Connect with us

Kaimana

Bakal Calon TERKABUL dan RISMA, Ditetapkan Jadi Calon di Pilkada Kaimana

Published

on

KAIMANA, JAGATPAPUA.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kaimana, menetapkan bakal calon bupati dan wakil bupati Kaimana, Rita Teurupun – Leonardo Syakema (RISMA) dan Freddy Thie – Hasbullah Furuada (TERKABUL) sebagai calon tetap Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tanggal 9 Desember 2020.

Penetapan pasangan calon tetap ini dengan nomor 524/PL.02.3-Kpt/9208/KPU-Kab/IX/ 2020, dihadiri oleh Ketua KPU bersama empat komisionernya, ketua Bawaslu Kaimana Karolus Kopong Sabon, dan LiaisoL Officer (LO) perwakilan partai politik kedua pasangan calon, Rabu (23/9/2020) di Aula Kantor KPU Kaimana.

Sebelum ditetapkan menjadi pasangan calon tetap, komisioner KPU Kaimana melakukan serangkaian tahapan pemeriksaan berkas. Pleno tertutup di kantor KPU Kaimana, Rabu (23/9/2020) sekira pukul 09.00 WIT.

“Secara sah sudah kita tetapkan dua pasangan calon, melalui rapat pleno dan tidak bisa diganggu gugat. Selanjutnya tadi juga sudah penyerahan SK hasil penetapan calon tetap, kepada LO masing-masing calon,” kata Ketua KPU Kaimana Kristian Maturbongs, kepada awak media, usai memimpin jalannya rapat pleno penetapan.

Dikatakan Ketua KPU, setelah ditetapkan sebagai calon tetap untuk besok hari, Kamis (24/9) akan dilakukan pengundian nomor urut calon. Dalam tahapan pengundian nomor urut calon, ketua KPU berharap agar pasangan calon bisa hadir untuk pengambilan nomor urut.

“Saya berharap semua stakholder terkait, untuk kita menciptakan Pemilu yang sehat dan damai di Kaimana,” ucapnya.

Pasca penetapan dua pasangan calon tetap Pilkada Kaimana ini, situasi Kabupaten Kaimana hingga saat ini terpantau aman dan kondisif. Namun aparat kepolisian Polres Kaimana, disiagakan disejumlah titik termasuk kantor KPU Kaimana.(lc)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bawaslu Manokwari

Sembilan KPU di Papua Barat Tetapkan DPT Pilkada 2020, Ini Rinciannya

Published

on

Ketua KPU Provinsi Papua Barat, Paskalis Semunya.

MANOKWARI, JAGATPAPUA.com – Sebanyak 9 KPU kabupaten/kota sudah menetapkan Daftar Pemilih Tetap (DPT) untuk Pilkada serentak 2020 masing-masing daerahnya.

Kesembilan daerah yang akan melaksanakan Pilkada 2020, yakni Raja Ampat, Sorong Selatan,Teluk Bintuni, Fakfak, Kaimana, Teluk Wondama, Manokwari Selatan, Pegunungan Arfak dan kabupaten Manokwari.

“Saya beri apresiasi kepada teman-teman KPU di sembilan daerah, karena satu tahapan telah sukses, yaitu pleno penetapan DPT untuk Pilkada 2020, tentunya dengan mematuhi aturan dan anjuran yang berlaku di masa Pandemi Covid-19,” kata Ketua KPU Provinsi Papua Barat, Paskalis Semunya, Rabu (21/10/2020).

Dia menyebut berdasarkan data yang diterima dari 715.724 jiwa atau rasio 60,95 persen penduduk Papua Barat, yang memiliki hak pilih, telah terdata dalam DPT Pilkada 2020 di sembilan daerah, sebanyak 436.243, dengan rincian 224.472 (pemilih laki-laki) dan 211.771 (pemilih perempuan).

“Pilkada 2020 di sembilah daerah ini akan berlangsung di 125 kecamatan/distrik, 1.068 desa dan 1.897 Tempat Pemungutan Suara (TPS),” ujarnya.

Dia melanjutkan secara teknis pelaksanaan Pilkada 2020 akan melibatkan 3.203 Panitia Pemungutan Suara (PPS) dan 625 Panitia Pemilihan Distrik (PPD).

Adapun rincian total DPT Pilkada 2020, yakni Raja Ampat 36.771 pemilih, Sorong Selatan 45.829 pemilih, Teluk Bintuni 45.807 pemilih, Fakfak 50.206 pemilih, Kaimana 32.505 pemilih, Teluk Wondama 25.947 pemilih, Manokwari Selatan 29.360 pemikih, Pegunungan Arfak 33.423 pemilih dan Manokwari 136.395 pemilih.

Kepala Bagian (Kabag) pengawasan Bawaslu Provinsi Papua Barat, Supriono menyatakan secara umum tahapan Pilkada 2020 serentak di Papua Barat berjalan kondusif, paska penetapan DPT oleh masing-masing KPU.

“Sesuai laporan Bawaslu setempat belum ditemukan pelanggaran selama penetapan DPT. Saat ini kita juga fokus pengawasan masa kampanye,” tandasnya.(sos)

Continue Reading

Fakfak

Dua Kawasan Baru Pesisir – Teluk di Papua Barat Masuk Kawasan Konservasi

Published

on

Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD), Kawasan Konservasi Perairan Dearah (KKPD) Kaimana, Eli Auwe. A.Pi.

