Connect with us

Bintuni

AMPG Papua Barat Dukung Anisto di Pilkada Bintuni

Published

on

MANOKWARI, JAGATPAPUA.com – Jelang pemilihan kepala daerah 9 Desember 2020 mendatang, Angkatan Muda Partai GOLKAR (AMPG) Provinsi Papua Barat menyatakan dukungannya kepada Yohanis “Anisto” Manibuy untuk maju dalam Pilkada Kabupaten Teluk Bintuni tahun 2020.

Ketua AMPG Provinsi Papua Barat, Haryono mengungkapkan AMPG sebagai organisasi sayap partai Golkar berkomitmen untuk mendorong pemuda dapat mengembangkan karir politiknya baik di DPRD maupun sebagai kepala daerah.

“Momentum pilkada tidak boleh dilewatkan oleh pemuda untuk ikut berkontestasi, dan kami melihat Anisto adalah sosok pemuda yang sukses membuktikan dirinya sebagai pemimpin partai Golkar di Teluk Bintuni dengan raihan 5 kursi legislative DPRD Teluk Bintuni,” ujar dia Jumat (19/6/2020).

“Perolehan 5 kursi atau setara 25% dari total 20 kursi dengan kondisi partai Golkar di Bintuni bukan partai pengusung Bupati, adalah bukti kinerja politik beliau yang patut diapresiasi dengan mendukungnya berkontestasi pada pilkada 2020,” sambungnya.

Dia mendorong agar kader-kader AMPG untuk maju berkompetisi dalam pilkada, dan hal ini secara berjenjang terus akan dikomunikasikan dengan pimpinan AMPG di pusat.

“Secara resmi kami telah berkirim surat dan terus secara intens berkomunikasi dengan ketua AMPG Pusat bung Ilham Permana, agar aspirasi pengurus di daerah dapat dikomukasikan lebih lanjut dengan Ketua Umum DPP Partai Golkar,” sebutnya.

“Dengan kedekatan secara personal bung Ilham dengan Ketum Golkar, sehingga untuk kepentingan pemuda-pemuda yang diusung AMPG dalam pilkada akan mudah dikomunikasikan untuk dapat diusung oleh Partai Golkar,” jelasnya.

Baginya pemuda yang diusung juga harus selektif dan memiliki kapabilitas dan akseptabilitas serta modal electoral yang cukup untuk berlaga di pilkada.

“Kami mengikuti perkembangan tahapan seleksi calon kepala daerah partai Golkar, yang dilaksanakan DPP, untuk Papua Barat sudah dikeluarkan surat rekomendasi sementara calon kepala daerah yang akan diusung oleh partai Golkar,” tukasnya.

“Namun rekomendasi itu bukan sikap dan keputusan final dan lebih kepada penugasan dan penjajakan koalisi di daerah, sehingga masukan dari kami sepanjang itu objektif dan didukung dengan data valid pasti dapat menjadi pertimbangan untuk menentukan keputusan final. Terlebih lagi Ketum selalu menegaskan akan memprioritaskan kader Golkar untuk diusung dalam pilkada,” tutupnya.(tik)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bintuni

Kasus Corona di Bintuni, Pasien Sembuh Bertambah Jadi 40 Orang

Published

on

Juru Bicara Penanganan Covid-19, Teluk Bintuni, dr. Wiendo Syahputra.

BINTUNI, JAGATPAPUA.com – Jumlah pasien positif Coronavirus Disaese (Covid-19) yang berhasil sembuh di Kabupaten Teluk Bintuni, hari ini mengalami penambahan 5 orang dan kini sudah mencapai 40 orang.

“Alhamdulillah hari ini ada penambahan lima orang pasien sembuh. Dengan demikian jumlah pasein Covid-19 yang berhasil sembuh sebanyak 40 orang,” kata Juru Bicara Penanganan Covid-19, Teluk Bintuni, dr. Wiendo Syahputra melalui siaran pers Rabu sore.

Sementara itu, Dldokter spesialis paru ini menjelaskan pasein positif Covid-19 di Teluk Bintuni, didominasi oleh kelompok orang tanpa gejala (OTG). Dari 48 orang positif Covid-19, hanya satu yang berasal dari kelompok orang dalam pemantauan.

“Dari kelompok PDP (Pasien Dalam Pengawasan) tidak ada. Dari 48 kasus positif satu dari ODP dan sisanya dari OTG,” ujarnya.

Pihaknya juga bersyukur curva pasein sembuh di daerah penghasil minyak dan gas bumi tersebut terus mengalami peningkatan. Hingga saat ini pasien positif yang meninggal dunia masih berada pada angka nol.

“Kita juga bersyukur sudah lima hari berturut-turut sejak 6 Juni 2020 tidak ada penambahan pasien positif,” tukasnya.

Ia menambahkan, dalam penanganan Pandemi, Gugus Tugas Covid-19 aktif melakukan screning serta tracing atau penelusuran terhadap orang-orang yang memiliki kontak erat dengan pasein.

