Connect with us

Pemerintahan

Awal Tahun 2020, Bupati Wondama Lantik Pejabat Eselon III

Published

on

WASIOR, JAGATPAPUA.com – Diawal Tahun 2020, Bupati Kabupaten Teluk Wondama, Bernadus A Imburi, melantik pejabat eselon III dilingkup Pemkab Teluk Wondama, di Gedung Sasana Karya, Selasa (7/1/2020).

Bupati Bernadus A Imburi, mengingatkan agar para pejabat yang baru dilantik dapat bekerja maksimal dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Mari berikan pelayanan kepada masyarakat tanpa membedakan satu sama lainnya. Karena jabatan bukan milik perorangan, namun anugerah yang Tuhan percayakan kepada kita, sehingga gunakan itu dengan baik,” ujar Bupati.

Bupati juga memberi peringatan kepada Kepala Distrik, agar tetap berada dilokasi tugas untuk melayani masyarakat, dan tak segan memberikan sanksi tegas bagi yang jarang berada dilokasi tugas.

“Kepala Distrik yang dilantik untuk ada di distrik bukan di kota Wasior. Jangan ada kepala distrik yang coba bermain, karena sanksi tegas menanti,” ucap Bupati.

Usai pelantikan, Kepala Badan Kepegawaian Daerah dan Sumber Daya Manusia (BKDSDM) enggan menunjukan SK Bupati tentang pelantikan pejabat eselon III tersebut, dengan alasan masih ada nama pejabat yang akan direvisi.

“Kami belum bisa berikan SK, sebab masih ada nama-nama yang kami harus revisi,” singkat Kaban BKDSDM Ujang Waprak.(sr)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Papua Barat

Satgas Covid-19 Ajukan Anggaran Rp52 Miliar ke Pemprov Papua Barat

Published

on

Ketua Satuan Gugus Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Papua Barat, Derek Ampnier.

MANOKWARI, JAGATPAPUA.com – Gugus Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Papua Barat, telah mengajukan Rencana Kerja Anggaran (RKA) ke Pemprov Papua Barat, untuk antisipasi penyebaran dan penanganan Corona Virus atau Covid-19.

Ketua Satuan Gugus Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Papua Barat, Derek Ampnier mengatakan besaran anggaran yang diajukan sebesar Rp52 miliar, dengan penggunaannya akan disesuaikan skema masa tanggap darurat bencana.

“Kita harus pakai skema karena uang negara ini tidak mungkin masuk sekaligus, sehingga kita juga harus sesuaikan baik dari segi kebutuhan tanggap darurat bencana maupun keuangan daerah,” ungkapnya, Senin (6/4/2020).

Dia mengatakan, skema ini digunakan agar sektor pembangunan dibidang lain tetap dilakukan oleh pemerintah daerah. Artinya ketika dibutuhkan baru diajukan untuk pencairan, sehingga pencairannya tidak sekaligus, namun mengikuti sistem pengganggaran juga keuangan daerah yang terbatas.

“Ini baru pengajuan, belum ada anggaran yang cair. bantuan 2 ribu APD dan 10.000 Masker yang didistribusikan ke kabupaten kota beberapa waktu lalu. Itu bantuan dari pemerintah pusat,” ucapnya.

Menurutnya nilai yang diajukan tersebut juga belum diketahui nantinya berapa yang disetujui Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Pemprov Papua Barat.

“Saya sudah arahkan teman-teman diajukan berdasarkan skema pembiayaan. Kebutuhan hari ini contoh, yang mau digunakan ya diajukan, kalau tidak ya tinggal saja sambil kita mengikuti perkembangan,” jelasnya.

Dari Total anggaran yang diajukan kebutuhan paling besar adalah untuk pengadaan fasilitas penunjang medis, APD, karena harganya mahal. Kemudian prioritas untuk pencegahan penanganan terutama upaya mitigasi membangun kesadaran, informasi kepada masyarakat dan juga pangan.

Sementara Gubernur Papua Barat, Drs. Dominggus Mandacan mengatakan, pemerintah provinsi telah menerima pengajuan Rencana Kerja Anggaran (RKA) Satgas Covid-19, sebesar Rp 52 miliar yang rencana awalnya sebesar Rp 98 miliar, namun setelah ada bantuan APD dari pusat nilai tersebut mengalami pengurangan.

“Untuk kebutuhan anggaran penanganan Covid-19 di semua kabupaten/kota, sesuai inpres no. 4 tahun 2020, yang menginstruksikan kepada seluruh jajaran untuk mengalihkan sejumlah pos anggaran ke kepentingan penanganan Covid-19,” ungkap Gubernur.

