Connect with us

Adat

Bersama BPJS, Bupati Komitmen Tingkatkan Pelayanan Kesehatan Masyarakat Manokwari

Published

on

Bupati Manokwari, Hermus Indou SIP,.MH pada acara Forum komunikasi kemitraan dan forum pengawasan pemeriksaan kepatuhan BPJS kesehatan bersama Pemda Manokwari dan Kejaksaan Negeri Manokwari, Selasa (9/3/2021) di Inggandi Beach, Manokwari.

MANOKWARI,JAGATPAPUA.com– Pemerintah Daerah Manokwari, berkomitmen mendukung program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN)-KIS Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, dalam meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat Manokwari.

“Pemda Manokwari berkomitmen untuk meningkatkan kualitas pelayanan dibidang kesehatan, untuk itu, atas nama pemerintah saya mengharapkan dukungan semua pihak untuk menjaga komitmen bersama ini serta mensukseskan program strategis nasional secara khusus dibidang kesehatan sehingga memerlukan kerja keras perencanaan yang benar benar dimonitor dan dikawal secara baik,”ungkap Bupati Manokwari, Hermus Indou SIP.,MH pada acara Forum komunikasi kemitraan dan forum pengawasan pemeriksaan kepatuhan BPJS kesehatan bersama Pemda Manokwari dan Kejaksaan Negeri Manokwari, Selasa (9/3/2021) di Inggandi Beach, Manokwari.

Memang disadari, masih banyak hal terkait yang harus diperbaiki seperti tempat pelayanan dan pengaturan persalinan, tentu untuk mewujudkannya membutuhkan kerja sama dan pemikiran matang dan semangat yang kokoh dari semua pihak. Tantangan dan persoalan kedepan yang membutuhkan solusi tentu semakin besar.

“Untuk itu mari sempuranakan sistem kerja kita sehingga lebih baik melalui perbaikan proses dan budaya kerja yang berdampak positif langsung kepada masyarakat,”ajak Bupati.

Sejauh ini, Pemerintah bersama BPJS kesehatan terus melakukan inovasi dalam memperluas cakupan kepesertaan untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat.

Menurut Bupati, Ini tujuan mulia yang dapat memberikan perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat. Pemerintah dan masyarakat memberikan kepercayaan kepada BPJS kesehatan dalam menjalankan program jamkes agar akses financial atau pelayanan kesehatan sekaligu akses kualitas pelayanan dapat tercapai sesuai harapan masyarakat.

“Saya harap BPJS dapat terus bersinergi dengan Pemda Manokwari sehingga seluruh masyarakat dapat merasakan hidup sehat guna memberikan kontribusi dalam membangun daerah ini,”ujarnya

Sebab, jaminan sosial adalah hak konstitusional setiap warga negara yang merupakan wujud tanggung jawab negara terhadap masyarakat Indonesia secara khusus Manokwari, terkait nawacita nasional

Dalam rangka mewujudkan universal Health Coverage (UHC) Kabupaten Manokwari telah lebih awal melakukan komitmen UHC tersebut pada 1 Maret tahun 2018 lalu, dan sebagai bentuk apresiasi, presiden RI memberikan aword kepada Bupati Manokwari di istana negara saat itu.

Dengan dicanangkannya pelaksanaan jaminan kesehatan Nasional di kab Manokwari dengan predikat UHC, Manokwari telah melakukan lompatan besar luar biasa dalam penyelenggara Jamkes bagi seluruh penduduk di daerah ini tetapi juga telah meratas jalan menuju cakupan sehat penduduk Manokwari.

“Juga pencanangan ini sudah menumbuhkan kesadaran pentingnya gotong royong dalam memelihara kesehatan bersama. Karena Pemeliharaan kesehatan tidak lagi menjadi tanggung jawab pemerintah tetapi menjadi tanggung jawab dan kebutuhan bersama,”tutup Bupati.(JP/alb).

