Connect with us

Papua

10 Rekomendasi Dewan Pers Menyikapi Penanggulangan Pandemi Covid-19

Published

on

JAKARTA, JAGATPAPUA.com – Bangsa Indonesia, bersama bangsa bangsa lain di berbagai penjuru dunia, saat ini sedang berjuang dengan keras untuk menanggulangi pandemi corona virus disease (Covid-19).

Ketua Dewan Pers, Muhammad Nuh, mengaku untuk mengatasi bencana ini, dibutuhkan kesungguhan, sumbangsih dan kerjasama semua pihak.

“Sebagai bangsa besar yang telah berhasil menangani berbagai masalah, kita harus yakin insha Allah dapat menangani pandemi covid 19 secara baik dan dapat menghindari jatuhnya korban yang lebih banyak,” ujar Muhammad Nuh.

Dalam kesempatan ini, lanjut Muhammad Nuh, Dewan Pers ingin menyampaikan hal hal sebagai berikut :

1. Dewan Pers mengucapkan terima kasih kepada segenap unsur pers nasional yang tanpa kenal lelah terus meliput dan memberitakan perkembangan pandemi Covid 19 sehingga masyarakat Indonesia pada umumnya mendapatkan informasi yang dibutuhkan, khususnya dalam membangun kesadaran kolektif untuk mencegah semakin meluasnya pandemi Covid 19.

2. Dewan Pers mengingatkan kembali kepada insan pers agar tetap berpegang teguh untuk mematuhi protokol dan SOP Covid 19, demi menjaga kesehatan dan keselamatan para insan pers.

3. Dewan Pers meminta agar media massa terus mengajak para pemangku kepentingan dan masyarakat untuk ikut bahu membahu bersama pemerintah menanggulangi pandemi Covid 19, sehingga penanggulangan pandemi ini menjadi upaya bersama yang melibatkan seluruh kekuatan bangsa baik unsur pemerintah, dunia usaha, kelompok masyarakat dan pers.

4. Dewan Pers mengucapkan terima kasih dan memberikan apresiasi yang sangat tinggi kepada para dokter, perawat dan tenaga kesehatan lainnya sebagai garda terdepan, pejuang kemanusiaan dalam memberikan layanan medis bagi para korban Covid 19 secara langsung.

5. Dewan Pers menyampaikan duka cita yang sangat mendalam kepada para dokter dan tenaga medis, pahlawan kemanusiaan yang meninggal dunia akibat terpapar virus corona ketika sedang menjalankan tugas mulia tersebut. Semoga amal ibadah dan kemuliaan budi mereka diterima Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan. Demikian juga, bagi para pasien yang meninggal akibat Covid 19.

6. Dewan Pers memberikan apresiasi yang tinggi kepada Pemerintah dan Pemerintah Provinsi, Kabupaten dan Kota yang telah bekerja keras menangani pandemi covid 19 di daerah masing-masing. Kami yakin Pemerintah terus berupaya sekuat tenaga untuk menangani Covid 19 ini dengan baik dan dampak turunanannya khususnya di bidang ekonomi dan sosial.

7. Dewan Pers memberikan apresiasi yang tinggi kepada TNI, POLRI, Rumah Sakit, Perguruan Tinggi, kalangan pengusaha dan unsur-unsur masyarakat yang telah dengan penuh komitmen berkontribusi positif dan nyata terhadap upaya penanggulangan musibah nasional covid.19. Semangat kesukarelawanan dan gotong royong semua pihak merupakan modal utama bangsa Indonesia untuk dapat segera mengatasi bencana nasional ini.

8. Dengan kerendahan hati, Dewan Pers ingin mengingatkan kepada semua pihak bahwa yang dibutuhkan saat ini tidak sebatas pada penanganan medis terhadap masyarakat yang terpapar atau diduga terpapar virus corona, tetapi juga dampak turunan pandemi Covid 19, khususnya di bidang sosial dan ekonomi. Dewan pers menyambut baik berbagai paket kebijakan yang telah diluncurkan Pemerintah untuk menangani dampak sosial-ekonomi tersebut, meskipun harus dikawal realisasi di lapangannya.