“Kami berusaha bergerak cepat mencari orang-orang yang pernah terjadi kontak dengan pasien. Sebisa mungkin kita harus menemukan pasien positif saat belum mengalami gejala. Setelah dapat segera kita tangani sehingga potensi kesembuhan tinggi,” pungkasnya.(me)

Continue Reading

Bintuni

Hutan Taman Kota di Bintuni Akan Dijadikan Lokasi Parawisata

Published

on

BINTUNI, JAGATPAPUA.com – Kawasan hutan yang berada di taman kota Kabupaten Teluk Bintuni, akan diproyeksikan sebagai sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata.

Ini diungkapkan Bupati Teluk Bintuni, Ir. Petrus Kasihiw, MT, saat ditemui wartawan pekan lalu di Bintuni.

“Panorama hutan ini menjadi milik Pemda Teluk Bintuni yang sudah masuk dalam hutan kota, dan kedepannya kita akan kelolah hutan ini supaya bisa bermanfaat,” ucapnya.

Lanjut Bupati sebelum hutan kota dirubah jadi tempat rekreasi, terlebih dahulu akan dilakukan pemagaran keliling, dan dibangun spot-spotnya untuk hiburan agar dapat menarik masyarakat untuk datang berkunjung.

“Kita selama ini keluarkan anggaran
untuk pelihara, baik pembersihan, perawatan, serta pembangunan sarana, sehingga harapanya ada masukkan dari hutan kota ini, sebagai PAD,” ucap Bupati.

Selain itu, kata Bupati setelah proses pemagaran dan pembangunan spot selesai, maka akan diisi dengan berbagai jenis hewan khas Papua, seperti burung Cenderawasi dan Rusa.

“Kita akan jadikan lokasi ini sebagai taman gembira mini, sehingga masyarakat nantinya akan mempunyai tempat rekreasi dengan mengunjungi spot-spot yang ada di taman, sehingga pemerintah juga akan mendapat PAD,” tandas Bupati.(me)

Continue Reading

Bintuni

Kasihiw : Komitmen Adalah Langkah Awal Pemkab Bintuni Lawan Covid-19

Published

on

Bupati Kabupaten Teluk Bintuni, Ir Petrus Kasihiw MT.

BINTUNI, JAGATPAPUA.com – Bupati Kabupaten Teluk Bintuni, Ir Petrus Kasihiw MT mengatakan, dalam upaya memutus mata rantai Covid-19 di wilayahnya perlu dilakukan berbagai strategi dan komiten yang baik dari semua pihak.

“Pertama membangun komitmen bersama Satgas Covid-19 yang melibatkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), dan kita sepakat virus ini musuh bersama yang harus dilawan. Maka, kita membangun dua kelompok kerja Tim Satgas Covid-19 dan Tim Penanganan Dampak Ekonomi, sehingga tidak terjadi tumpang tindih,” ungkap Kasihiw belum lama ini.

Dia mengatakan Tim Satgas bertugas menangani Virus Corona, dengan berkolaborasi bersama RSUD, Dinas Kesehatan dan beberapa dinas terkait. Begitu juga tim penanganan dampak ekonomi, berkolaborasi dengan Dinas Sosial, Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan beberapa OPD terkait.

Sementara itu dalam mengatasi Pandemi Covid-19, lanjut bupati strategi yang dilakukan adalah strategi tercepat yaitu harus lebih cepat dari musuh, kita harus cepat mengenal dan mengidentifikasi virus tersebut dengan cara medis. Salah satunya dengan memutus akses keluar dan masuknya warga ke Bintuni.

Kemudian cepat dalam membangun komunikasi dengan pihak terkait lainnya, mengambil langkah prefentif melakukan screening terhadap warga yang dari dan ke Bintuni dengan rapid test, serta membentuk tim ditingkat kecamatan terutama di daerah yang dianggap rawan menjadi pintu masuk.

Selain itu, pihaknya juga memerintahkan Dinas Kesehatan dan Rumah Sakit untuk membentuk tugas secara terstruktur, diaman Puskesmas bertanggung jawab terhadap pelayanan pasien OTG, ODP yang sedang dikarantina, begitu juga Rumah Sakit tetap melayani pasien PDP, Pasien OTG dan ODP dan dipantau oleh Tim Gugus Tugas.

“Saya optimis jika kita melayani para pasien dengan serius pasti akan sembuh, terbukti kami di Bintuni banyak yang sembuh. Walaupun sampai hari ini belum ada obatnya,” tukasnya.

Pihaknya mengaku sangat prihatin dengan virus corona dan dampaknya, sehingga berkomitmen untuk membeli alat PCR agar cepat melakukan pemeriksaan swab tanpa harus melakukan pengiriman ke Jakarta maupun Makassar. PCR tersebut juga dioperasikan oleh Direktur Rumah Sakit Bintuni berdasarkan pengalamannya.

“Dalam kondisi terdesak saya sampaikan semua harus belajar tidak harus menunggu. Pada akhirnya juga mereka mendapatkan persetujuan dari Kemenkes yang bisa memberikan lisensi kita mampu kita bisa menentukan hasil pemeriksaan positif atau tidak dengan PCR tersebut,” tutupnya.(me)

Continue Reading

Trending

Hati-hati salin tanpa izin kena UU no.28 Tentang Hak Cipta