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Adat

Bupati Hermus Keluarkan SE Terkait Virus ASF Yang Diduga Penyebab Kematian Ternak Babi

Published

on

Bupati Manokwari, Hermus Indou SIP,.MH.

MANOKWARI,JAGATPAPUA.com– Bupati Manokwari, Hermus Indou, SIP, MH telah mengeluarkan surat edaran meminta semua pihak untuk waspada terhadap virus demam babi Afrika.

Surat edaran bupati Kabupaten Manokwari nomor : 524.3/324. Tentang peningkatan kewaspadaan terhadap penyebaran penyakit pada ternak babi di Kabupaten itu ditandatangani bupati Manokwari per Rkamis 22 April 2021.

Sehubungan dengan peningkatan kasus penyakit dan kematian ternak babi di wilayah kabupaten Manokwari pada khususnya serta hasil investigasi Balai Besar Veteriner Kabupaten Maros terhadap kematian ternak babi di wilayah kabupaten Manokwari , dengan diagnosa sementara bahwa kematian ternak babi yang terjadi disebabkan oleh virus Afrika Africa twin dengan ini disampaikan informasi dan himbauan sebagai berikut,
1: Penyakit virus African swine fever atau demam babi Afrika adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus yang menyebabkan kematian yang tinggi pada ternak babi dan masih belum ditemukan vaksin dan obat untuk penanggulangannya. Penularan penyakit ini adalah melalui kontak langsung, serangga, pakaian, peralatan, peternak, kendaraan, dan pakan yang terkontaminasi.

2: Khususnya peternak dan penjual produk daging babi diimbau untuk lebih meningkatkan kewaspadaan akan penyakit ASF dengan penerapan budaya dan biosecurity yang baik menempuh:
A: Menjaga kebersihan kandang ternak dengan pembersihan minimal dua kali sehari, disinfektasi kandang secara berkala, membatasi keluar masuk orang yang tidak berkepentingan pada lingkungan kandang.
B: Pemberian pakan pada ternak sesuai kuantitas dan kualitas.
C: Tidak membiarkan pakan sisa rumah tangga, restoran pelabuhan hotel pada ternak karena dapat merupakan media penularan penyakit.
D: Jika ada dugaan ASF atau ditemukan babi yang sakit atau mati diharapkan segera melapor kepada petugas Dinas Pertanian dan ketahanan Pangan Kabupaten Manokwari atau Penyuluh Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) setempat 1 X 24 jam. Segera dikubur dan Dilarang membuang ke sungai laut atau hutan untuk mencegah lebih luas penyakit abses. Tidak menjual ternak dan daging babi yang terindikasi sakit.
F: Pengusaha penjual ternak dan daging babi untuk sementara dilarang memasukkan ternak babi dari luar Kabupaten Manokwari karena kasus penyakit ternak babi telah terjadi pada kabupaten lain di wilayah Provinsi Papua Barat.

3. Dinas Pertanian dan ketahanan pangan kabupaten Manokwari agar segera melaksanakan langkah-langkah antisipatif dalam pencegahan dan penanggulangan penyakit menular pada ternak babi menerima dan merekap laporan kejadian penyakit dan kematian ternak babi yang terjadi di wilayah kabupaten Manokwari.

4. Dinas lingkungan hidup dan pertahanan Pertanahan Kabupaten Manokwari agar tetap memperhatikan mengantisipasi dampak lingkungan terhadap wabah Penyakit ini.
5. kepala distrik dan kepala Kelurahan Kampung agar terus berpartisipasi dalam melaksanakan sosialisasi pencegahan dan penanggulangan penyakit ternak babi dan wajib memberi penekanan kepada masyarakat agar tidak membuang bangkai ternak di sembarang tempat melainkan harus menguburkan ke dalam tanah demikian untuk dilaksanakan.(JP/AR)

Continue Reading

Adat

Ratusan Ternak Babi Di Manokwari, Mansel dan Pegaf Mati Diduga Terserang Virus ASF

Published

on

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Papua Barat, drh Hendrikus Fatem.