9. Dewan Pers mengajak kita semua untuk memperkuat solidaritas sosial dengan memberi perhatian khusus untuk meringankan beban ekonomi masyarakat yang kehilangan mata pencaharian sehari hari atau yang mengalami penurunan penghasilan. Masih banyak warga masyarakat yang bekerja di sektor informal dan menggantungkan diri pada pendapatan harian.

10. Dewan Pers mengajak kita semua untuk terus berdoa kepada Allah SWT, Tuhan Yang Mahaesa, memohon pertolongan Nya dalam ikhtiar kita berjuang melawan pandemi Covid 19.(**/rls)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jayapura

Pandemi Corona, PLN UIW P2B Tetap Utamakan Pelayanan ke Masyarakat

Published

on

JAYAPURA, JAGATPAPUA.com – Masifnya penyebaran Virus Corona (Covid -19) tidak mengurangi kesiagaan dan kesigapan PLN Unit Induk Wilayah Papua dan Papua Barat (PLN UIW P2B), menjaga pasokan listrik masyarakat. Namun juga tetap memperhatikan keamanan dan risiko bagi seluruh pegawainya.

Salah satu upayanya adalah pemberlakuan kerja dari rumah (work from home) yang telah diatur dengan Surat Edaran General Manager. Tindakan preventif ini diterapkan untuk meminimalisir adanya kontak langsung antar pegawai yang mengakibatkan penyebaran Virus Corona (Covid-19) semakin meluas.

“Kami sudah memberlakukan kerja dari rumah (work from home) dan split work (pembagian kerja) kepada pegawai-pegawai PLN. Namun, kami tetap mengoptimalkan pelayanan kepada pelanggan,” ujar General Manager PLN UIWP2B, Ari Dartomo.

Sementara itu, menyikapi penyebaran Virus Corona yang sangat cepat, PLN UIWP2B juga telah melakukan beberapa pemeliharaan terjadwal di masing-masing daerah di Papua. Selain memprioritaskan pasokan daya untuk tempat pelayanan kesehatan, khususnya rumah sakit yang ditunjuk pemerintah dalam penanggulangan wabah ini, PLN UIWP2B pun berusaha memastikan suplai listrik untuk warga terus aman.

“Beberapa waktu lalu kami sudah mengamankan kelistrikan pada kegiatan UNBK di Papua dan Papua Barat. Saat ini fokus kami kepada rumah sakit yang ditunjuk pemerintah agar kelistrikan aman. Untuk pengajuan layanan dan pembayaran tagihan/pembelian token, masyarakat dapat melakukannya melalui PLN Mobile, sehingga tidak perlu lagi ke kantor atau unit pelayanan kami,” jelasnya.

Langkah-langkah ini dilakukan bukan hanya untuk menjaga kepuasan pelanggan, namun juga sebisa mungkin melindungi seluruh pegawai dari penyebaran virus tersebut. Harapannya, hingga pandemik ini mereda dan teratasi, PLN tetap harus memastikan suplai listrik untuk masyarakat dapat terus andal.(rls)

Continue Reading

Papua

Hak Politik OAP Masuk Dalam Revisi Terbatas UU Otsus

Published

on

MANOKWARI, JAGATPAPUA.com – Kepala Biro Administrasi Pelaksanaan Otsus Setda Papua Barat, Abner Singgir mengatakan kewenangan hak politik bagi Orang Asli Papua (OAP) juga masuk dalam revisi terbatas UU Otsus 21 Tahun 2001.

“Hak politik, presentasi penerimaan CPNS, hak-hak masyarakat dibidang kehutanan, kepemilikan tanah adat dan pariwisata ini yang belum menyentuh kepada OAP. Poin-poin ini yang masuk dalam revisi terbatas UU Otsus,” ujar Abner Singgir, saat ditemui, Jumat (13/3/2020).