“Kita lihat pos atau penggunaan anggaran yang tidak terlalu penting misalnya rapat kerja, rapat koordinasi rapat teknis oleh OPD teknis kita revisi dan kita tiadakan termasuk perjalanan dinas untuk digunakan mendukung penanganan Covid-19. Namun ini juga harus melalui persetujuan DPRD,” tutup Gubernur.(me)

Continue Reading

Papua Barat

Gubernur Mandacan Lantik 3 Kepala Biro dan 3 Asisten Setda Papua Barat

Published

on

Pelantikan 3 Kepala Biro dan 3 Asisten Setda Papua Barat.

MANOKWARI, JAGATPAPUA.com – Gubernur Papua Barat, Drs. Dominggus Mandacan, mengukuhkan dan melantik sejumlah pejabat pimpinan tinggi pratama, administrator dan pengawas dilingkungan Pemprov Papua Barat, Senin (6/4/2020).

Pelantikan para pejabat di ruang multimedia lantai III Kantor Gubernur, dilakukan secara terpisah guna mengantisipasi penyebaran virus Covid-19 yang saat ini mewabah di seluruh dunia.

Pantauan media ini, pelantikan pertama dilakukan Gubernur kepada 3 Kepala Biro dan 3 Asisten Setda Papua Barat, yakni Kepala Biro Hukum, Biro Perekonomian dan Biro Organisasi dan Asisten Bidang Pemerintahan Umum dan Otsus, Drs. Musa Kamudi M.Si.

Pelantikan Kepala Biro Perekonomian.

Sedangkan Melkias Warinussa SE, MH, sebagai Asisten Bidang Kesejahteraan dan Pembangunan, Reymon Richard hendrik Yap SE, MTP, Sebagai Asisten Bidang Administrasi Setda Papua Barat.

Sementara pelantikan kedua, yaitu Kepala Biro Perekonomian Jefry Auparay, dan Tahap ketiga pelantikan Biro Organisasi Setda Papua Barat, Supriatna Djalimun.

Pelantikan Kepala Biro Organisasi.

“Jabatan adalah amanah yang harus diemban sebaik baiknya guna realisasi yang baik dan tetap setia melayani masyarakat di Papua Barat, dan butuh komitmen dan niat yang tinggi untuk mensukseskan kegiatan program kerja,” ucap Gubernur.

Gubernur berharap setiap pejabat dapat memiliki semangat yang kuat, sehingga dapat menjadi roda penggerak organisasi yang dipimpinnya.(me)

Continue Reading

Manokwari Selatan

Rapid Tes Positif, Pasien PDP Mansel Jalani Pemeriksaan Lanjutan

Published

on

Ketua Satgas Covid-19 Kabupaten Manokwari Selatan (Mansel), dr. Hengki Veky Tewu.

MANSEL, JAGATPAPUA.com – Seorang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) asal Manokwari Selatan (Mansel), terdeteksi positif berdasarkan hasil rapid test.

Saat ini, Pasien PDP tersebut masih menjalani isolasi di RSUD Manokwari, setelah dirujuk dari Puskesmas Oransbari, Sabtu (4/4/2020) kemarin.

Hal ini dibenarkan Ketua Satgas Covid-19 Kabupaten Manokwari Selatan (Mansel), dr. Hengky Veky Tewu, melalui sambungan telepon seluler, Minggu (5/4/2020).

“Pasien ini terpaksa dirujuk dengan status PDP karena menujukan gejala sakit dan batuk setelah pulang dari salah satu kegiatan keagamaan bersama 5 temannya dari daerah terpapar Covid-19 di luar Papua,” jelasnya.

Meski rapid test menunjukan hasil positif, lanjut Hengky, pasien PDP tersebut belum dinyatakan positif Corona, karena harus menunggu hasil tes PCR dari Jakarta.

“Dia itu masih PDP dengan rapid tesnya positif. Jadi belum dikategorikan positif Corona, dan untuk pastikan positif Corona, harus ada hasil PCRnya,” ucapnya.

Meski begitu, kata Hengky tenaga medis di Puskesmas Oransbari, yang menangani pasien ini telah melakukan isolasi mandiri untuk mencegah segala kemungkinan yang terjadi.

“Adanya temuan kasus ini membuktikan tim medis di Mansel sangat siap dalam penanganan Covid-19, sehingga kita akan lebih waspada,” tukasnya.

Sementara sesuai informasi pasien tersebut bersama 5 rekannya baru pulang mengikuti kegiatan keagamaan didaerah yang sudah terpapar Covid-19.

Setiba di Oransbari, mereka melapor ke Puskesmas terdekat. Namun dalam pemeriksaan empat orang lainnya tidak menunjukan gejala, sehingga disarankan tetap dikarantina di rumah.

Sementara dua orang lainnya berstatus PDP, karena menujukan gejala sakit. Namun satu PDP setelah dirujuk ke RSUD Manokwari, menunjukan kondisi membaik dan hasil tesnya dinyatakan negatif dan dikembalikan ke keluarganya untuk melakukan isolasi di rumah.(nae)

Continue Reading

Trending

Hati-hati salin tanpa izin kena UU no.28 Tentang Hak Cipta