MANOKWARI,JAGATPAPUA.com – Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Papua Barat drh Hendrikus Fatem mengatakan, kematian ratusan ternak babi di tiga kabupaten di Provinsi Papua Barat dalam satu bulan berjalan masih diselidiki tim terpadu Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan setempat.

Dugaan sementara ratusan ternak babi di kabupaten Manokwari, Manokwari Selatan dan Pegunungan Arfak itu mati terserang virus demam babi Afrika (African swine fever/ASF).

“Tim terpadu telah melakukan pengambilan sampel untuk dilakukan pemeriksaan atau diagnosis di Balai Besar Veteliner (BBVet) Maros Sulawesi Selatan,” kata Fatem.

Fatem mengatakan laporan masyarakat atas kematian ternak babi tertinggi di kabupaten Manokwari dalam dua pekan terakhir. Kasus yang sama juga terjadi di kabupaten Manokwari Selatan dan Pegunungan Arfak.

Dia mengatakan tim terpadu yang terdiri dari dinas peternakan dan kesehatan hewan Papua Barat bersama petugas BBVet Maros sedang melakukan investigasi untuk memastikan jenis virus tersebut.

“Pemerintah masih menunggu hasil uji lab BBVet Maros untuk memastikan penyebab kemarian ratusan ternak babi itu. Meski dugaan sementara adalah virus demam babi Afrika (African swine fever/ASF),” katanya.

Sementara, laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kabupaten Manokwari kasus kematian ternak babi di daerah itu mencapai 171 ekor dalam dua pekan terakhir.

“Data terakhir, sebayak 171 ternak babi milik warga kabupaten Manokwari mati. Itu tersebar di wilayah Borobudur kelurahan Padarni Distrik Manokwari Barat, Distrik Manokwari Utara dan Distrik Warmare,” kata Wanto, kepala pelaksana BPBD kabupaten Manokwari.

Wanto menuturkan, kasus kematian ternak babi di daerah itu masih terus dipantau sambil menunggu hasil pemeriksaan laboratorium BBVet Maros oleh tim terpadu provinsi Papua Barat.

“Belum diketahui penyebab kematian ratusan ternak babi ini, kami masih berkoordinasi dengan dinas peternakan dan kesehatan hewan provinsi Papua Barat,” katanya.(JP/SOS)

Continue Reading

Adat

Seleksi Jabatan Eselon II Masuk Tahap Akhir, Gubernur: Secepatnya Digelar Pelantikan

Published

on

Gubernur Papua Barat Drs Dominggus Mandacan.

MANOKWARI,JAGATPAPUA.com– Proses seleksi Jabatan Eselon II dilingkungan Pemprov Papua Barat sudah masuk tahap akhir, diharapkan dalam waktu dekat pelantikan dilakukan.

Hal itu dikatakan Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan kepada awak media di kantor Gubernur Provinsi Papua Barat, Kamis ( 22/04/2021 ). Menurut ia, Seleksi lelang jabatan sudah dilakukan dan saat ini masuk tahap akhir, selanjutnya hasil tersebut diserahkan kepada Komisi Aparatur Sipil Negara ( KASN ) untuk segera disetujui.

“Kalau itu sudah kita lakukan maka selanjutnya kita percepat proses pelantikan, mengingat ada beberapa Jabatan Kepala OPD yang masih dijabat oleh plt,”kata Gubernur

Sebab hingga saat ini, OPD terkait yang masih dijabat oleh Plt belum menerima DPA, karena terbentur aturan. Sehingga proses pelantikan dimaksud harus dipercepat setelah KASN menyetujui hasil seleksi Jabatan Eselon II.

“Jadi OPD yang kepala dinasnya masih dijabat plt mereka akan menerima DPA setelah kepala dinas definitivnya  dilantik,”ungkap Gubernur.(JP/SOS)

Continue Reading

Trending

Hati-hati salin tanpa izin kena UU no.28 Tentang Hak Cipta