi SIRUP yang dipusatkan di LPSE Manokwari, Besok Rabu (17/3/2021).

Peserta yang ikut dalam sosialisasi berasal dari 28 OPD dilingkup Pemkab Pegaf, setiap OPD mengikutsertakan Pengguna Anggaran, Pejabat pembuat Komitmen dan admin RUP sehingga total peserta mencapai 60 orang.

“Kegiatan ini kita laksankan 4 hari, hari pertama sosialisasi dan penginputan dilaksanakan selama 3 hari di LPSE manokwari. Jadi langsung praktek penginputan,”jelas Sisilia.(JP/me)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Adat

Bupati Hermus Keluarkan SE Terkait Virus ASF Yang Diduga Penyebab Kematian Ternak Babi

Published

on

Bupati Manokwari, Hermus Indou SIP,.MH.

MANOKWARI,JAGATPAPUA.com– Bupati Manokwari, Hermus Indou, SIP, MH telah mengeluarkan surat edaran meminta semua pihak untuk waspada terhadap virus demam babi Afrika.

Surat edaran bupati Kabupaten Manokwari nomor : 524.3/324. Tentang peningkatan kewaspadaan terhadap penyebaran penyakit pada ternak babi di Kabupaten itu ditandatangani bupati Manokwari per Rkamis 22 April 2021.

Sehubungan dengan peningkatan kasus penyakit dan kematian ternak babi di wilayah kabupaten Manokwari pada khususnya serta hasil investigasi Balai Besar Veteriner Kabupaten Maros terhadap kematian ternak babi di wilayah kabupaten Manokwari , dengan diagnosa sementara bahwa kematian ternak babi yang terjadi disebabkan oleh virus Afrika Africa twin dengan ini disampaikan informasi dan himbauan sebagai berikut,
1: Penyakit virus African swine fever atau demam babi Afrika adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus yang menyebabkan kematian yang tinggi pada ternak babi dan masih belum ditemukan vaksin dan obat untuk penanggulangannya. Penularan penyakit ini adalah melalui kontak langsung, serangga, pakaian, peralatan, peternak, kendaraan, dan pakan yang terkontaminasi.

2: Khususnya peternak dan penjual produk daging babi diimbau untuk lebih meningkatkan kewaspadaan akan penyakit ASF dengan penerapan budaya dan biosecurity yang baik menempuh:
A: Menjaga kebersihan kandang ternak dengan pembersihan minimal dua kali sehari, disinfektasi kandang secara berkala, membatasi keluar masuk orang yang tidak berkepentingan pada lingkungan kandang.
B: Pemberian pakan pada ternak sesuai kuantitas dan kualitas.
C: Tidak membiarkan pakan sisa rumah tangga, restoran pelabuhan hotel pada ternak karena dapat merupakan media penularan penyakit.
D: Jika ada dugaan ASF atau ditemukan babi yang sakit atau mati diharapkan segera melapor kepada petugas Dinas Pertanian dan ketahanan Pangan Kabupaten Manokwari atau Penyuluh Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) setempat 1 X 24 jam. Segera dikubur dan Dilarang membuang ke sungai laut atau hutan untuk mencegah lebih luas penyakit abses. Tidak menjual ternak dan daging babi yang terindikasi sakit.
F: Pengusaha penjual ternak dan daging babi untuk sementara dilarang memasukkan ternak babi dari luar Kabupaten Manokwari karena kasus penyakit ternak babi telah terjadi pada kabupaten lain di wilayah Provinsi Papua Barat.

3. Dinas Pertanian dan ketahanan pangan kabupaten Manokwari agar segera melaksanakan langkah-langkah antisipatif dalam pencegahan dan penanggulangan penyakit menular pada ternak babi menerima dan merekap laporan kejadian penyakit dan kematian ternak babi yang terjadi di wilayah kabupaten Manokwari.

4. Dinas lingkungan hidup dan pertahanan Pertanahan Kabupaten Manokwari agar tetap memperhatikan mengantisipasi dampak lingkungan terhadap wabah Penyakit ini.
5. kepala distrik dan kepala Kelurahan Kampung agar terus berpartisipasi dalam melaksanakan sosialisasi pencegahan dan penanggulangan penyakit ternak babi dan wajib memberi penekanan kepada masyarakat agar tidak membuang bangkai ternak di sembarang tempat melainkan harus menguburkan ke dalam tanah demikian untuk dilaksanakan.(JP/AR)

Continue Reading

Adat

Ratusan Ternak Babi Di Manokwari, Mansel dan Pegaf Mati Diduga Terserang Virus ASF

Published

on

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Papua Barat, drh Hendrikus Fatem.

