3.3 C
Munich
Rabu, Februari 1, 2023

Anggota Bhayangkari Diminta Tingkatkan Kapasitas Literasi Media

Must read

MANOKWARI,JAGATPAPUA.com-Anggota Bhayangkari Se-Daerah Papua Barat diminta untuk meningkatkan kapasitas literasi media agar tidak salah dalam mengonsumsi sebuah konten.

Diungkapkan Kapolda Papua Barat, Irjen Pol Dr. Tornagogo Sihombing S.I.K.,M.Si dalam Gerakan Literasi Sejuta Pemirsa (GLSP) yang digelar Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) di Sorong, Rabu (17/11/2021).

Dikatakan Kapolda, dengan meningkatkan kapasitas literasi, anggota Bhayangkari akan mampu bersikap kritis terhadap siaran televisi dan radio.

“Kekritisan itu akan membuat anggota bhayangkari dapat memilah dan memilih konten media yang baik untuk didengar dan ditonton,” ungkapnya.

Menurutnya, eksistensi kebudayaan di provinsi ini merupakan manifestasi dari orisinalitas kebudayaan yang hidup dengan keberlangsungan tradisi dan budaya yang selama ini dilihat dan dialami.

Selain itu, nilai religiusitas, kebersamaan, saling memaafkan, kepercayaan dan persaudaraan yang menjunjung tinggi kearifan lokal juga merupakan unsur perekat dan modal sosial dalam bermasyarakat.

“Ini salah satu sisi yang laya tersosialisasikan dalam konten televisi dan radio, guna meningkatkan ketahanan informasi di masyarakat dalam era perkembangan digital saat,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Bhayangkari Papua Barat, Ny. Martha Tornagogo Sihombing, berharap kemajuan teknologi informasi termasuk teknologi penyiaran, dapat diiringi dengan kemampuan literasi.

“Perkembangan teknologi dan mudahnya masyarakat mengakses informasi, harus didukung dengan kemampuan litetasi, agar dapat terhindari diri dari konten seperti hoax, pornografi dan kekerasan,” tambahnya.

Sehingga dengan gerakan literasi ini, diharapkan anggota bhayangkari bisa konsisten menetapkan pilihan personalnya pada program siaran yang mengedukasi.(jp/rls)

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest article

Hati-hati salin tanpa izin kena UU no.28 Tentang Hak Cipta