Connect with us

Papua Barat

Bimtek Pembekalan Bagi PNS Yang Akan Purna Tugas

Published

on

MANOKWARI, JAGATPAPUA.com – Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Papua Barat, Kamis (10/9/2020), menyelenggarakan acara bimtek pembekalan bagi PNS yang akan purna tugas dilingkungan Pemprov Papua Barat.

Maksud dan tujuan kegiatan ini untuk mempersiapkan fisik dan mental bagi para PNS yang akan mengakhiri masa tugasnya, serta membuka wawasan dan menambah pengetahuan baru bagi peserta, sehingga nantinya ilmu tersebut dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin setelah memasuki masa purna tugas.

“Kegiatan ini penting untuk mempersiapkan purna bakti yang sejahtera. Mengingat seorang PNS butuh bekal untuk menghadapi masa-masa pensiun agar terus berkarya dan produktif,” kata Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Melkias Werinussa, saat membuka kegiatan tersebut.

Selain itu, kata dia, pembekalan ini artinya tidak semua usaha yang telah dilakukan sebatas pada hal-hal yang sudah ada, namun lebih bisa menggali potensi diri dan potensi daerah, sehigga setelah purna tugas, para PNS mempunyai waktu luang untuk dapat berbuat lebih banyak lagi dan bermanfaat bagi keluarga serta lingkungan sekitar.

“Ada banyak hal yang bisa dikerjakan pada saat menikmati masa pensiun dan ini tidak kalah penting dibanding ketika mengabdi sebagai PNS,” ucap Werinussa.

Dijelaskannya, usia pensiun satu hal yang alamiah dan semua PNS pasti mengalaminya, oleh sebab itu hal ini tidak perlu dirisaukan, tetapi justru sebaliknya harus diterima dan disambut dengan semangat baru agar siap untuk menghadapi situasi dan kondisi tersebut.

“Bimbingan teknis pembekalan pensiun PNS adalah suatu program pemerintah yang sangat penting untuk diikuti, dimengerti dan dilaksanakan dengan baik, sebagaimana yang telah diamanatkan dalam undang-undang nomor 5 tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN),” sebutnya.

Werrinussa berharap, melalui kegiatan ini para peserta selain bisa mengetahui prosedur hak dan kewajiban yang harus dipenuhi menjelang masa purna tugas, juga dapat lebih siap dan percaya diri menyiapkan mental psikologis menjelang masa purna tugas agar tidak mengalami kendala yang berarti.

Sementara itu, berdasarkan informasi
Peserta Bimtek ini berjumlah 70 orang, 60 orang PNS yang memasuki purna tugas dan 10 orang dari BKD Provinsi Papua Barat. Bimtek ini dilaksanakan selama dua hari.(top)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Manokwari Selatan

Hasil Tes CPNS Formasi 2018 Manokwari Selatan Resmi Diumumkan, Ini Nama Peserta yang Dinyatakan lulus!

Published

on


Continue Reading

Papua Barat

Masa Kerja dari Rumah ASN Pemprov Papua Barat Diperpanjang hingga 8 Oktober 2020

Published

on

MANOKWARI, JAGATPAPUA.com – Masa pelaksanaan work from home (WFH) atau kerja dari rumah bagi aparatur sipil negara (ASN) dilingkungan Pemprov Papua Barat diperpanjang hingga 8 Oktober 2020.

Hal ini diatur dalam Surat Edaran (SE), Nomor 850/1398/2020 Tahun 2020 yang diterbitkan oleh Gubernur Papua Barat atau perubahan atas SE Gubernur Nomor 850/1336/2020, tanggal 16 September 2020 lalu, tentang pencegahan penyebaran Covid-19 di lingkungan kerja Pemprov Papua Barat.

SE ini dikeluarkan menindaklanjuti surat edaran Menpan RB Nomor 67 tahun 2020 pada tanggal 4 September 2020, tentang perubahan atas SE Menpan RB Nomor 58 tahun 2020, tentang sistem kerja ASN di dalam tatanan hidup normal baru serta mempertimbangkan semakin meningkatnya jumlah orang yang terpapar Covid-19 di lingkungan kerja ataupun dilingkungan masyarakat.

Meski menjalani WFH, para ASN diminta tetap menjalankan presensi sesuai dengan jam kerja dan tata cara yang berlaku atau secara online dan kembali masuk kantor pada tanggal 9 Oktober 2020 dengan menerapkan protokol kesehatan.(top)

Continue Reading

Bintuni

Ada Tiga Tambahan Positif Covid-19 Meninggal Dunia di Bintuni

Published

on

MANOKWARI, JAGATPAPUA.com – Hari ini, Kamis (24/9/2020), tiga orang akibat terpapar positif Covid-19 di Teluk Bintuni meninggal dunia.

Jubir Satgas Covid-19 Papua Barat, dr. Arnold Tiniap mengatakan, dengan adanya penambahan tiga orang tersebut, total yang meninggal dunia akibat terpapar Covid-19 di Teluk Bintuni menjadi 6 orang.

“Yang meninggal dunia hari ini ada tambahan dari Kabupaten Teluk Bintuni 3 orang, sehingga total meninggal positif Covid-19 di Papua Barat, menjadi 29 orang,” ujarnya melalui rilisnya, Kamis malam.

Berdasarkan dari Satgas Penanganan Covid-19 Papua Barat, kasus positif secara umum di Papua Barat juga bertambah 52 orang, masing-masing berasal dari Raja Ampat 20 orang, Kota Sorong 16 Orang, Teluk Bintuni 9 orang dan Manokwari 7 orang.

“Dengan penambahan 52 kasus tersebut, hingga saat ini kasus positif telah mencapai 1.726 kasus, sementara yang sembuh sebanyak 1.036 kasus,” tukasnya.

Lebih Lanjut mengatakan, pemerintah masih terus mengimbau masyarakat agar mematuhi protokol kesehatan. Terutama ketika beraktivitas di area publik. Tentu guna menekan laju penularan Covid-19.

“Protokol kesehatan yang dimaksud antara lain rajin mencuci tangan, menjauhi kerumunan dan memakai masker. Hal-hal ini bisa meminimalisir penularan Covid-19,” tandasnya.(red)

 

 

Continue Reading

Trending

Hati-hati salin tanpa izin kena UU no.28 Tentang Hak Cipta