MANOKWARI,JAGATPAPUA.com – Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Papua Barat drh Hendrikus Fatem mengatakan, kematian ratusan ternak babi di tiga kabupaten di Provinsi Papua Barat dalam satu bulan berjalan masih diselidiki tim terpadu Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan setempat.

Dugaan sementara ratusan ternak babi di kabupaten Manokwari, Manokwari Selatan dan Pegunungan Arfak itu mati terserang virus demam babi Afrika (African swine fever/ASF).

“Tim terpadu telah melakukan pengambilan sampel untuk dilakukan pemeriksaan atau diagnosis di Balai Besar Veteliner (BBVet) Maros Sulawesi Selatan,” kata Fatem.

Fatem mengatakan laporan masyarakat atas kematian ternak babi tertinggi di kabupaten Manokwari dalam dua pekan terakhir. Kasus yang sama juga terjadi di kabupaten Manokwari Selatan dan Pegunungan Arfak.

Dia mengatakan tim terpadu yang terdiri dari dinas peternakan dan kesehatan hewan Papua Barat bersama petugas BBVet Maros sedang melakukan investigasi untuk memastikan jenis virus tersebut.

“Pemerintah masih menunggu hasil uji lab BBVet Maros untuk memastikan penyebab kemarian ratusan ternak babi itu. Meski dugaan sementara adalah virus demam babi Afrika (African swine fever/ASF),” katanya.

Sementara, laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kabupaten Manokwari kasus kematian ternak babi di daerah itu mencapai 171 ekor dalam dua pekan terakhir.

“Data terakhir, sebayak 171 ternak babi milik warga kabupaten Manokwari mati. Itu tersebar di wilayah Borobudur kelurahan Padarni Distrik Manokwari Barat, Distrik Manokwari Utara dan Distrik Warmare,” kata Wanto, kepala pelaksana BPBD kabupaten Manokwari.

Wanto menuturkan, kasus kematian ternak babi di daerah itu masih terus dipantau sambil menunggu hasil pemeriksaan laboratorium BBVet Maros oleh tim terpadu provinsi Papua Barat.

“Belum diketahui penyebab kematian ratusan ternak babi ini, kami masih berkoordinasi dengan dinas peternakan dan kesehatan hewan provinsi Papua Barat,” katanya.(JP/SOS)

Continue Reading

Adat

Seleksi Jabatan Eselon II Masuk Tahap Akhir, Gubernur: Secepatnya Digelar Pelantikan

Published

on

Gubernur Papua Barat Drs Dominggus Mandacan.

MANOKWARI,JAGATPAPUA.com– Proses seleksi Jabatan Eselon II dilingkungan Pemprov Papua Barat sudah masuk tahap akhir, diharapkan dalam waktu dekat pelantikan dilakukan.

Hal itu dikatakan Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan kepada awak media di kantor Gubernur Provinsi Papua Barat, Kamis ( 22/04/2021 ). Menurut ia, Seleksi lelang jabatan sudah dilakukan dan saat ini masuk tahap akhir, selanjutnya hasil tersebut diserahkan kepada Komisi Aparatur Sipil Negara ( KASN ) untuk segera disetujui.

“Kalau itu sudah kita lakukan maka selanjutnya kita percepat proses pelantikan, mengingat ada beberapa Jabatan Kepala OPD yang masih dijabat oleh plt,”kata Gubernur

Sebab hingga saat ini, OPD terkait yang masih dijabat oleh Plt belum menerima DPA, karena terbentur aturan. Sehingga proses pelantikan dimaksud harus dipercepat setelah KASN menyetujui hasil seleksi Jabatan Eselon II.

“Jadi OPD yang kepala dinasnya masih dijabat plt mereka akan menerima DPA setelah kepala dinas definitivnya  dilantik,”ungkap Gubernur.(JP/SOS)

Continue Reading

Trending

Hati-hati salin tanpa izin kena UU no.28 Tentang Hak Cipta