Connect with us

Bintuni

Bertambah 8, Pasien Sembuh Corona di Papua Barat Jadi 19 Orang

Published

on

MANOKWARI, JAGATPAPUA.com – Pasien yang sembuh dari virus Corona (COVID-19) di Papua Barat terus bertambah. Kini, jumlah pasien yang sembuh bertambah 8 menjadi 19 orang.

“Hari ini ada tambahan 10 pasien terkonfirmasi positif Covid-19 dan kabar baiknya ada penambahan pasien sembuh 8 orang, sehinggal total positif 129 orang dan sembuh 19 orang,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19, dr. Arnoldus Tiniap, melaui Video Conferencing, Jumat (23/4/2020) sore.

“Untuk tambahan pasien positif Covid-19 yang sembuh berasal dari Kabupaten Teluk Bintuni 6 orang dan Kabupaten Manokwari 2 orang,” ucapnya.

Sementara ia merincikan untuk tambahan pasien terkonfirmasi positif Covid-19, hari ini berasal dari Kabupaten Teluk Bintuni 4 orang, Teluk Wondama 3 orang, Kota Sorong 2 orang dan Manokwari 1 orang.

“Penambahan pasien positif Covid-19 dari Teluk Bintuni, maka Bintuni saat ini berada diposisi pertama 36 kasus atau melampaui Kabupaten Sorong dan Kota Sorong, dengan masing-masing 32 kasus. Disusul, Raja Ampat 16 kasus, Manokwari 8 kasus, Wondama 3 kasus, Manokwari Selatan dan Fakfak masing-masing 1 kasus,” tandasnya.(me)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bintuni

Update Covid-19 Papua Barat : Tambah 10 Pasien Positif, 11 Sembuh

Published

on

MANOKWARI, JAGATPAPUA.com – Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Papua Barat, mencatat ada 10 tambahan pasien positif pada hari ini, Jumat (22/5/2020). Total ada 119 kasus, 11 sembuh dan 13 orang meninggal, 1 positif, PDP 11 orang dan ODP 1 orang.

Sementara penambahan pasien tersebut berasal dari Kabupaten Teluk Bintuni, yang melaporkan ada tambahan 10 pasien positif Covid-19.

Selain itu, terjadi tambahan Orang Tanpa Gejala (OTG) 12 dari Kota Sorong, sehingga total OTG 1130 orang, 718 orang masih dalam pemantauan dan 412 selesai pemantauan.

Begitu dengan kategori Orang Dalam Pemantauan (ODP). Dilaporkan ada tambahan 15 orang, 14 dari Kota Sorong dan 1 orang dari Manokwari, sehingga total 951 orang, 130 statusnya masih dipantau dan 821 selesai pemantauan.

“Untuk Pasien Dalam Pengawasan (PDP) tidak ada penambahan, masih 69 orang, 14 masih dalam pengawasan, 55 selesai pengawasan,” kata Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Papua Barat, dr. Arnoldus Tiniap.

Berikut gambaran sebaran kasus positif, sembuh dan meninggal per tanggal 22 Mei 2020 :

1. Kabupaten Sorong : 32 positif, meninggal status ODP 1 orang, positif 1 orang, sembuh 1 orang.

2. Kabupaten Teluk Bintuni : 32 positif, meninggal status PDP 2 orang, sembuh 4 orang.

3. Kota Sorong : 30 positif, meninggal status PDP 7 orang, sembuh 1 orang

4. Kabupaten Raja Ampat : 16 positif, meninggal status PDP 1 orang.

5. Kabupaten Manokwari : 7 positif, meninggal status PDP 1 orang, sembuh 4 orang.

6. Kabupaten Manokwari Selatan : 1 positif, sembuh 1 orang.(me)

Continue Reading

Bintuni

Soal Kamtibmas di Maybrat, Polda Papua Barat Gelar Pertemuan bersama Instansi Pemerintah dan Tokoh Masyarakat

Published

on

KUMURKEK, JAGATPAPUA.com – Kapolda Papua Barat, Brigjen Pol Tornagogo Sihombing melalui Direktur Bimas Polda Papua Barat, AKBP Bagiyo, melakukan tatap muka bersama instansi pemerintah dan tokoh masyarakat di kabupaten Maybrat, Senin (11/5/2020).

Pertemuan itu guna menetralkan situasi Keamanan dan ketertiban masyarakat (Kantibmas) terkait situasi di Aifat Timur, karena masyarakat melakukan eksodus ke kampung dan wilayah lain.

“Pertemuan ini untuk menepis stigma negatif di masyarakat, karena kegiatan kepolisian di wilayah Aifat timur itu untuk pencarian pelaku pembunuhan anggota Brimob di Bintuni, dàn tidak ada niat untuk mengusir masyarakat,” kata Kapolres Sorong Selatan, Sahat M.H. Siregar, SH, usai pertemuan tersebut.

Kapolres juga berharap masyarakat di wilayah Aifat Timur dan Aifat Selatan agar dapat kembali ke kampungnya melakukan aktifitas seperti biasanya.