Dia juga mengatakan terkait revisi UU Otsus pemerintah Provinsi Papua Barat dan Papua, Presiden juga sudah memberikan ultimatun melalui Kementrian terkait.

“Sebagai pemerintah di daerah kita wajib menindaklanjutinya. Konsepnya sudah ada sesuai tahapan, dan tim akan menyerahkan itu ke MRPB untuk dilihat kemudian diharmonisasikan dengan melibatkan komponen terkait. Tahapan ini harus dilakukan agar tidak keluar dari UU Otsus,” jelasnya.

Meski tahapan telah dilakukan, tambah Abner, itu masih sebatas konsep, maka perlu dimatangkan untuk diharmonisasikan. Setelah itu akan dikoordinasikan dengan pemerintah Papua untuk diseragamkan.

“Revisi terbatas terutama pasal 34, terkait keuangan yang akan berakhir di 2021, kemudian kewenangan hak politik. Setelah ini disahkan maka kedepan Gubernur, Wakil Gubernur, Bupati, Wakil Bupati, Wali Kota, Wakil Walikota adalah OAP,” tandasnya.(me)

Continue Reading

Hukrim

Waspadai Modus Penipuan Online Memanfaatkan Virtual Account Bank

Published

on

JAYAPURA, JAGATPAPUA.com – Maraknya kasus penipuan dengan teknik rekayasa sosial atau manipulasi psikologis, mendapatkan perhatian serius Rhidian Yasminta Wasaraka.

Dosen di Sekolah Tinggi Ilmu Komuniasi (Stikom) Muhammadiyah Jayapura ini menilai terjadinya penipuan dengan modus transfer melalui virtual acoount terjadi, karena pelaku memainkan psikologis kritis dan ketidaktahuan para korban.

Analisis dosen yang akrab disapa Dian ini, pelaku penipuan biasanya secara sengaja akan mempermainkan psikologis korban dengan mendesain situasi menjadi seolah-olah genting, sehingga korban lebih mudah untuk menuruti instruksi dari penipu.

“Biasanya, kondisi korban dalam keadaan bingung karena pelaku berkomunikasi secara memojokkan dan berkata sangat cepat,” katanya, saat dihubungi melalui telepon.

Lebih lanjut pelaku juga memanfaatkan budaya orang Indonesia yang mudah sungkan untuk tidak membantu orang lain. Sehingga korban cenderung akan menuruti perkataan pelaku yang berpura-pura butuh atau menawarkan pertolongan.

Selain menyerang psikologis korban, literasi akan celah dalam bertransaksi menggunakan virtual account di kalangan masyarakat masih minim. Seperti yang terjadi pada kasus yang menimpa Prameswara, dari Sorong, Papua.

Penipu yang memanfaatkan ketidaktahuan dan kelengahan korban menyamar menjadi driver ojek online yang mengambil pesanaan makanan. Prameswara melalui layanan pesan antar makanan sebuah aplikasi menelpon dan mengarahkannya untuk mentransfer sejumlah dana diluar aplikasi tersebut melalui fitur virtual account sebuah bank yang memang memiliki celah untuk penipu menguras uang rekening korbannya.

Dian menyebutkan ada banyak kasus penipuan yang berawal dari ketidaktahuan dan kelengahan korban terhadap keamanan digital.

“Celah peretasan kadang berawal dari kecerobohan kita,” ucapnya.

Adanya celah dalam transaksi menggunakan virtual account mobile banking seperti menambahan kode 005, 055 kemudian diikuti nominal transaksi akan sangat merugikan korban.

“Sekecil apapun celah pasti akan dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan,” tukasnya.

Sekali lagi, Dian mengingatkan masyarakat untuk selalu waspada, tidak mudah panik dengan permainan psikologis dari pelaku dan yang terpenting untuk menjaga keamanan data pribadi.

“Andaikan regulasi sudah ada, tetapi masyarakat tidak mawas diri, maka kejahatan akan terus mengintai masyarakat,” tutup Dian.(***/me)

Continue Reading

Trending

Hati-hati salin tanpa izin kena UU no.28 Tentang Hak Cipta