KAIMANA, JAGATPAPUA.com – Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD), Kawasan Konservasi Perairan Dearah (KKPD) Kaimana, Eli Auwe. A.Pi, mengatakan dua kawasan konservasi perairan baru di wilayah Papua Barat, resmi ditetapkan menjadi kawasan konservasi.

Dua kawasan konservasi itu berada di daerah pesisir dan pulau-pulau kecil yaitu Teluk Berau dan Teluk Nusalasi-Van Den Bosch. Ini resmi ditetapkan melalui Keputusan Menteri KKP No. 79/Kepmen-KP/2020.

“Kementerian Kelautan dan Perikanan RI, telah menetapkan wilayah pesisir Kaimana sebagai KKPD dan dua kawasan teluk di Fakfak, sebagai kawasan konservasi pesisir dan pulau – pulau kecil, yakni Teluk Berau dan Nusalasi Van Den Bosch,” ungkapnya, Jumat (16/10/2020).

Dia melanjutkan penetapan kedua teluk tersebut sebagai KKPD, maka berimplikasi pada amanat Undang-Undang, No 23 Tahun 2014, tentang pelimpahan kewenagan dari Kabupaten/Kota ke Propinsi Papua Barat, terkait kepengurusan bidang Kelautan.

“Kementerian Kelautan dan Perikanan juga telah menetapkan 6 wilayah perairan UPTD KKPD. Kaimana ada 4 wilayah Kawasan perairan dan Fakfak dua wilayah,” ucapnya.

Selain itu, Gubernur Papua Barat juga telah mengeluarkan Peraturan Gubernur No : 09/Pergub/Tahun 2019, tentang pembentukan UPTD KKPD Kaimana, untuk membantu pelaksanaan semua urusan terkait bidang perikanan.

“Adanya Pegub ini, maka UPTD, mendapatkan mandat untuk melakukan pengelolaan taman wisata pesisir di Kaimana dan Fakfak,” terangnya.

Dijelaskan, ada dua seksi di dalam UPTD KKPD, yang akan menanggani enam taman wisata pesisir, yaitu seksi satu membawahi empat wilayah di pesisir taman wisata perairan Kaimana, yakni taman wisata perairan Distrik Buruway, Teluk Arguni, Telut Etna dan Perairan Wisata Pesisir Kota Kaimanan.

Kemudian untuk seksi wilayah dua membawahi dua taman pesisir di Fakfak, yakni taman wisata pesisir Teluk Berau dan Teluk Nusalasi Van Den Bosch.

Dengan Usia UPTD KKPD Kaimana – Fakfak, yang boleh dikatakan masih balita, makan pihaknya bersama NGO dalam hal ini Conservation Internasional Indonesia (CI), akan meningkatkan pengawasan di enam taman wisata pesisir Kaimana dan Fakfak.

“Secara usia kami masih bayi, sehingga perlu dukungan dan bimbingan dari semua pihak, tentang bagaimana kita menjaga pesisir perairan wisata Kaimana, tetap terjaga dengan baik,” tandasnya.(lc)

Continue Reading

Hukrim

Polres Ungkap 9 TPS Sangat Rawan di Kaimana

Published

on

Kapolres Kaimana AKBP Iwan Manurung, saat memberikan arahan pada kegiatan simulasi pengamanan TPS dihalaman Polres Kaimana.

KAIMANA, JAGATPAPUA.com – Polres Kaimana mengungkap sebanyak sembilan Tempat Pemungutan Suara (TPS) sangat rawan pada pemilihan Bupati dan wakil Bupati Kaimana, sehingga menjadi perhatian khusus polres setempat.

Kapolres Kaimana AKBP Iwan Manurung mengatakan kesembilan TPS yang masuk kategori sangat rawan berada di Distrik Kaimana 4 TPS, Distrik Arguni Atas 2 TPS, Distrik Buruway 1 TPS dan Distrik Yamor 2 TPS.

“Untuk kategori sangat rawan kita akan mengikuti Standar Operasional Prosedur (SOP) dalam penempatan personil di TPS,” ungkapnya, Rabu (14/10/2020).

Kapolres merincikan, untuk TPS yang dinilai rawan akan ditempatkan dua orang personil dan dua anggota linmas.

“Jumlah keseluruhan TPS ada 172, 163 TPS di kategorikan rawan dan 9 TPS di kategori sangat Rawan,” sebutnya.

Selain itu, Kapolres juga meminta kepada para personil yang akan melakukan serpas pengamanan di setiap TPS, agar mampu memberikan pemahaman kepada masyarakat, terkait protokol kesehatan.

“Kepada anggota maupun linmas yang bertugas juga harus dapat memberikan pemahaman terkait protokol kesehatan, apalagi bagi mereka yang tidak memakai masker. Disinilah peran komunikasi anggota dan linmas dalam melaksanakan tugasnya agar benar-benar menguasai aturan hukum, karena tindak kegiatan dilapangan harus berdasarkan hukum dan aturan yang ada,” tandas Kapolres.(lc)

 

Continue Reading

Trending

Hati-hati salin tanpa izin kena UU no.28 Tentang Hak Cipta