“Tidak perlu takut, masyarakat bisa kembali dan melakukan aktifitas seperti biasa, aparat kepolisian hanya mengejar pelaku bukan mengusir masyarakat,” ucapnya.

Selain itu, lanjut Kapolres pertemuan ini juga bentuk koordinasi dengan tokoh-tokoh masyarakat agar dapat melakukan pendekatan dengan pelaku untuk segera menyerahkan diri beserta senjata yang dirampas, sehingga tidak perlu ada tindakan penyisiran seperti yang dilakukan beberapa waktu lalu.

“Untuk 4 pelaku yang sudah diamankan saat ini berada di sel Polres Sorong Selatan,” tukasnya.

Hadir dalam tatap muka itu, Direktur Bimas Polda Papua Barat, AKBP. Bagiyo, Kapolres Sorong Selatan, AKBP. Sahat M.H. Siregar, SH, wakil bupati Maybrat, pimpinan dan anggota DPRD Maybrat, tokoh masyarakat, adat, pemerintah, pemuda dan perempuan.(sawe)

Continue Reading

Bintuni

Masa Jabatan Sekda Berakhir, Frans Awak Disebut Cocok Duduki Jabatan Pj. Sekda Bintuni

Published

on

Salah Satu Tokoh Masyarakat Teluk Bintuni, Daniel Sebaru.

BINTUNI, JAGATPAPUA.com – Sekretaris Daerah (Sekda) Teluk Bintuni Gustaf Manuputty, S.Sos. MM, telah memasuki masa purna bhakti pada tanggal 1 Mei 2020. Maka dengan sendirinya kursi orang nomor satu di jajaran Setda Bintuni itu mengalami kekosongan.

Untuk menjalankan tugas seorang Sekda, tentu dibutuhkan seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) dilingkungan Pemkab Teluk Bintuni, yang memenuhi syarat untuk diangkat sebagai Penjabat Sekda sambil menunggu proses seleksi Sekda definitif.

Sementara, salah satu Tokoh Masyarakat, Daniel Sebaru, menilai figur seorang Penjabat Sekda, harus merupakan ASN senior yang berlatar belakang seorang Pamong serta memiliki rekam jejak yang cakap dan mumpuni.

“Sekda Bintuni harus dari kalangan Pamong Senior, berpengalaman dalam bidang pemerintahan serta mampu melayani masyarakat dengan baik,” ujar Sebaru di Bintuni, Senin (4/5/2020).

“ASN yang ditunjuk nanti harus berkomitmen mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik dan benar sesuai aturan dan perundang-undangan yang berlaku,” sebutnya.

Untuk itu, dia berpendapat figur yang tepat untuk menduduki posisi itu adalah Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Drs. Frans N. Awak.

“Frans Awak merupakan Birokrat mumpuni yang memulai karirnya sebagai PNS di kecamatan Merdey kala itu. Ia juga mantan Kepala Distrik Babo yang mempunyai gaya kepemimpinan yang di cintai masyarakat,” ungkapnya.

Selain itu, lanjut dia, Frans Awak juga pernah menempati beberapa jabatan yang dipercayakan seperti, Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan, Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Plt Kepala Dinas PU dan saat ini menjabat sebagai Asisten I Bidang Pemerintahan.

“Frans Awak, memiliki kompetensi di bidang pemerintahan, dan aktif di lembaga keagamaan dan kategori pemimpin yang takut akan Tuhan. Sebagai buktinya Frans Awak dipercayakan Umat GKI Teluk Bintuni untuk menduduki jabatan Wakil Ketua Klasis Teluk Bintuni dan aktif dalam Kepengurusan LPPD Kabupaten Teluk Bintuni sebagai Ketua I,” jelasnya.

Daniel Sebaru, yang juga mantan Asisten III Sekda ini, mengatakan dalam Bidang Olah Raga dan Kepemudaan, Frans Awak aktif sebagai Ketua Harian KONI Teluk Bintuni dan pernah menjabat sebagai Ketua Perbasi Cabang Bintuni.

“Dengan rekam jejak Frans Awak, saya optimis hanya Frans Awak yang sanggup membantu Bupati Teluk Bintuni, Ir. Petrus Kasihiw, MT di dunia pemerintahan maupun kemasyarakatan,” tukasnya.

Olehnya, sudah sepantasnya Frans Awak dipercayakan oleh Bupati Teluk Bintuni sebagai menjabat bukan saja Pj Sekda melainkan Sekda definitif. Karena, memenuhi syarat kepangkatan dan cakap dalam bidang perencanaan pemerintahan pembangunan serta keuangan dan memiliki mentalitas jasmani dan rohani yang sehat.

“Khusus jabatan Penjabat Sekda, karena Setda adalah OPD sendiri maka harus dijabat oleh Asisten Bidang Pemerintahan. Dan juga, tidak ada yang salah jika bapak Bupati mempertimbangkan aspirasi masyarakat untuk jabatan Sekda. Pada prinsipnya, sesuai dengan mekanisme yang diatur dalam Perpres No 3 Tahun 2018,” tandasnya.(rls)

Continue Reading

Trending

Hati-hati salin tanpa izin kena UU no.28 Tentang Hak Cipta